Monday, 25 March 2019

WALIKOTA TEGAL GELAR ACARA MAKAM BERSAMA RAKYAT


TEGAL- (Media Rakyat). Wali Kota Tegal Dedi Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi didampingi isteri makan ponggol bersama jajaran Staf Ahli, para Assisten, OPD dan ratusan masyarakat, Minggu (24/3/2019) di Balai Kota Tegal.
Ponggol merupakan salah satu makanan khas Kota Tegal yang berisi lauk sambal goreng tempe pedas.
Kegiatan diawali Dedy Yon-Jumadi menyapa warga yang sudah menunggu di sepanjang Jalan Ki Gede Sebayu itu. Dilanjutkan memutari Alun-alun Kota Tegal.
Warga pun berebut mengajak berswafoto bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal. Mereka pun mengaku senang dapat berfoto bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, dampak adanya jalan tol menjadikan berkurangnya jumlah kendaraan yang melintas di Kota Tegal. Untuk itu, untuk menarik jumlah kunjungan ke Kota Tegal, kata Dedy, akan mengadakan berbagai  event sebagai daya tarik wisatawan agar datang ke Kota Tegal.
Selain itu, Dedy juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan.  “Bersih lingkunagnnya, bersih kotanya. Mulai sekarang jangan buang sampah sembarangan, karena kebersihan sebagian dari iman”, ajak Dedy.
Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi mengajak OPD dan masyarakat untuk bisa bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota bersinergi membangun Kota Tegal. Pada kesempatan tersebut Jumadi juga meminta restu dan rumah dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota buka 24 jam untuk menerima aspirasi rakyat.
“Rumah ini (Rumah dinas) menjadi rumah aspirasi bagi masyatakat Kota Tegal. Kami ada 24 jam untuk warga masyarakat Tegal. Kita tidak boleh pecah belah, harus bersinergi membangun Kota Tegal”, ungkap Jumadi.
Salah satu warga, Rini Bayidoh (34) mengaku senang dapat bertemu langsung dan makan ponggol bersama. Dia berharap, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal membawa perubahan untuk kemajuan Kota Bahari. “Selamat kepada Pak Dedy-Pak Jumadi, semoga Kota Tegal semakin maju”, ungkap Rini.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut diadakan pula berbagai pelayanan dari OPD seperti Disdukcapil Kota Tegal, Dinkes Kota Tegal, RSUD Kardinah. Adapula para pelaku IKM yang tergabung dalam Apik Banget yang menampilkan berbagai produknya. pungkasnya.( Dar / MR / 99 )


WALIKOTA TEGAL APEL BERSAMA


TEGAL- ( Media Rakyat) Dalam apel pertamanya dihadapan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tegal. Senin (25/3) di Halaman Pendopo Ki Gede Sebayu, Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, SE.MM mengajak ribuan ASN mampu bekerja dengan cepat dan tepat. “Dalam kesempatan ini saya bersama Wakil Walikota Jumadi, ST. MM mengajak seluruh ASN agar mulai saat ini mampu kerja cepat dan tepat, cermati tugas pokok dan fungsi di Organisasi Prangkat Daerah (OPD) masing-masing ,”ucapnya.
Terlebih menurut Dedy Yon di era teknologi seperti sekarang ini, ASN Kota Tegal justru tidak boleh berleha-leha dalam bekerja. Menurutnya ASN justru harus mampu menguasai teknologi untuk mempercepat kinerjanya. “Kita tidak boleh terlena dan berleha-leha, justru diera teknologi ini kita harus bergerak cepat, dinamis dan jangan gagap tekonologi (gaptek), kudet (kurang up date) dan yang juga terpenting tidak juga menjadi pelaku penyebar berita hoaks,”tegasnya.
Terhadap kualitas pelayanan, walikota juga meminta ASN terutama yang bertugas langsung di bidang layanan publik untuk ramah serta tanggap melayani masyarakat. “Saya juga minta pelayanan di Kota Tegal harus prima, tidak ada lagi pelayanan dengan wajah prengat-prengut,”tegasnya. “Jika ada masalah dirumah ya jangan sampai dibawa ke kantor, jangan sampai saya mendapat laporan dari masyarakat terkait layanan yang sulit serta tidak ramah,”imbuh walikota.
Khusus kepada Jajaran Kepala OPD, walikota kemudian menginstruksikan agar mampu berhemat anggaran OPD nya masing-masing dengan mengurangi dinas luarnya  jika memang tidak kegiatan yang tidak begitu mendesak.
Terakhir dalam amanatnya walikota menginginkan keluarga besar Pemerintah Kota Tegal menjadi Pemerintah yang cerdas, disiplin, berwibawa, bersahabat dengan masyarakat, kreatif dan inovatif. Harapannya Kota Tegal tidak hanya maju namun juga diperhitungkan oleh daerah-daerah lain dan mampu selalu berprestasi menjadi yang terbaik. (Daryani/MR/99).


SERTIJAB WALIKOTA TEGAL


TEGAL - ( Media Rakyat)  Acara Serah Terima Jabatan yang diselenggarakan di Gedung Adipura, di hadiri seluruh kompenen OPD SKPD dan para tamu undangan, pada acara tersebut walikota terpilih memberikan pidato pertamanya.
Dalam sambutannya Walikota Tegal, Dedy Yon yang belum lama ini dilantik menjadi Walikota Tegal Periode 2019-2024 dihadapan tamu undangan menyampaikan ucapan terima kasih atas kepemimpinan Walikota sebelumnya yang telah memimpin Kota Tegal dengan baik.
"Kami berharap kedepan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa kompak dalam menjalankan tugas kepemerintahan dengan sebaik-baiknya, memberikan pelayanan masyarakat yang sebaik-baiknya.
"Dalam kesempatan itu pula Walikota Tegal, Dedy Yon meminta Nursholeh mantan Walikota Tegal untuk menjadi penasehatnya, pinta Walikota Tegal.
"Sementara itu, Mantan Walikota Tegal, H. M.Nursholeh M.Mpd menyampaikan permohonan maaf jika selama menjabat Walikota Tegal masih banyak kekurangannya."Ucapnya.
Terimakasih kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tegal atas kerjasama selama ini, ucap Kang Nur sapaan akrab Mantan Walikota Tegal.
Acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Walikota Tegal berjalan dengan lancar dan khidmat, ditutup dengan saling memberikan ucapan selamat kepada Walikota dan Wakil Walikota Tegal Periode 2019-2024,dan pemberian cinderamata yang disaksikan seluruh tamu undangan yang hadir. ( Daryani/ MR/99 )

Saturday, 23 March 2019

PEMKOT TEGAL STUDI BANDING MASALAH TRANTIB

PALEMBANG – (Media Rakyat). Pemerintah Kota Tegal melaksanakan studi tiru ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat (trantib) di Pemerintah Kota Palembang, Senin (11/3). Studi tiru tersebut sebagai upaya menambah wawasan dan khasanah dalam penyusunan Rancangan Peraturan Walikota (Rapelwal) Kota Tegal setelah ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) No. 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat pada tanggal 23 Oktober 2018. 
“Raperwal trantib disusun sebagai pedoman pelaksanaan Perda Trantibum di lapangan khususnya bagi para pemangku kepentingan sesuai tugas dan fungsi Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait. Untuk itu dipandang perlu melaksanakan orientasi lapangan ke kabupaten/kota yang sudah menyusun Perda dan Perwal tentang Tratibum,” ungkap Kepala Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal Drs. Joko Sukur Baharudin yang mendampingi Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh, M.MP.d saat berada di Rumah Dinas Walikota Palembang. 
Walikota Tegal, Kasatpol PP Kota Tegal dan OPD terkait diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Palembang Drs. H. Harobin Mustofa yang mewakili Walikota Palembang H. Harnojoyo, S.Sos dan didampingi Asisten I Drs. K. Sulaiman Amin, Kasatpol PP Kota Palembang Drs Alex Ferdinandus, M.Si, Kepala  Dinas PUPR Ir. H. Ahmad Bastari dan Kadishub Kota Palembang Kurniawan AP, M.Si bersama jajaran Pemerintah Kota Palembang. 
Joko menyebut pertimbangan melaksanakan studi tiru di Kota Palembang dengan pertimbangan sudah memiliki Perda Trantib, memiliki Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Trantib, sudah melakukan sidang tipiring di tempat, telah menerapkan pasal-pasal dalam Perda termasuk tindakan tipiring dan memiliki sarana dan prasarana yang memadai guna menunjang dan mendukung terselenggaranya fungsi penegakkan Perda dan Trantibum. Selain itu, Kota Palembang telah memiliki Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang memadai sebagai aparat penegakan pelanggaran Perda. 
Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh, M.MP.d mengatakan dengan disusunnya Perwal sesuai yang diharapkan, maka nantinya pelaksanaan Perda Trantib di Kota Tegal dapat berjalan dengan baik. “Diharapkan Satpol PP dan OPD terkait tidak lagi gamang dalam melaksanakan kewenangannya sehingga tidak ada lagi kekurangpedulian terhadap urusan trantibum,” ujar Walikota yang akrab disapa Kang Nur itu. 
Ditambahkan Nursholeh, dengan adanya Perwal nantinya telah jelas acuan, pedoman, dan standar yang jelas bagi OPD dalam bekerja. “Selain itu, pekerjaan yang dilaksanakan dapat mudah diukur tingkat keberhasilannya serta kuatnya ikatan koordinasi dan fungsional antar Satpol PP di semua tingkatan,” jelas Nursholeh. 
Oleh karena itu, Nursholeh mengharapkan dalam kunjungan kerja dalam rangka studi tiru dapat memperoleh informasi, ilmu dan juga sharing  dengan Pemkot Palembang tentang penyusunan Perwal tentang Trantibum. “Insya Allah ilmu yang bermanfaat akan kami laksanakan di Kota Tegal,” tutur Walikota. 
Sekda Kota Palembang yang mewakili Walikota Palembang H. Harnojoyo, S.Sos mengatakan beberapa hal telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Palembang agar pegawai Pemkot Palembang bekerja dengan maksimal. Salah satunya kesejahteraan pegawai dengan memberikan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) dengan nominal untuk staf paling rendah sebesar Rp. 3,5 juta dan eselon Iia sebesar Rp. 75 juta. “Ini yang kami pertahankan agar pegawai bekerja maksimal dalam segala hal termasuk masalah trantib,” ungkap Harobin. 
Selain itu, untuk pegawai Satpol PP, Pemkot Palembang memberikan tambahan penghasilan seperti tunjangan resiko. “Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan Dishub yang punya pasukan terjun langsung ke masyarakat punya resiko yang tinggi. Kita tanggung itu di APBD kami,” ungkap Sekda yang memasuki masa purna tugas itu. 
Kebijakan Walikota sesuai visi misinya juga dilaksanaka dalam berbagai program. Seperti program gotong royong yang dilaksanakan setiap minggu sehingga mampu menghemat pengeluaran Rp. 500 juta/minggu atau Rp. 2 miliar setiap bulan. “Kondisi Palembang yang berawa-rawa dan pendangkalan sungai perlu anggaran besar untuk mencegah banjir,” tuturnya yang telah mengabdi menjadi PNS selama 30 tahun.
Kebijakan lainnya dalam mencegah trantib yakni memotivasi dan mengajak masyarakat untuk sholat subuh berjamaah. Hal tersebut telah dilaksanakan selama empat tahun dan sejak dilantik kembali, Walikota langsung menandatangani Perwal sholat berjamaah dilaksanakan di setiap keluarahan dan kecamatan. “Untuk menyelaraskan visi dan misi Kota Palembang yakni Palembang Emas Darussalam,” sebut Harobin. (Daryani/MR/99)

Saturday, 23 February 2019

Greenhouse Mengembangkan Bisnisnya di Indonesia

Jakarta, 1 Februari 2019 – Greenhouse, penyedia ruang kerja bersama yang percaya pada konektivitas dan kelestarian lingkungan, telah membuktikan pada 2018 bahwa berinteraksi secara offline sama pentingnya dengan online. Memiliki fokus pada tiga bidang utama (CSR, Bisnis dan Kesehatan), Greenhouse telah menyelenggarakan lebih dari 160 acara dalam 10 bulan pertama mereka, ini menetapkan standar operasi dan tujuan masa depan Greenhouse.

Sejak awal, Greenhouse menyadari pentingnya memberikan pengalaman yang luar biasa kepada klien dan member mereka, baik secara online maupun offline. Terlepas dari jenis layanan yang mereka tawarkan, Greenhouse selalu berusaha memberikan pengalaman acara kelas dunia untuk berbagai perusahaan, tanpa terkecuali. Konsep acara juga dilengkapi dengan estetika ruangan yang hijau, luas, cerah dan pemandangan kota Jakarta yang fantastis. Tidak hanya sampai disini, Greenhouse juga memastikan bahwa staf mereka terlatih dengan baik untuk bisa memberikan jasa melebihi ekspektasi dan harapan klien.

Adam Haluska, Head of Marketing Greenhouse Indonesia mengatakan, "2018 adalah momen inovatif bagi Greenhouse dan pada 2019, kami berencana untuk membawa dan mengorganisir lebih banyak lagi acara yang menarik ke Jakarta. Salah satunya, pada bulan April mendatang. Greenhouse akan menjadi tuan rumah Startup Weekend Jakarta 2019 yang merupakan acara akhir pekan berdurasi 54 jam. Pada acara ini, peserta dapat bekerja bersama untuk melontarkan ide-ide startup baru, mengembangkan prototipe/demo dari ide tersebut dan menyajikannya ke panel juri yang telah dipilih. Semua ide dari tim dan peserta akan dibimbing dan di review oleh wirausahawan lokal. Kegiatan - kegiatan seperti inilah yang memotivasi kami untuk terus tumbuh dan berkontribusi secara signifikan kepada masyarakat."

Berbagai acara yang dapat dilayani oleh Greenhouse, dari semua ukuran dan jenis dalam setahun terakhir. Mulai dari rapat kecil, acara pelatihan, lokakarya hingga kegiatan informal lainnya. Beberapa klien bahkan menjadikan Greenhouse sebagai tempat untuk meluncurkan produk revolusioner baru mereka yang sudah banyak digunakan oleh ratusan ribu atau tidak jutaan orang di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan raksasa seperti Apple, Google, Microsoft, AWS, LinkedIn, Line, GoJek, Quora, Visa, H&M, Harley-Davidson, IBM adalah beberapa yang telah menyelenggarakan acara mereka di Greenhouse.

Selain melayani berbagai perusahaan, Greenhouse juga mengorganisir aktifitas yang diusungnya. Pada tahun 2018, Greenhouse membantu mengorganisir lebih dari 60 acara dari total 160 acara yang disebutkan di atas. Upaya Greenhouse sebagian besar diinvestasikan ke dalam 3 jenis kegiatan, yaitu CSR, Bisnis dan Kesehatan. Mendukung organisasi yang memiliki dampak lingkungan atau sosial yang positif adalah sesuatu yang dianggap serius oleh Greenhouse.

Salah satunya, Greenhouse bersama - sama dengan Kedutaan Besar Denmark dan Kedutaan Besar Swedia menyelenggarakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tahun 2018 yang merupakan acara global yang dipimpin oleh PBB (Perserikatan Bangsa - Bangsa). Acara ini adalah kegiatan terbesar setiap tahunnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang lingkungan dunia. Acara ini juga membahas tentang solusi dan cara menyelesaikan polusi plastik yang dipresentasikan oleh Greenhouse, Johanna Brismar Skoog (Mantan Duta Besar Swedia), Rasmus Abildgaard Kristensen (Duta Besar Denmark), Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Waste4Change dan Project Semesta serta pameran: ‘the Patterns of the Biosphere'.

Greenhouse juga merancang kegiatan komunitas untuk member Greenhouse seperti lokakarya pendidikan dan diskusi yang dimentori oleh pengusaha yang sudah sukses. Kegiatan komunitas tersebut juga telah diakui secara global, seperti Startup Weekend yang didukung oleh Google dan Techstars, Fuckup Nights bekerja sama dengan ImpactHub Jakarta, Creative Mornings yang bekerja sama dengan Lingkaran dan Silicon Drinkabout yang merupakan konsep baru di Jakarta, yang dibawa dari Silicon Valley.

Kolaborasi terbaru Greenhouse adalah dengan Jakarta Greener.e dan Lembaga Energi & Lingkungan Indonesia dimana Greenhouse menjadi tuan rumah dari Greenhouse Fair yang berlangsung pada 19 Januari 2019 kemarin. Pameran dari produk - produk yang ramah lingkungan, natural dan organik seperti kerajinan tangan dari bahan daur ulang juga dapat dibeli disini. Tak hanya itu, peserta juga bisa mendonasikan buku bekas, menukar pakaian hingga mendaur ulang sampah kertas dan plastik mereka. Acara ini juga diisi dengan lokakarya kesehatan dan seminar bisnis yang mengusung konsep ramah lingkungan.

Naina Kapoor, Head of Community Greenhouse menyampaikan, “Acara ini berlangsung dengan sukses. Lebih dari 200 pengunjung hadir untuk melihat karya dari 21 wirausahawan yang bergerak di industri ramah lingkungan. Pengunjung juga diedukasi melalui 7 lokakarya yang membahas secara detail mengenai konsep ramah lingkungan. Kedepannya, kami akan membuat lebih banyak lagi acara – acara seperti ini, karena kami melihat dampak perubahan positif yang terjadi. Selain itu, juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan tersedianya solusi dan praktis natural yang berkelanjutan.”

Sunday, 20 January 2019

PERESMIAN PUSKESMAS PEMBANTU KETUREN

TEGAL-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal menggelar tasyakuran dan peresmian gedung Puskesmas Pembantu Keturen, Kamis (17/1/2019) di Pustu Keturen, Kec. Tegal Selatan, Kota Tegal.
Turut hadir Sekretaris Dinkes Kota Tegal dr. Suharjo mewakili Kepala Dinkes Kota Tegal dr. Sri Prima Indraswari, Camat Tegal Selatan Budi Saptaji, Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Tegal, Yuli Prasetya, Kepala Puskesmas se-Kota Tegal dan hadirin lainnya.
Kepala Dinkes Kota Tegal dr. Sri Prima Indraswari melalui Sekretaris Dinkes Kota Tegal dr. Suharjo dalam sambutannya mengatakan adanya Pustu Keturen diharapkan masyarakat berobat dengan nyaman. “Pustu Keturen tidak hanya untuk berobat saja, tapi dapat dimanfaatkan untuk konsultasi kesehatan. Sehingga masyarakat tidak perlu ke puskesmas induk, Puskesmas Bandung yang jaraknya cukup jauh”, kata dr. Suharjo.
Terkait Puskesmas Pembantu yang lain, kata dr. Suharjo, akan direhab secara bertahap. Semuanya untuk kepentingan kesehatan masyarakat Kota Tegal.
Camat Tegal Selatan, Budi Saptaji mengucapkan, peresmian gedung Puskesmas Pembantu Keturen merupakan sebuah kemajuan Pemkot Tegal melalui Dinkes Kota Tegal untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Budi Saptaji menyambut baik dan apresiasi, sebab adanya Pustu Keturen dapat memperpendek jarak antara warga dengan layanan kesehatan masyarakat. “Selama ini masyarakat harus ke Puskesmas Bandung atau Pustu Tunon, tetapi sekarang ini Keturen sudah punya Pustu”, ujar Budi.
Budi berharap, adanya peningkatan kualitas pelayanan Kesehatan. Ketersediaan tenaga medis dan paramedis memiliki keniatan tulus untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Tidak hanya melayani orang Sakit, termasuk layanan Kesehatan, KB atau lainnya terkait kesehatan masyarakat”, ungkap Budi.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bandung, dr. Destina berharap Pelayanan Pustu Keturen dapat memberikan manfaat masyarakat di Kelurahan Keturen dan sekitarnya. (Daryani/MR/99).

WALI KOTA TERIMA LHP DARI BPK


Semarang – (Media Rakyat). Pemerintah Kota Tegal terima Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja Managemen keuangan pendapatan Daerah semester I tahun 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Senin (17/12) di ruang Auditorium BPK Perwakillan Ptovinsi Jawa Tengah, Semarang.
Gubernur Jawa Tengah dalam sambutan yang di Bacakan oleh Sekretaris Daerah Pemprov jawa Tengah Sri Puryono menyampaikan, bahwa Laporan Hasil Pemeriksaan ini merupakan panduan bahan evaluasi untuk di jadikan pedoman dalam memperbaiki laporan keuangan.
Wali Kota Tegal M. Nursholeh sesaat setelah menerima LHP dari BPK menyampaikan bahwa, pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil.evaluasi dari BPK. Nursholeh menegaskan tindaklanjut tersebut tidak lebih dari 60 hari, Kamis (20/12) pihaknya akan mengumpulkan OPD, untuk melaksannakan rapat koordinasi, Ia akan menyampaikan hasil evaluasi dari BPK agar bisa segera ditindaklanjuti.
Sementara itu,  Inspektur Kota Tegal Praptomo menyampaikan, BPK perwakilan Provinsi Jawa Tengah telah melakukan pemeriksaan Kinerja Managemen Keuangan Pendapatan Daerah tahun 2018, dari hasil evaluasi pemeriksaan tersebut, ada tiga OPD, yakni Dinas Lingkungan Hidup, Disporapar dan BPK memberikan 37 rekomendasi untuk ketiga OPD tersebut.
Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Hery Subowo menyampaikan, untuk evaluasi pemmeriksaan  Kinerja Managemen Keuangan Pendapatan Daerah ada beberapa catatan yang menurutnya perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah., diantaranya belum adanya SOP dalaam pelaksanaan optimalisasi pendapatan.
Amasih miniamnya ekstensifikasi potensi pendapatan, menurutnya penentuan terget pendapatan didasarkan pada analisa atau kajian potensi pendapatan jadi tidak asal.
Tak hanya itu, Hery Subowo menyampaikan bahwa untuk meningkatkan pendapatan semua aspek managenen harus disuport, salah satunya Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi pengetahuan dalam rangka pengelolaan keuangan, sehingga pelaporan keuangan bisa tertib.
Ia berharap juga dukungan dari legialatif, untuk turut membantu dalam mengawasi kinerja pemerintah, khususnya pemerintah kabupaten/kota. (Daryani/MR/99).

KOTA TEGAL DIANUGERAHI KOTA PEDULI HAM


TEGAL-(Media Rakyat). Kota Tegal kembali mendapat penghargaan, berupa anugerah Kota Peduli Hak Azazi Manusia (HAM) dari Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia, yang diberikan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, di Kantor Kementrian Hukum dan HAM RI, Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (11/12) dan diterima oleh Asisten Pemerintahan Kota Tegal Imam Badarudin.
menurut Imam Badarudin, Menteri Yasonna Laoly pada saat penyerahan penghargaan menyampaikan bahwa Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah kabupaten/kota dalam upayanya membina dan mengembangkan kabupaten/kota menjadi kabupaten/kota peduli HAM berdasarkan capaian implementasi Hak Asasi Manusia di kabupaten/kota antara lain, Hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan, hak atas perumahan yang layak dan hak atas lingkungan yang berkelanjutan.
Wali Kota Tegal, M. Nursholeh saat menerima laporan Imam Badarudin beserta Kepala Bagian Hukum Setda Kota Tegal Budi Hartono, terkait penghargaan tersebut, diruang kerjanya, Selasa (18/12) menyampaikan apresiasi kepada OPD terkait yang telah berhasil membuktikan bahwa Kota Tegal merupakan kota yang peduli terhadap HAM, ini berarti Kota Tegal memberikan prioritas kepada HAM dalam melaksanakan pembangunan, dan terus mendorong hak-hak dasar manusia dirpioritaskan dalam setiap kebijakan yang diambil.
Wali Kota berharap, kedepan, dengan diraihnya penghargaan sebagai Kota Peduli HAM akan lebih meningkatkan lagi kepedulian Kota Tegal terhadap HAM.
Kepala Bagian Hukum Setda Kota Tegal, Budi Hartono menjelaskan, sebelumnya dari Kementerian Hukum dan HAM telah melakukan penilain kepada kabupaten/kota. Pemerintah Kabupaten/kota mengirimkan persyaratan administasi ke Kementerian Hukum dan HAM, kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kota Tegal dan selanjutnya akan di nilai oleh pihak Kementerian Hukum dan HAM, setelah dianggap memenuhi syarat administrasi kemudian dinilai secara implementasi di lapangan
Ada beberapa kreteria yang menjadi penilaian Kementrian Hukum dan HAM, diantaranya hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan, hakatas perumahan dan hak  atas Lingkungan yang Berkelanjutan
Imam Badarudin menyampaikan dalam kesempatan tersebut, bahwa Kota Tegal dianggap memperhatikan betul perihal HAM. Selain itu Imam juga menyampaikan bahwa kota Tegal dari hasil penilaian terhadap struktur, proses dan hasil capaian kinerja pemerintah dalam melaksanakan penghormatan, perlindungan terhadap HAM memenuhi kreteria yang di tentukan oleh Kementrian Hukum dan HAM RI. (Daryani/MR/99).

MARINES CYCLING COMMUNITY KAMPANYE BIKE TO WORK

Dispen Kormar (Jakarta) Sejumlah daerah di Indonesia dan dunia sudah masuk ke masa transisi menuju era new normal, atau disebut juga denga...

Popular posts