Showing posts with label BUDAYA. Show all posts
Showing posts with label BUDAYA. Show all posts

Wednesday, 10 May 2017

WALIKOTA PROMOSIKAN TAHU ACID DAN KUPAT BLENGONG

TEGAL – (Media Rakyat). Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno di dampingi Sinok Sitong Kota Tegal tampil di sebuah acara live musik dangdut Tour Bintang Pantura yang digelar stasiun TV nasional Indosiar. Sabtu (6/5) di halaman Parkir Rita Supermall Tegal.
Kepada salah satu pembawa acara Tour Bintang Pantura Gilang Dirga, walikota menjelaskan berbagai potensi kuliner di Kota Tegal. ”Kota Tegal itu terkenal dengan berbagai macam kulinernya  yang khas dan unik, salah satunya kupat blengong”,ucapnya. Walikota mengatakan kupat blengong merupakan kuliner khas Tegal yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Kota Tegal. “Ini kuliner asli Tegal yang tidak boleh dilewatkan jika mampir ke Kota Tegal, karena tidak akan ditemukan ditempat lain”, imbuhnya.
Kepada Gilang ini walikota menjelaskan bahwa daging blengong merupakan hasil kawin silang antara bebek dan itik. “Disebut blengong karena merupakan hasil kawin silang bebek dan itik, sehingga rasa dagingnya lebih empuk dan gurih daripada daging bebek, ada yang goreng, sate,dan ada yg usus”,jelas walikota.
Selain kupat blengong, dalam kesempatan itu walikota juga mengenalkan kuliner lainnya berupa tahu aci. “Selain kupat blengong, Tegal juga punya tahu aci. Ini adalah satu lagi kuliner yang bisa dijadikan salah satu pelengkap kupat blengong, makannya harus panas-panas dijamin tidak akan puas dengan cukup satu porsi”,ucapnya.
Walikota berharap melalui berbagai acara pertunjukan musik yang diselenggarakan stasiun televisi nasional ini berbagai potensi kuliner di Kota Tegal dapat di promosikan kepada seluruh masyarakat di Indonesia. “Ajang seperti ini bagus untuk Kota Tegal, selain sebagai hiburan rakyat bagi warga, ajang ini juga dapat dijadikan momentum untuk mempromosikan Kota Tegal dengan berbagai potensi kulinernya”,pungkas walikota.
Sementara itu dalam kesannya Gilang mengatakan tahu aci dan kupat blengongnya semuanya enak. “Kupat blengong dan tahu acinya sangat enak, bisa-bisa saya tidak cukup satu porsi makan nya”,ucap Gilang kepada walikota.  (Daryani/MR/99).

Wednesday, 5 April 2017

DIANGGAP KERAMAT MALAM JUM'AT KLIWON MAKAM PANDANJATI

PEMALANG - (Media Rakyat). Bantarbolang. Jum’ at (31/03/2017) melaksanakan ziarah khususnya dimalam Jum’at kliwon masih menjadi tradisi  bagi warga masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Pemalang.
Di wilayah Kabupaten Pemalang khususnya Bantarbolang terdapat 3 (tiga )makam yang dianggap keramat oleh warga sekitar yaitu Makam Pandan Jati, Makam Mbah Bantarbolang dan Makam Palintaran, pada saat malam Jum’at kliwon kedua makam tersebut di padati oleh peziarah dari berbagai daerah, kebanyakan peziarah tersebut berasal dari daerah Tanggerang,Cirebon,Karawang dan Jakarta.
“Sari” peziarah asal Cirebon mengungkapkan tujuan ziarah yaitu membersihkan makam dan berdoa untuk orang-orang yang telah tiada, termasuk mendoakan leluhur atau orang yang dipandang sebagai tokoh tokoh agama, masyarakat atau adat pada jaman dahulu dan berharap mendapatkan keberkahanserta cepat mendapatkan jodoh.
Kapolsek Bantarbolang AKP Sriyanto, S.H., melalui Wakapolsek I Ketut astawa perpesan kepada juru kunci, peziarah, tukang parkir dan masyarakat lingkungan untuk saling menjaga ketertiban dan keamanan, juru kunci diharapkan tidak berebut pengunjung karena juru kunci di makam Padang Jati sebanyak 11 orang.” ucap Sriyanto, S.H. (Heri/MR/99).

30 SENIMAN MURAL IKUTI GELARAN BAHARI MURAL ART COMPETITION 2017



TEGAL- (Media Rakyat). Sebanyak tiga puluh (30) Seniman Mural (Lukis Dinding) dari segala usia  di Kota Tegal dan sekitarnya memeriahkan gelaran Bahari Mural Art Competition di halaman Gor Wisanggeni Kota Tegal. Minggu (2/4). Kompetisi lukis yang diadakan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Tegal ini merupakan event yang pertama kalinya di gelar oleh Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Tegal.
Dalam event tersebut para peserta diberikan kebebasan melukis karya nya sesuai dengan tema yang diberikan “Tegal Kota Bahari” diatas media dinding buatan. Acara yang dibuka langsung oleh Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno tersebut akan memperebutkan hadiah senilai total enam juta rupiah.
Walikota Tegal KMT Hj. Siti Soeparno menyatakan bahwa kegiatan Bahari Mural Art Compettion bertujuan menyampaikan informasi pembangunan dengan melibatkan masyarakat dari kalangan seniman lukis. Selain itu untuk memberikan ruang berekpresi bagi para seniman lukis untuk menuangkan ide-idenya serta merangsang keterlibatanya dalam penyampaian informasi pembangunan melalui goretan kanvas.
Dalam kesempatan itu baik kepada peserta maupun masyarakat umum walikota mengajak untuk mendukung  perkembangan seni di Kota Tegal. Karena menurutnya, dalam setiap goretan kanvas dari seniman lukis selalu ada makna dan kindahan yang tercipta. “Karena itu jangan pernah menghambat kreatifitas orang dalam berseni”,ucapnya
Ditambahkan walikota, Pemerintah  sekarang ini selalu mendorong  para seniman untuk lebih berkreasi mengembangkan budaya dan seni  Kota Tegal.  Harapannya, melalui bahasa seni, semua unsur masyarakat dapat disatukan sehingga tercipta sebuah kedamaian di Kota Tegal.  (Daryani/MR/99).

Saturday, 25 March 2017

PENCANANGAN TEGAL KOTA KULINER MENJADI DAYA TARIK WISATAWAN



TEGAL-(Media Rakyat). Pencanangan Tegal sebagai kota kuliner menjadikan daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara. Terlihat Puluhan ribu warga Kota Tegal dan sekitanya memadati Jalan Veteran Kota Tegal, Jum'at (17/3) sore.
Salah satu wisatawan mancanegara yang sengaja datang bersama istrinya ke Tegal adalah Leonardo.  Ia pernah tinggal di Tegal, kemudian Ia pindah ke Amerika bersama orang tuanya.
Leonardo mengatakan senang sekali dengan makanan Tegal. Kuliner yang disukai yakni  kupat glabed,  soto tauco dan lengko. "Kulinernya top banget", ungkapnya
Wisatawan Amerika yang berencana 2 hari di Tegal ini juga mengungkapkan kedatangannya ke Tegal khusus untuk menyaksikan pencanangan Tegal sebagai kota kuliner. Selain itu, sebagai pengobat  klangenan akan berbagai kuliner khas Tegal. "Tegal the best", pungkas pria yang berprofesi desainer tersebut.  (Daryani/MR/99)



Friday, 17 March 2017

TEATER AKAR PENTASKAN RUWATAN TETEUGAL



TEGAL – (Media Rakyat). Panggung besar di area Universitas Pancasakti Tegal pada Selasa (14/3) yang di penuhi properti sebuah pertunjukan teater. Dengan kain hitam mengelilingi area tersebut, sebagai tanda pembatas pertunjukan teater. Tak seperti biasa pertunjukan yang sering dilakukan di dalam ruangan, kali ini para mahasiswa yang tergabung dalam Teater Akar FKIP UPS Tegal menghadirkan pementasan diluar gedung. Penonton seakan diajak untuk mengikuti sebuah peristiwa budaya dalam kemasan Ruatan Tegal, kemasan pementasan tersebut dengan Judul Ruwatan Teteugal. Naskah yang ditulis oleh Alin Ambarwati dengan mengangkat kearifan lokal yang membawanya menjadikan naskah terbaik dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah Jateng 2016.
Adegan diawali dengan nyanyian lagu Tegal Keminclong Moncer Kotane yang dilantunkan oleh aktor  Sumarni, gadis pesisir pantai Tegal yang kembali di kampungnya karena tugas kuliah sudah usai. Ia habiskan waktu bersama ayahnya. Konflik pertama hadir dengan terdengarnya sebuah ledakan besar dari lautan, entah apa yang terjadi, membuat hati Sumarni dan Ayahnya serta para warga kampung kebingungan. Asumsi pun terbentuk didalam pola fikir warga, mungkin ledakan tersebut merupakan keterkaitannya dengan tradisi ruwatan yang hilang begitu saja. Adalah momok menakutkan bagi warga, bahwa Bala adalah sebuah musibah lantaran ruwatan tidak dilakukan lagi. Bagi masyarakat, Bala adalah petaka bagi meraka, dari hasil laut yang makin berkurang, hingga jatuhnya korban tenggelam di laut.
Penonton seakan diajak untuk memasuki dunia mereka, dunia konflik kepercayaan tentang ruwatan. Konflik antara Sumarni dengan warga pun tak terhidarkan, gejolak batin membabi buta dalam hati Sumarni. Otaknya diputar untuk segera melakukan tradisi ruwatan, meski ia seorang diri, namun upaya mengumpulkan warga menjadi kunci kehadiran dukungan para masyarakat pantai. Apalagi kehadiran Mbah Tarkim membuka jalan besar pelaksanaan ruwatan, meski kondisi Mbah Tarkim sepuh namun kehadirannya membuat makin jelas bagaimana ruwatan itu berjalan. Persiapan pun berlahan dilakukan oleh para warga dengan menyiapkan perlenglkapan ruwatan, mulai dari ancak yang berisi hasil bumi dan lainnya. Tari – tarian pun sudah siap untuk digelar pada acara ruwatan. Namun keesokan harinya, salah seorang warga menemukan dan membawa kabar mengkagetkan warga kampung. Bahwa telah ditemukan mayat perempuan, mayat tersebut adalah Sumarni. Keharuan pecah, tangisan tak dapat dibendung dari mata tua sang ayah Sumarni. Lurah dan warga kampung serta anak gadis setempat hanya terdiam, sedih bahkan menangis.
Kematian Sumarni seakan dikaburkan dalam pertunjukan tersebut, sebab musababnya membuat bertanya-tanya. Hentakanm musik mendayu mengakhiri babak pementasan tersebut. Penonton pun bersorak, bertepuk tangan. Dan rangkain pementasan tersebut ditutup dengan diskusi pementasan. Hadir para pekerja seni, penikmat seni, mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Dalam penuturan Pimpinan Produksi, menyampaikan bahwa rangkain pementasan tersebut adalah dalam ranggka pentas keliling. ‘’Kami pentas keliling di beberapa kota diantaranya di Universitas PGRI Semarang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada minggu ke emapat bulan ini. Dengan pentas keliling nantinya para penonton di kota lain dapat mengenal budaya Tegal, unsur-unsur Tegal kami hadirkan, baik dialog bahasa Tegal ataupun tentang kebudayaan lain.’’, tutur Inggit.
Dalam kesempatan diskusi, Sutradara pementasan tersebut menyampaikan rasa terimasih kepada para penonton yang berkenan hadir dan mau mengapresiasi pertunjukan. ‘’Terimakasih kawan kawan yang hadir disinim\, ada dari Pekalongan, Purwokerto, Cirebon, Semarang dan Jakarta  yang jauh – jauh hadir disini’’. Ungkap M.Ilham Maulana.
Dalam pementasan tersebut para aktornya melibatkan Muthola’ah, Hiero, Alip, Dwi, Herry, Hany,Mefy, Edward, Alin, Febri, Ian. Antusias penonton pun membludak terbukti sekitar 300 penonton memadeti area pementasan tersebut. (Daryani/MR/99).

Wednesday, 15 March 2017

LOMBA REBANA BAKAL DIGELAR



TEGAL (Media Rakyat). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal bakal gelar Lomba Seni Kemasyarakatan tanggal 8 April 2017 di gedung Taman Budaya Tegal komplek Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB). Hal itu disampaikan dihadapan perwakilan 27 kelurahan saat rapat koordinasi persiapan lomba rebana di ruang rapat Setda, Selasa (14/3) pagi.
Kepala Disdikbud Kota Tegal melalui Kasi Budaya, Sri Hartati mengatakan dalam rangka memperingati hari jadi Kota Tegal ke-437, ada 3 kegiatan yang bakal digelar yaitu Tegal Tempo Dulu, update sanggar seni yang ada di Kelurahan dan Lomba Seni Kemasyarakan yang fokus pada rebana.
Hartati mengungkapkan bahwa pada perlombaan ini diharapkan setiap Kelurahan ikut berpartisipasi dengan mengirimkan delegasi group, dalam satu group terdiri antara 8-12 orang. Sedangkan untuk jenis rebana, diantaranya rebana biasa, simtu duror, rebana mapsi dan rebana dengan variasi musik atau dikenal rebana modern (nasidaria).
"Adapun aspek yang dinilai dari vocal suara, penampilan, tatanan panggung, variasi gerakan. Pada saat tampil diperobehkan menggunakan rebana jenis apapun namun tidak boleh ada alat yang bernada selain rebana", Ungkap Hartati singkat. (Daryani/MR/99).

MARINES CYCLING COMMUNITY KAMPANYE BIKE TO WORK

Dispen Kormar (Jakarta) Sejumlah daerah di Indonesia dan dunia sudah masuk ke masa transisi menuju era new normal, atau disebut juga denga...

Popular posts