Wednesday, 27 September 2017

KAPOLRES PEMALANG PIMPIN PRESS RELEASE KASUS PEMBUNUHAN

PEMALANG - (Media Rakyat). Polres Pemalang, Polda Jateng melaksanakan Press Release dalam rangka ungkap kasus percobaan pemerkosaan dan pembunuhan seorang siswi SMP Bodeh Pemalang, berinisial N (15), dengan tersangka berinisial MA alias Sarif (17) yang merupakan tetangga korban di Aula Bhayangkara Polres Pemalang.Rabu(13/09/2017)
Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Pemalang AKBP Agus Setyawan HP, S.H., S.I.K. dengan dihadiri Kasat Reskrim Polres Pemalang, Kasubbag Humas Polres Pemalang, Wartawan dari media Cetak maupun Online.
Kapolres Pemalang menjelaskan bahwa tersangka yang putus sekolah ini mengaku sudah lama memendam rasa kepada korban dan ingin menjadikan pacarnya. Dia sengaja menunggu korban pulang sekolah lalu menyeret korban ke kebun jagung.
Di kebun ini, pelaku merayu dan berusaha mencabuli serta berusaha memperkosanya. Korban menolak dan melawan sehingga tersangka kalap dan menganiaya korban dengan menjerat lehernya hingga tewas.
“Saya menunggu kepulangan dia, lalu saya seret ke kebun jagung dan saya mengungkapkan perasaan suka dan berusaha untuk mengajak bermesraan. Dia menolak bahkan melawan sehingga saya panik dan berusaha menghentikannya. Saat saya tahu dia meninggal, saya panik lalu saya tinggalkan di kebun dengan ditutupi daun pisang,” jelas tersangka.
Kapolres Pemalang, AKBP Agus Setyawan HP, S.H., S.I.K. menyebutkan, terungkapnya kasus ini berkat kecepatan laporan dan kejelian aparat kepolisian. Petugas menemukan sejumlah bukti yang mengarah pada tersangka pelaku.
“Dari olah TKP dan keterangan saksi-saksi, kita bisa ungkap tersangka pelaku pembunuhan dan pencabulan ini. Tersangka melakukan aksi bejatnya karena terdorong nafsu seks serta berupaya untuk menggauli korban,” jelas Kapolres.
Pihaknya hingga kini masih menunggu hasil otopsi dari tim DVI Polda Jateng. Tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis bisa 340 KUHP atau pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Keluarga korban masih shock dan terpukul dengan kasus ini. Mereka meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya. “Adik saya biasanya pulang jam 2 siang. Namun saat itu tidak kelihatan, sampai sore tidak pulang. Saya berusaha mencari dan ternyata ditemukan sudah meninggal mengenaskan,” jelas Marwati, kakak korban.
Kasus pembunuhan ini bermula dari warga yang menemukan korban ditutup daun pisang dan masih mengenakan seragam SMP. Kondisi korban cukup mengenaskan.
Ada beberapa luka di tubuh dan terlihat ada bekas kekerasan seksual. Warga kemudian melaporkan adanya pembunuhan ini ke aparat kepolisian. (Heri/MR/99).

2 ANAK USIA SEKOLAH DI AMANKAN POLSEK BANTARBOLANG

PEMALANG - (Medai Rakyat). Rabu (13/9) Nasib sial dialami dua remaja putus sekolah Muhammad Lutfi (17) Kelurahan Kebondalem Kecamatan/Kabupaten Pemalang dan Arda Saputra (17) Jalan Citarum Kelurahan Kebondalem Kecamatan/Kabupaten Pemalang.
Keduanya yang merupakan anak putus sekolah sejak SD dan tidak melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, dikarenakan ekonomi keluarga yang menjadikan alasan tidak melanjutkan sekolah.
Dua remaja yang sehari-hari pengangguran itu, dan untuk mengisi waktu setiap hari pasaran di wilayah pasar Kabupaten Pemalang dia datangi untuk mencari nafkah guna membantu ekonomi keluarga dan memberikan uang saku kepada adik-adiknya dengan cara mengamen di pasar wilayah Kabupaten Pemalang."ucap Lutfi
Namun pada hari pasaran di Pasar Bantarbolang Kabupaten Pemalang Rabu (13/9) bernasib sial karena baru ngamen di dua toko telah diketahui dan diamankan anggota Polsek Bantarbolang Polres Pemalang saat berpatroli yang dipimpin Kanit Sabhara Aiptu Abdul Ghofar untuk dibawa ke Polsek Bantarbolang guna diberikan pembinaan untuk tidak mengamen dan melanjutkan sekolah yaitu melalui sekolah terbuka yang diadakan di setiap Kecamatan dengan biaya ringan dan waktunya sangat longgar sehingga bila dijalani tidak memberatkan orang tua."tutur Abdul Ghofar
Setelah diberi pembinaan kedua remaja yang hanya lulusan SD itu dipulangkan dan dinaikkan bus ke tempat tujuan agar tidak menjalankan aktivitas ngamen lagi karena masih usia produktif.
"Kapolsek Bantarbolang Polres pemalang Akp Sriyanto, S.H. melalui Kanit Sabhara menghimbau kepada anak yang masih belajar agar tidak menjalankan aktivitas ngamen apa lagi sampai memaksa kepada tuan rumah."jelas Ghofar. (Heri/MR/99).

BUKALAPAK DAN KOMINFO GELAR ROADSHOW PEMALANG

Pemalang, 12 September 2017 (Media Rakyat). Bukalapak terus memperkuat komitmennya untuk memajukan semua pelaku UMKM di Indonesia dengan menghadirkan akses untuk meningkatkan produktivitas dan pemasaran mereka melalui platform digital. Kali ini, Bukalapak bekerja sama dengan Direktorat Pemberdayaan Informatika dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO), dengan menggelar roadshow edukasi bagi para pelaku UMKM agar dapat berjualan secara online. Kerja sama ini merupakan bentuk dukungan Bukalapak kepada pemerintah, melalui program KOMINFO, yaitu “UMKM Go Online” untuk seluruh wilayah Indonesia. Rangkaian roadshow dan edukasi ini akan diadakan di beberapa kota dan  kabupaten dalam periode Agustus 2017 hingga Desember 2019.
Kegiatan roadshow dan edukasi yang diadakan oleh Bukalapak dan KOMINFO ini mengundang lebih dari 250 peserta umum. Target dari edukasi UMKM Go Online sebanyak 20.000 UMKM. Mereka akan dibekali dengan bimbingan untuk mendigitalisasi bisnis mereka dari proses pengenalan online hingga pemasaran bisnis secara online. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk bergabung bersama Bukalapak dan menjadi Pelapak serta anggota komunitas Bukalapak.
“Kami melihat tengah terjadi perubahan perilaku belanja masyarakat di Indonesia, dari konvensional menjadi secara online. Hal ini dikarenakan bisnis online yang tengah diminati oleh masyarakat luas. Melalui kegiatan roadshow ini, kami ingin mengedukasi para pelaku UMKM, yang tersebar di seluruh Indonesia, agar dapat memanfaatkan platform online untuk lebih kreatif dalam memasarkan produk-produk mereka serta mengembangkan dan mendukung usaha mereka dengan menghubungkan mereka dengan calon pembeli. ” ujar Muhammad Fikri, Head of  Community Management Bukalapak.
“KOMINFO menyambut baik kerja sama serta dukungan Bukalapak. Kegiatan roadshow ini merupakan salah satu bentuk nyata dari program UMKM go online yang memiliki tujuan untuk mewujudkan visi “Digital Energy of Asia”. Melalu kerja sama ini, kami berharap untuk dapat mendigitalisasikan sekitar 8 juta UMKM tersebar di seluruh Indonesia untuk memajukan, meningkatkan inovasi, daya saing serta produktifitas mereka,” ujar Harry Hartono, Kasubdit Peningkatan Kapasitas TIK, Dlt.PI Kementerian KOMINFO.
Dengan dukungan dari pemerintah maka kesempatan para UMKM di berbagai pelosok daerah di Indonesia untuk melek digital akan cepat terlaksana dan terus bertambah. Di tahun 2017 ini, Bukalapak telah berhasil merangkul hampir dari dua juta pelapak untuk bergabung dan meningkatkan kinerja mereka di era digital, serta memiliki komunitas yang tersebar di 70 kota di Indonesia.
Fikri menambahkan bahwa Komunitas Bukalapak ini juga tergolong aktif dalam memberikan edukasi bagi para UMKM yang belum terakses digital maupun kepada para UMKM yang omset penjualannya masih rendah. Program yang diberi nama Program Kelas Komunitas ini adalah sebuah program dari komunitas Bukalapak untuk komunitas, dimana pemateri adalah para korlap ataupun pelapak senior yang mempunyai badge minimal Calon Juragan. Para pelapak Komunitas Bukalapak akan memberi materi dan membimbing selama 3 bulan kepada para komunitas lain.Program ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan omset, menambah anggota komunitas, serta mempererat anggota komunitas di masing-masing regional. (TIM)

Friday, 8 September 2017

LANGKAH POLSEK BODEH ANTISIPASI AKSI BELA MUSLIM

PEMALANG - (Media Rakyat). Kapolsek Bodeh, AKP Hartono, S.H. memberikan arahan dan himbauan kepada anggotanya, khususnya anggota di fungsi Bhabin untuk mengantisipasi rencana aksi solidaritas Muslim Bodeh terhadap Rohingnya di candi Borobudur, Selasa (5/9/2017).
Kapolsek berharap masyarakat Bodeh tidak ikut serta dalam gerakan Bela Muslim Rohingnya yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 September 2017 di candi Borobudur.
"Untuk itu peranan dari Bhabinkamtibmas di masing-masing desa agar koordinasi dengan tokoh agama setempat dan memberikan himbauan untuk tidak ikut berpatisipasi ke Candi Borobudur," jelas Kapolsek.
Candi Borobudur, menurut Kapolsek adalah tempat wisata dunia yang harus dijaga bersama.
"Masyarakat Muslim Indonesia atau ormas-ormas keagamaan di Indonesia harus saling toleransi sehingga untuk warga Muslim Bodeh bersama tokoh agama dihimbau untuk kegiatan doa bersama dilaksanakan di tempat-tempat ibadah dimasing-masing desa guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan," tegasnya.
Kapolda Jateng telah mengeluarkan keputusan bahwa kegiatan Doa Bersama Sejuta Umat Muslim di Candi Borobudur tidak diperbolehkan. (Heri/MR/99).

TIGA PEKERJA SEKS TERJARING OPS CIPTA MANDIRI

PEMALANG - (Media Rakyat). Polsek Pemalang Kota Polres Pemalang Polda Jawa Tengah menggelar razia Ops Cipta Kondisi pada Selasa (05/09/2017) dini hari di warung remang-remang dukuh Siwareng tepatnya di sebelah selatan terminal Induk Kel.Pelutan Kec/Kab.Pemalang.
Razia dipimpin langsung Waka  Polsek Pemalang AKP Eko Hartono bersama Kanit Sabhara Aiptu Parjono dan anggota Sabhara dengan sasaran warung remang remang dan miras.
Dalam giat razia tersebut petugas berhasil mengamankan 3 (tiga) pekerja seks yang sedang minum-minum melayani tamu laki-laki hidung belang  dan yang sedang mangkal di pinggir jalan."ujar Eko
Ketiga pekerja seks tersebut  berasal dari Pemalang masing-masing bernama Devi, 22th, Nyamplungsari Petarukan, Khotimah, 38th, Bojongbata, dan Gisa , 47th, Glintang selanjutnya mereka dibawa ke Mapolsek Pemalang untuk menjalani proses sesuai hukum."tambahnya
"Setelah dilakukan pembinaan, hari ini mereka akan kami kirim ke Pengadilan Negeri Pemalang untuk mengikuti Sidang,"jelas Kanit Sabhara.
AKP Tarhim, S.H.  selaku Kapolsek menambahkan bahwa pihaknya akan terus menggelar razia serupa untuk memerangi penyakit masyarakat di wilayah Polres Pemalang, khususnya wilayah hukum Polsek Pemalang kota."pungkasnya. (Heri/MR/99).

POLRES PEMALANG RAZIA ORMAS YANG AKAN MENGIKUTI AKSI RHINGYA

PEMALANG - (Media Rakyat). Dalam rangka mengatisipasi ormas yang akan melaksanakan aksi kepung Candi Borobudur pada Jum’at 8 September 2017, Polres Pemalang Polda Jateng melaksanakan razia penyekatan.Rabu (06/09/2017)
Giat razia dipimpin langsung oleh Waka Polsek Pemalang AKP Eko Hartono, S.H. dan mengerahkan 41 anggota yang terdiri dari Dalmas Polres Pemalang, Reskrim, Intel, Satlantas dan gabungan Polsek rayon II.
Razia penyekatan dilaksanakan di Jalan Raya depan Stadion Mochtar Sirandu, dengan sasaran seluruh kendaraan roda empat baik pribadi, truk, bus, untuk dilakukan pemeriksaan kepada seluruh penumpang dan barang bawaannya.”ujar Eko
Tujuan razia penyekatan, utuk meminimalisir seluruh penumpang yang diduga akan mengikuti aksi Bela Rohingya di Candi Borobudur Kab.Magelang.”jelasnya
Dari giat razia tersebut, petugas tidak menemukan indikasi adanya penumpang yang akan mengikuti aksi Bela Rohingya di Candi Borobudur, petugas berhasil melakukan penindakan kepada 16 pelanggaran lalu lintas dengan barang bukti 13 STNK dan 3 Sepeda motor.
“Waka Polsek Pemalang menyampaikan, agar bela Rohingnya tidak dilaksanakan di tempat ibadah, ataupun tempat wisata sesuai Undang-undang Nomor 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum.”pungkasnya. (Heri/MR/99).

KAPOLRES PEMALANG DAN FKUB PEMALANG MENYATAKAN SIKAP

PEMALANG - (Media Rakyat). Kapolres Pemlang, Polda Jawa Tengah, AKBP Agus Setyawan HP. S.H., S.I.K. menghadiri pertemuan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di kantor FKUB Pemalang dalam rangka penyampaian bela sungkawa atas kejadian di Rohingnya, Myanmar, Selasa (5/9/2017).
Selain Kapolres Pemalang, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kasat Intelkam Polres Pemalang, Kasat Binmas Polres Pemalang, Ketua FKUB Pemalang, Drs. H. Mudatsir Mas'ud, M.Ag., Ketua Kemenag diwakili Zubaidi, tokoh agama Kristen, Suharto, tokoh agama Budha, Bambang Dwi cahyo Adi, Tokoh Agama Hindu, Imade suda dan Suparmo, Tokoh Agama Islam.
Dalam sambutannya, Kapolres Pemalang mengingatkan agar tidak mudah terprovokasi sehingga tidak berkembang karena akan merugikan bangsa Indonesia sendiri.
"Apabila organisasi islam melakukan kumpul di Borobudur dengan tujuan ikut menyuarakan kejadian di Rohingya Myanmar, kami khawatir akan disusupi kepentingan-kepentingan politik di Indonesia menjelang pilgub dan pilpres," jelas Kapolres.
Karena itu, Kapolres meminta bantuan kemenag untuk pelaksanaan pada hari jum'at tanggal 8 September 2017 setelah sholat jum'at di setiap takmir melaksanakan doa bersama sifatnya himbauan dan semua pihak yang berwenang harus proaktif jangan sampai terlena.
Ketua FKUP Pemalang mengatakan bahwa situasi di Kab Pemalang aman kondusif, tidak ada reaksi untuk unjuk rasa terkait masalah di Rohingya.
Sementara itu perwakilan dari masing-masing umat beragama yang hadir juga mengatakan hal serupa, bahwa suasana di Pemalang masih aman dan kondusif dan sama-sama akan menyerukan umatnya agar TIDAK terpengaruh dengan rencana Jumat mendatang di candi Borobudur. (Heri/MR/99).

WAKAPOLSEK PETARUKAN TANAMKAN NILAI PANCASILA TERHADAP ANAK USIA DINI

PEMALANG - (Media Rakyat). Kapolsek Petarukan, Polres Pemalang, Polda Jawa Tengah AKP Amin Mezi S. S.H., M.H. yang diwakili Ipda Tumijan dengan Kanit Binmas Aipda Zaenul Imam SH. melaksanakan pembinaan dan pembelajaran sejak dini di SDN 02 Sirangkang, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, Selasa (05/9/2017).
Pembinaan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, persatuan dan kesatuan serta kebhinekaan sejak dini.
"Keberadaan faham dan kelompok Radikal yang saat ini udah mulai tumbuh, tentu saja dapat mengancam nilai-nilai persatuan, kesatuan dan kebinekaan  serta Pancasila yang sudah tertanam dalam jati diri bangsa Indonesia," jelas Ipda Tumijan.
Sekitar 90 an siswa dan siswi dari kelas 4, 5 dan 6 mengikuti pembelajaran didampingi oleh kepala sekolah, Sunidha.
“Pancasila dasar negaraku, Undang-undang 45 Dasar hukumku dan NKRI negaraku” untuk itu sebagai warga negara yang baik kita harus selalu menjaga dan mengamankannya," imbuh Ipda Tumijan.
"Jika sering didatangi pak polisi anak-anak akan termotivasi dan menerima pelajaran dengan suasana baru, seperti Kanit Binmas dengan gaya yang kocak dengan pemutaran video kenakalan remaja, tertib berlalu lintas, dan penyalahgunaan pemakaian Narkoba. Dengan penanaman seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak dan bisa menambah wawasan yang lebih," jelas Ka SD N 2 Sirangkang, Sunidha. (Heri/MR/99).

POLSEK TAMAN AMANKAN MEDIASI PETANI DESA KEBUMEN DAN PENGELOLA JALAN TOL

PEMALANG - (Media Rakyat). Kapolsek Taman Resor Pemalang, Polda Jawa Tengah, AKP Kabul Santoso menghadiri sekaligus memimpin anggotanya melakukan pengamanan mediasi antara warga petani blok Karangmalang Desa Pedurungan Kecamatan Taman dengan pengelola proyek jalan Tol Pemalang-Batang Tol Road (PBTR) dan PT Waskita Karya Pemalang di Balai Desa Pedurungan Taman, Selasa (05/09/2017)
Hadir dalam acara rembuk warga tersebut Kapolsek Taman, Waka Polsek Taman Iptu Marhendro, Zakaria bagian tekhnis Pemalang-Batang  Tol Road, Kepala Desa Pedurungan dan 40 petani.
Dari perwakilan warga, Darsono menyampaikan aspirasinya bahwa dampak dari pembangunan jalan tol warga petani yang ada di blok Karangmalang Dukuh Kebumen Desa Pedurungan sekarang kesulitan dalam menggarap sawahnya.
"Karena sebelumnya ada jalan untuk mengangkut pupuk atapun padi saat panen, sekarang tidak bisa karena tertutup jalan tol. Jadi kami mohon kepada pihak pembangunan proyek tol untuk segera membuatkan akses jalan ataupun terowongan sehingga aktifitas petani lancar," tambahnya.
Pihak perwakilan dari bagian tekhnis pembangunan proyek jalan Tol Pemalang-Batang, Zakaria menyampaikan kepada warga siap akan segera dibangun apa yang diminta aspirasi warga.
"Kami tidak akan merugikan petani," tutur Zakaria.
Kapolsek mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah menyampaikan aspirasi dengan sejuk, pikiran dingin, damai sehingga permasalahan bisa dirembuk.
"Menghasilkan kesepakatan yang baik dari petani dan pihak pengembang jalan tol. Itu merupakan kebanggaan bagi kami, " jelas AKP Kabul Santoso. (Heri/MR/99).

POLRES PEMALANG MEMBENTUK PRIBADI POLISI BERAKHLAKUL KARIMAH

PEMALANG - (Media Rakyat). Kapolres Pemalang, Polda Jawa Tengah, AKBP Agus Setyawan HP., S.H., S.I.K., mengikuti kegiatan rutin Yasin Tahlil di masjid Baitul Muhlisin, Mapolres Pemalang, Senin (4/9/2017).
Kegiatan Yasin dan Tahlil tersebut diadakan secara rutin semingu 3 kali. Selain Kapolres, para pejabat utama Polres Pemalang juga turut serta dalam kegiatan tersebut.
Kasium Polres Pemalang, Ipda Ngasri yang memimpin Yasin Tahlil tersebut mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk mental spiritual anggota Polres Pemalang yang lebih baik sehingga selalu mengutamakan kejujuran dalam bertugas melayani masyarakat.
"Menjadi polisi yang tanpa pamrih, mengabdi untuk kepentingan rakyat dan mangayomi tiada henti," jelasnya.
Kasubbag Humas Polres Pemalang, AKP Lies menambahkan selain untuk tujuan yang mulia di dunia, kegiatan tersebut juga sebagai bekal di hari akhir nanti. (Heri/MR/99).

MASJID SYUHADA IHSANIYAH QUR AN SAPI TIGA DAN KAMBING SEMBILAN

TEGAL - (Media Rakyat). Penyembelihan hewan Qurban di lakukan pada hari sabtu 02 september mulai dari jam 06:30 di halaman MASJID SYUHADA di pimpin langsung oleh ketua panitia Qurban pa usmar. Semua itu dari para penyumbang Qurban dari lingkungan dan siswa smp ihsaniyah jumlahnya untuk kambing sendiri ada 19 ekor dan sapi ada 3 ekor.
Daging yang sudah di potong akan dibagikan kepada masyarakat sekitar dan selebihnya juga dibagikan kepada yang membutuhkan karena sudah tradisi untuk saling berbagi.sesama umat.ujarnya
Panitia terdiri dari masyarakat sekitar dan pengelola masjid bersama anggota yayasan ihsaniyah mungkin sebelum duhur sudah di bagikan ke masyarakat.supaya bisa dimasak oleh penerima. (Daryani/MR/99)

MASYARAKAT CILACAP RAYAKAN RAME-RAME PEMECAHAN REKOR MURI MELALUI GELARAN PESTA RAKYAT



WIDARA PAYUNG, CILACAP-(Media Rakyat). 27 Agustus 2017 Setelah sukses mengusung acara-acara bertema kebersamaan di tahun sebelumnya, kini ”Rayakan Rame-Rame” hadir kembali dengan serangkaian kegiatan perayaan untuk mengapresiasi dan merayakan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Kemarin, ”Rayakan Rame-Rame” singgah di kota Cilacap melalui pesta rakyat yang akan digelar secara meriah dan akan ditutup dengan penyerahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk ”Gunungan Yutuk Tertinggi”. 
Reggy Prabowo, dari Bermuda Indonesia, selaku penyelenggara, menjelaskan, “Kegiatan ’Rayakan Rame-Rame’ telah rutin kami selenggarakan untuk merayakan budaya komunal yang sudah sangat identik dengan karakteristik masyarakat Indonesia. Cilacap menjadi kota persinggahan yang menurut kami sangat penting, karena masyarakatnya dikenal memiliki karakter guyub yang kental.”
 ”Kami secara khusus menghadirkan kegiatan ini dalam bentuk pesta rakyat karena acara perayaan merupakan salah satu ciri khas dari masyarakat komunal. Di pesta rakyat, kami menyiapkan berbagai kegiatan menarik dan interaktif untuk mempererat semangat kebersamaan di antara seluruh pengunjung yang datang,” sambung Reggy.
Selain memiliki daya tarik berupa keindahan alam, kekayaan ragam kuliner, kesenian, dan kerajinan yang khas, masyarakat Cilacap dikenal sangat mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang merupakan elemen kunci dalam interaksi sosial masyarakat Indonesia.
Terkait hal ini, Dr. Arie Sujito, Sosiolog menuturkan, ”Masyarakat Cilacap dan sekitarnya terkenal dengan bahasa ngapak yang lahir dari budaya egaliter, dimana mereka mengakui kesetaraan antara anggota warganya. Budaya ini terlihat dari karakter warga yang selalu bersikap berdiri sama tinggi duduk sama rendah, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Perasaan kebersamaan ini diwujudkan melalui berbagai cara, bentuk ekspresi, dan juga kesenian-kesenian tertentu yang berkembang luas di seantero Banyumas.”
Satirun Safrudin Usman, selaku Ketua RT 12 Widarapayung Wetan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kebersamaan merupakan salah satu nilai penting yang selalu mereka junjung tinggi. Dalam berbagai aktivitas, terutama yang melibatkan komunitas, proses diskusi atau rembukan selalu diutamakan demi kepentingan bersama. Akhirnya, masyarakat menjadi saling menghargai serta bahu-membahu satu sama lain.
Eratnya nilai kebersamaan masyarakat Cilacap ini tercermin dari upaya mereka dalam memecahkan Rekor MURI untuk ”Gunungan Yutuk Tertinggi”. Sebanyak kurang lebih 14.000 gorengan yutuk telah diolah oleh masyarakat setempat untuk membentuk gunungan setinggi 5 meter dan diameter 2,5 meter. Seperti diketahui, yutuk adalah hewan pantai yang banyak di temukan di pesisir pantai selatan, salah satunya di daerah pantai Cilacap dan merupakan salah satu makanan tradisional khas wilayah tersebut.      
Suratman, selaku perwakilan Komunitas Padhang Bulan Widarapayung juga turut menanggapi, ”Selama sebulan terakhir, masyarakat rame-rame terlibat langsung dalam proses pemecahan rekor MURI ini, mulai dari pencarian, pengolahan hingga pembuatan gunungan yutuk. Sungguh bangga melihat gunungan yutuk ini berhasil menyatukan masyarakat melalui acara Rayakan Rame-Rame dan akhirnya bisa tercatat di MURI. Selama persiapan, masyarakat bisa lebih saling mengenal, mendekatkan diri, serta bekerjasama dalam menyukseskan kegiatan ini.
Keseruan ”Rayakan Rame-Rame” kemarin diawali dengan pawai yang diikuti oleh berbagai komunitas lokal untuk mengarak gunungan yutuk menuju lokasi kegiatan pesta rakyat. Setelah itu, masyarakat dapat mengikuti berbagai aktivitas seru lainnnya seperti liwetan, Goyang Rame-Rame, tarik tambang, balap karung, serta lomba joget. Terdapat pula ragam permainan seru seperti Panen Rame-Rame, Panjat Rame-Rame, Putar Rame-Rame, serta Sepeda Rame-Rame. Malam harinya, masyarakat dewasa Cilacap akan dihibur oleh penampilan istimewa grup dangdut koplo, O.M. Santana dan penyanyi dangdut papan atas, Dewi Perssik yang semakin memeriahkan gelaran ini.
”Bersama dengan Sampoerna Hijau, ’Rayakan Rame-Rame’ akan selalu hadir di tengah sederetan kegiatan perayaan komunal untuk mengapresiasi dan merayakan nilai-nilai kebersamaan, tradisi dan budaya yang ada di balik perayaan tersebut. Dukungan dan perhatian yang tinggi oleh Sampoerna hijau terhadap simbol budaya komunal masyarakat Indonesia, melalui persembahan acara perayaan seperti ini dapat menjadi kesempatan untuk semakin menunjukkan identitas komunalitas sekaligus memperkuat kebersamaan dan persatuan,” tutup Reggy. (TIM/MR/99)

Saturday, 26 August 2017

BUPATI TEGAL PIMPIN PULUHAN RIBU MASA LONG MARCH TOLAK FDS

SLAWI - (Media Rakyat)-Puluhan ribu masa dari PC NU, FKDT, Badko TPQ, Badan Otonom dan Lembaga NU, serta eleman masyarakat yang peduli dengan pendidikan Madrasah Diniyyah, TPQ dan Pondok Pesantren di KABUPATEN TEGAL melakukan Aksi damai menuntut pembatalan Permendikbud No. 23 Tahun 2017 pada Jumat, 25 Agustus 2017 di Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa).
Usai menjalankan Shalat jumat di Masjid Agung Slawi dan masjid sekitar Slawi, 30 ribu masa melakukan long march dari gedung Nahdatul Ulama (NU) menuju Taman Rakyat Slawi Ayu (TRASA).
Alasan utama aksi ini adalah menuntut Pemerintah segera mencabut Permendikbud No 23 Tahun 2017 tentang pemberlakuan 5 hari sekolah yang di anggap merugikan pendidikan anaknya.
"Ditinjau dari berbagai sisi lebih banyak mengandung madlarat (bahaya) dari pada mashlahatnya (manfaatnya). TPQ, Madrasah Diniyyah dan Pesantren yang selama ini benar- benar menyumbang pendidikan karakter dan menjadi garda depan dalam menjaga kedaulatan Negara akan tereliminasi oleh permendibud ini. Selain dari sarana prasarana masih banyak sekolah, bahkan rata-rata, belum memadai untuk mengimplementasikan permendikbud tersebut. Yang paling penting saat ini adalah TPQ, Madrasah Diniyyah dan Pondok Pesantren terus diperhatikan, Karena dari sinilah pendidikan karakter yang menunjang kedaulatan NKRI dilakukan." Tutur Nur kholis sobari selaku corlap aksi damai tersebut.
Sementara itu Bupati Tegal Entus Susmono sekaligus pemimpin aksi long march di dampingi para tokoh ulama dari NU dengan tegas menolak Permendagri No 23 Tahun 2017, karena Permen tersebut hanya akan mempersempit ruang gerak Madrsah Diniyyah, TPQ dan Pondok pesantren saja.
Kabupaten Tegal akan melestarikan dan mempertahankan MDA, TPQ dan Pesantren karena ini sangat penting dan punya andil besar dalam membentuk Ahlakul karimah juga karakter generasi penerus Bangsa.
"Dipintarkan dulu ilmu Agama nya, bukan bahasa Inggris atau ilmu computer nya dulu yang diutamakan, Buat apa anak anak kita pintar kalau Ahlak nya bobrok. Kami akan surati Bpk Mentri dan Presiden Jokowi untuk segera mencabut permen tersebut, kalau pengen jadi pemimpin sejati Pak Jokowi harus mengambil keputusan yang cepat dan bener. Konsekuensi saya sebagi Bupati, siap menerima sanksi apapun kalau kemudian saya menolak Full Day Scoll atau 5 hari Sekolah." Tegasnya (Farid/MR/99)

MARINES CYCLING COMMUNITY KAMPANYE BIKE TO WORK

Dispen Kormar (Jakarta) Sejumlah daerah di Indonesia dan dunia sudah masuk ke masa transisi menuju era new normal, atau disebut juga denga...

Popular posts