Showing posts with label B R E B E S. Show all posts
Showing posts with label B R E B E S. Show all posts

Tuesday, 7 November 2017

LOMBA MERPATI TINGGI NN PAR’IN, RANDUSANGA BREBES



BREBES -  (Media Rakyat). Setelah sukses dan berhasil mengadakan lomba bertaraf nasional yang diadakan pada hari Jumat sampai dengan Minggu tanggal 20 sampai dengan 22 Oktober 2017 lalu, kini Kalangan Merpati Tinggi “NN”, Par’in, Randusanga Brebes mulai berbenah untuk lomba bertaraf nasional berikutnya yakni hari Jum’at, Sabtu dan Minggu tanggal 3,4 dan 5 November 2017.
Sebagaimana disampaikan oleh Swi Soma Budi Santoso atau yang akrab di sapa Santo bahwa lomba yang diadakan kali ini berhadiah total Rp. 25 juta rupiah dengan ketentuan pendaftaran  lomba sebesar Rp. 150 rb dan pendaftaran ulang sebesar Rp. 130 rb.
“Berbagai persiapan sudah kami lakukan beberapa hari yang lalu, diantaranya adalah pemasangan batas penggeber, area penggeber melakukan protes dan penataan area parkir yang biasanya ramai pada saat hari minggu atau  pada  saat penyisihan berlangsung,” ucap Santo.
“Untuk mendukung kinerja panitia dan berlangsungnya perlombaan secara fair play  , pada saat hari Minggu atau penyisihan berlangsung akan dipasang 4 kamera dengan tata letak depan, samping kanan dan kiri serta atas tempat burung merpati masuk,” tambah Santo sembari menjelaskan bahwa tujuan utama pemasangan kamera ini adalah untuk mengetahui burung merpati mana yang dulu masuk dan sampai ke dasar atau ke tanah dimana area yang telah ditentukan.
“saat lomba berlangsung kami juga merekrut hakim garis, tunjuk dan hakim agung yang jujur, independent serta menjunjung tinggi sportifitas,” pungkas Santo   
Banyak tim tim besar berdatangan baik dari Kabupaten Brebes maupun daerah sekitar, terlihat ada tim Baron, tim SSB, tim Jaka, Tim Mutiara M3, Tim Mutiara Hewwit dan lainnya dari Kota Tegal, sedangkan dari tim dari Brebes tampak terlihat tim Tiga Dara, tim Sinter, tim Barongsai, tim Gembel Elit, Tim Dozer serta tim yang lainnya.
Rizki salah satu tim dari Brebes, Tiga Dara dengan cirri khas kostum berwarna orange dan burung andalannya CB 100 dan Gareng 93 yang pernah menyabet juara 2 pada event lomba sebelumnya menyampaikan bahwa untuk lomba kali ini dia dan Tim nya sudah menyiapkan burung merpati andalannya dan burung lainnya yang masih satu tim bertekad dan yakin akan kembali bisa merebut juara atau podium
“Untuk persiapan lomba kali ini saya dan Tim saya akan senantiasa memaksimalkan kinerja burung lomba, diantaranya dengan memberikan porsi latihan dan perawatan yang lebih sebagaimana atlit yang akan bertanding, juga tak lupa berdoa semoga bisa juara,” ucap Rizki.
Ditambahkan oleh Iwan salah satu penggeber dari tim Dozer bahwa ia kerap memberikan perlakuan khusus pada malam hari semenjak 4 hari sebelum perlombaan berlangsung, diantaranya pemberian jamu tuturnya.
Untuk kelancaran lomba Kalangan merpati tinggi  NN, Par’in juga menyediakan tim buru sergap (buser) yang berjumlah 3 orang untuk memantau dan mencari selama masa latihan dan lomba berlangsung mana kala ada burung merpati menjauhi kalangan atau keluar jalur dari yang sudah di tentukan.
 “kalau perlu kami juga akan mencari info keberadaan burung merpati lomba yang hilang atau belum ditemukan sampai malam hari supaya cepat diketemukan dan cepat kembali kepada pemilik sah burung tersebut,” ucap Dairun. (Daryani/MR/99).

Saturday, 26 August 2017

LANTARAN KECEWA SISWA SISWI SMPN 7 BREBES SEGEL RUANG KEPSEK

BREBES - (Media Rakyat).  21 / 08 / 2017 siswa siswi SMPN 7 Brebes,menggelar aksi protes yang di tujukan kepada Kepala Sekolah,Dra. Murniasih, MPd. lantaran kecewa dengan kebijakan dan kepemimpinanya.
Selain melakukan aksi protes,siswa juga melakukan penyegelan ruang Kepala Sekolah yang di bantu sejumlah guru.
Sejumlah pintu yang di segel pengunjuk rasa dan sejumlah guru di antaranya pintu ruang kepala sekolah, pintu depan, pintu samping dalam ruang kepala sekolah.
Dalam aksinya yang berlangsung aman dan tertib, Siswa siswi SMPN 7 Brebes yang merasa tidak puas dengan kepemimpinanya hingga membuat suasana kurang nyaman tidak kondusif, menuntut agar Dra.Murniasih, MPd.(Kepala Sekolah SMPN 7 Brebes) segera di mutasi atau di ganti.
Aksi unjuk rasa juga mengungkapkan  adanya penyelewengan dana yang di pungut dari siswa dengan dalih pembanguan dan pengembangan sekolah.
Kepemimpinan Murniasih juga di anggap tidak transparan terkait dalam mengelola dan renovasi sekolah, sehingga beberapa guru merasa harus ikut mendukung aksi siswa siswinya, harapanya
Selain itu, pengunjuk rasa merasa jika selama tiga tahun kepemimpinan
Murniasih tidak ada kemajuan yang signifikan,Sikap arogansi Kepala Sekolah  tidak terkendali, tak dapat menyelesaikan masalah dan sering mengimintidasi guru lain.terang beberapa guru yang ikut menyegel ruang kepala sekolah.
Pintu yang di segel dapat di buka kembali setelah hadir giat pembongkaran palang pintu dari Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes melalui Kepala Bidang (Kabid) Dedy Setiono, bersama Kapolsek Brebes AKP Azhar, Danramil,Brebes Kapten Inf Nurhadi dan Camat Brebes,Eko Purwanto.
“Terkait dengan kejadian ini, untuk sementara kepala sekolah  di tarik ke dinas Pendidikan kabupaten brebes sambil menunggu verifikasi” terang,"Dedy.
Menanggapi adanya insiden yang terjadi pada hari senin kemarin,pada hari ini selasa 22 agustus 2017,terlihat rombongan Inspektorat dan beberapa orang perwakilan dari dinas terkait yang di dampingi oleh camat brebes langsung turun guna melakukan monitoring dan kajian.
Sementara itu seperti yang di sampaikan oleh perwakilan dinas terkait kepada Mediarakyat99 hasil dari monitoring dan kajian ini,akan di sampaikan langsung ke Bupati Brebes sebagai pengambil keputusan dan kebijakan. (Daryani/MR/99)



Friday, 1 July 2016

WALIKOTA TEGAL HADIRI APEL GELAR PASUKAN OPS RAMDANIYAH CANDI 2016

Walikota Tegal Cek Kesiapan Pasukan
BREBES – Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Candi 2016 yang digelar di Stadion Karang Birahi, Kabupaten Brebes, Kamis (30/6).
Apel Gelar Pasukan ini menandai dilaksanakannya Operasi Ramadniya Candi 2016 mulai hari ini, Kamis (30/6) hingga 15 Juli mendatang.
Walikota Tegal mengatakan Kota Tegal siap dilewati para pemudik yang melintas jalur pantura Kota Tegal setelah keluar dari Exit Tol Brebes Timur. Meski diprediksi macet, telah disediakan jalur Jalan Lingkar Utara untuk memecah kemacetan dan rekayasa lalu lintas sepanjang jalur mudik.
“Kesiapan aparat dalam mengamankan Hari Raya Idul Fitri dibuktikan dalam apel gelar pasukan hari ini,” kata Walikota.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang bertindak sebagai Pengambil Apel membacakan sambutan Kapolrei Jenderal Pol Drs Badrodin Haiti, dalam apel yang diikuti oleh 158.402 personel yang akan diterjunkan untuk mendukun Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1437 H tahun 2016.
“Hari ini kita gelar pasukan untuk menunjukkan kepada publik kita siap. Yang biasanya apel ini digelar di Semarang, maka hari ini kita tempatkan di sumber kemacetan. Diharapkan pasukan yang diapelkan akan bisa membantu masyarakat mudik,” jelas Gubernur.
“Kita dibantu oleh bupati dan walikota yang bukan saja di jalur pantura juga yang ada di selatan dan tengah,” sebut Gubernur.
Gubernur saat membacakan sambutan Kapolri Jenderal Pol Drs Badrodin Haiti menerangkan 158.402 personel diterjunkan untuk mendukung penyelenggaraan operasi tersebut."Dalam operasi kemanusiaan ini kekuatan yang akan digelar 158.402 orang. Terdiri dari Mabes Polri 2.043 orang, Polda sebanyak 89.613 orang, serta instansi terkait sebanyak 66.746 orang yang tersebar di 3.097 pos pengamanan dan 1.112 pos pelayanan," terangnya.
Ganjar menjelaskan, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum mencapai 17,6 juta orang. Terdiri dari penumpang angkutan jalan, angkutan penyeberangan, kereta api, angkutan laut, dan angkatan udara. "Pemudik yang menggunakan mobil pribadi diprediksi 2,4 juta kendaraan. Untuk sepeda motor lebih banyak lagi, sebanyak 5,6 juta kendaraan. Puncak arus mudik lebaran untuk semua moda transportasi diprediksi H-4 dan arus baliknya diprediksi H-3," bebernya.
Usai memimpin Apel Gelar Pasukan, Ganjar didampingi Kapolda Jateng dan Pangdam Jateng memusnahkan ratusan botol minuman keras secara simbolis. Sebagai informasi, jajaran kepolisian resort (Polres) se-eks wilayah Pekalongan berhasil menindak 2.223 kasus miras dengan barang bukti berupa miras sebanyak 436.931 botol selama penyelenggaraan operasi penyakit masyarakat (Ops Pekat) pada kurun waktu 30 Mei hingga 13 Juni 2016.
Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono mengatakan mengenai penamaan Ramadniya dari bahasa sansekerta yang artinya suci. Selain itu bisa diartikan operasi Ramadhan dan Hari Raya.
“Hari ini ada sedikit peningkatan, puncaknya mulai Jumat, Sabtu dan Minggu. Oleh karenanya Pos Terpadu kita tempatkan tahun lalu ditempatkan di Pejagan kita pindah ke Exit Tol Brebes Timur. Personel dari Polda sudah diturunkan hari ini, TNI dan potensi masyarakat dan bhayangkara. Juga dapat tambahan dari Mabes Polri dari ISPN dan Brimob,” jelas Condro.
Kota Tegal disebut Kapolda sebagai titik rawan macet, namun di Kota Tegal telah dibuka jalan lingkar utara yang mengurai kemacetan sampai ke luar Kota Tegal. “Kita akan terapkan kontra flow dari Exit Brebes Timur sampai ke luar Kota Tegal sekitar 10 KM mulai Jumat atau Sabtu,” jelas Condro.

Sunday, 17 April 2016

PILKADES SERENTAK 39 DESA DISAMBUT ANTUSIAS OLEH WARGA


Balon Kades Desa Siasem
BREBES - (Media Rakyat). Pelaksanaan pilkades serentak di wilayah Kabupaten Brebes Minggu (17/04/2016) yang dilaksanakan secara demokarasi di sambut antusias masyarakat Kab. Brebes. Warga dari 39 desa di wilayah Kab. Brebes yang sedang melaksanakan Pilkades salah satunya Desa Siasem, antusias mendatangi TPS untuk memilih Balon Kades yang baru.
Rendi ardiansah salah satu warga Desa Siasem menuturkan, dengan adanya pilkades yang diadakan serentak dan dibiayai oleh APBD menjadikan kami bisa memilih pemimpin desa yang amanah dan bijak terhadap keputusannya saat memipin desa nantinya. Dengan adanya pelaksanaan pilkades yang dibiayai APBD dapat memberikan kesadaran terhadap warga akan arti pentingnya pilkades. 
Tinggal kita sebagai warga agar dapat menjaga kerukunan dan kedamaian agar tidak terjadi tindakan anarkis apabila balon yang kita dukung tidak terpilih sebagai kades. tuturnya
Pada saat yang bersamaan Arifin Saputra Panitia Pilkades juga merasa senang dengan adanya pilkades digelar secara bersamaan di 39 desa di wilayah Kab. Brebes yang dibiayai oleha APBD. " Pelaksanaan pilkades dengan dibiayai APBD kami merasa senang karena mulai dari kertas suara, penyiapan TPS, pengamanan dan konsumsi di biayai dari APBD". tutur arifin (Daryani/MR/99)

Wednesday, 6 April 2016

LSM GEBRAK SOALKAN ANGGARAN 1,4 M UNTUK PILKADES SERENTAK

Audensi LSM Gebrak dengan asisten I Kab. Brebes
BREBES - (Media Rakyat). Seluruh Anggota LSM GEBRAK Kabupaten Brebes Senin (4/4/2016) datangi kantor Bupati Brebes terkait dengan anggaran APBD yang dialokasikan untuk pelaksanaan Pilkades serentak di 39 desa sekabupaten Brebes. Anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan Pilkades tersebut mencapai 1,4 milyar rupiah, dengan  anggaran sebesar itu berpotensi penyimpangan dan double anggaran didalam pelaksanaannya, karena dalam kenyataanya setiap desa hanya menerima 10 juta dari anggaran APBD bila dikalikan dengan jumlah desa berarti hanya 390 juta saja.
LSM GEBRAK juga menduga adanya penggelembungan anggaran pada penyediaan surat suara yang berkualitas yang tidak sesuai dengan RAB. "Bukan hanya itu bendahara pilkades mengeluarkan biaya yang tidak tercantum dalam RAB seperti panitia meminta anggaran kepada semua balon (bakal calon) untuk biaya pilkades, untuk uang transport panitia tingkat kabupaten dan kecamatan atau pihak ketiga, karena tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan" ujar Darwanto selaku koordinator LSM GEBRAK saat memberikan materi-materi laporan yang diterima oleh asisten satu diruangan sekda.
Menurut Asisten I Suprapto, SH, Pemerintah akan mengkaji ulang soal anggaran tersebut untuk meminimalkan anggaran, terkait dengan agar semua elemen masyarakat mengetahui bahwa semua itu sudah disepakati bersama dan transparansi semua anggaran biaya untuk pilkades serentak pihak pemerintah sudah mempublikasikannya.
Semua sudah disiapkan dengan baik dalam pengamanan maupun transportasi pelaksanaan Pilkades serentak yang biayanya ditanggung oleh APBD Kabupaten Brebes, jadi bila ada yang mengatakan adanya tambahan yang dipungut oleh panitia itu tidak benar dan bukan tanggung jawab pemerintah Kabupaten Brebes apabila adanya biaya yang terduga tersebut. Ujarnya. (Daryani/MR/99)

Saturday, 27 February 2016

BUPATI BREBES SERAHKAN BERKAS PENDAFTARAN KE DPC PDI.P

Idza Priyanti, SE saat menyerahkan berkas pendaftaran Balon Bupati
BREBES-(Media Rakyat). Dengan dibukanya pendaftaran bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati periode 2017/2022, DPC PDIP menerima pendaftaran balon bupati yang penyerahan berkas pendaftaranya berakhir pada hari jum'at (25/02) pukul 23:59 WIB di sekretarian DPC PDIP Kab. Brebes Jalan Taman Siswa No. 8 Brebes. Berkas yang telah masuk selanjutnya di verifikasi ulang oleh tim penjaringan dan penyaringan balon bupati dan wakil bupati brebes.
Menurut ketua panitia pendaftaran DR. H. ILLIA AMIN, MM, M.Pd berkas formulir pendaftaran harus sudah terkumpul pada waktu yang telah ditentukan guna memverifikasi lebih lanjut, untuk bakal calon dari inkumben semuanya mengajukan pendaftaran adapun nantinya berkas pendaftaran mereka akan dibawa ke DPD guna penyelesaian lebih lanjut.
Idza Priyanti, SE selaku bakal calon incumben mengatakan, saya siap mencalonkan lagi guna mebangun Kabupaten Brebes dan siap mengemban amanat masyarakat Kabupaten Brebes, baik dibidang pembangunan, pendidikan dan program-program pemerintah lainnya.
Ditanya soal pesaing balon yang unggul, "semuanya sama-sama mempunyai power dan massa masing-masing", soal dukungan dari parpol lain, "akan menggandeng parpol yang akan membantu untuk mensukseskan saat pemungutan suara nantinya". Ujarnya. (Daryani/MR/99)

Sunday, 31 January 2016

MARCHING BAND AKPOL MERIAHKAN HUT KABUPATEN BREBES KE - 338

Marching Band Cendrawasih Akpo Semarang
BREBES - (Media Rakyat) Karnaval dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Brebes Ke - 338 berlangsung sangat meriah, salah satu yang ikut memeriahkan karnaval tersebut Marching Band Cendrawasih dari taruna Akpol Semarang yang dikepalai langsung oleh Gubernur Akpol Brigjend Pol dr. ANAS YUSUF.
Karnaval start dari pintu tol Brebes II dan finis di alun-alun Brebes, pelepasan peserta karnaval dilakukan oleh Bupati Brebes Hj. IDZA PRIYANTI, A.Md, SE, dengan posisi barisan terdepan Marching Band Akpol diikuti peserta dari SMA dan SMK se - Kabupaten Brebes.
Marching Band Akpol menjadi pusat perhatian para penonton yang melihat pelaksanaan kegiatan karnaval, karena marching band akpol memperlihatan atraksi-atraksi yang memukau terlebih saat didepan panggung kehormatan Bupati dan tamu undangan.
Dalam acara karnaval tersebut disamping ikut memeriahkan Marching Band Akpol juga memeberikan cindera mata berupa patung Taruna Akpol sebagai tanda ucapat selamat hari jadi Kabupaten Brebes yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Akpol Brigjend Pol dr. ANAS YUSUF disaksikan jajaran SKPD dan Kapolres Brebes beserta masyarakat brebes yang menyaksikan karnaval. (Daryani/MR/99)

Tuesday, 3 November 2015

DUKUNG SWASEMBADA GARAM, BPSDMP KP GELAR UNJUK KERJA INKUBATOR BISNIS



Brebes-(Media Rakyat). Dalam rangka mencetak SDM kompeten serta mengembangkan inkubator bisnis di sektor kelautan dan perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP), secara bertahap membangun 24 taman teknologi (technopark) kelautan dan perikanan pada 2015-2019. Peluncuran technopark ini telah dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Juni lalu, di Jakarta. Sebagai salah satu implementasi taman teknologi kelautan dan perikanan tersebut serta dalam rangka mendukung swasembada garam, BPSDMP KP menggelar Unjuk Kerja Taman Teknologi Kelautan dan Perikanan pada inkubator bisnis garam Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Tegal, yang dihadiri oleh Bupati Brebes Idza Priyanti, Sabtu (31), di tambak garam Desa Kali Wlingi, Brebes.

 Menurut Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) BPSDMP KP, Mulyoto, pembangunan technopark berfungsi sebagai pusat penerapan teknologi untuk mendorong perekonomian di Kabupaten/Kota serta sebagai tempat pelatihan, pemagangan, diseminasi teknologi, dan advokasi bisnis ke masyarakat luas. Pembangunan technopark merupakan implementasi program Nawa Cita kabinet kerja, khususnya poin keenam, yakni meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. Dari 100 technopark yang akan dibangun, KKP bertanggungjawab untuk membangun 24 technopark, salah satunya Bahari Technopark Tegal.

Bahari Technopark Tegal yang berada di Kampus BPPP Tegal mengembangkan teknologi sesuai dengan potensi daerah melalui beberapa inkubator bisnis, yakni inkubator bisnis garam di Desa Kali Wlingi Kab. Brebes, inkubator bisnis budidaya Udang Galah dan Padi (Ugadi) di Desa Lebaksiu Kab. Tegal, inkubator bisnis udang vanamae di Kel. Panggung Kota Tegal, inkubator bisnis budidaya ikan padat tebar tinggi dan pembuatan pakan ikan mandiri di Kampus BPPP Tegal. Inkubator bisnis tersebut bertujuan untuk menumbuhkan wirausaha baru serta peningkatan produksi para pelaku usaha perikanan dan kelautan melalui kegiatan pelatihan, transfer teknologi serta pendampingan yang dilakukan secara bersama-sama oleh kelompok kerja technopark, yang terdiri dari unsur Balai Diklat Perikanan, penelitian dan pengembangan, akademisi, pelaku usaha serta masyarakat.

Salah satu inovator yang berjasa di bidang ini adalah Dradjat, widyaiswara BPPP Tegal. Ia telah mendapatkan penghargaan dari Menteri KP Susi Pudjiastuti, Januari lalu, dan penghargaan Satya Lancana Wirakarya dari Presiden Joko Widodo, pada peringatan HUT RI 17 Agustus lalu, atas prestasinya mengembangkan usaha garam ini di masyarakat di berbagai daerah, dengan menggunakan teknologi ulir filter dan geomembran.

Untuk mengaplikasikannya di Brebes, inkubator bisnis garam Desa Kali Wlingi mulai dikembangkan sejak Juli 2015, dimulai dengan pelatihan pembuatan lahan garam sistem Teknologi Ulir Filter (TUF) dan Pemasangan Geomembran (LDPE) yang diikuti oleh petambak garam sekitar. Lahan garam seluas 1 hektar terdiri dari saluran pemasukan air dan tandon air yang ada di sisi lahan, petakan ulir yang dihubungkan dengan filter, serta 14 meja kristalisasi garam. Pada akhir Agustus, lahan tersebut memulai produksi garam dengan produktivitas 1,5 ton per 10 hari per meja kristalisasi (ukuran 10 m X 12 m). Keuntungan yang diperoleh dari produksi garam per hektar per musim di inkubator bisnis garam adalah sebesar Rp 136.760.000.

 Produktivitas inkubator bisnis garam di desa ini mengaplikasikan sistem TUF dan Geomembran sebesar 252 ton per ha per musim, sangat berbeda dengan produktivitas garam tradisional yang hanya berkisar 60 ton per ha per musim. Dengan sistem TUF dan Geomembran, produksi naik sebesar 400 persen, yang membuat petambak garam di sekitar lokasi secara spontan ikut menerapkan teknologi TUF dan Geomembran secara swadaya.

 Inkubator bisnis garam Bahari Technopark Tegal juga memfasilitasi pemasaran produk garam yang dihasilkan oleh petambak garam yang telah dilatih dan menerapkan metode TUF serta geomembran, untuk diserap oleh industri sebagai bahan baku proses produksi. Salah satu industri, PT. Colorindo Multi Mitra, telah bersedia membeli garam tersebut dengan harga Rp 650 per kilogram. Karena itu, pada acara unjuk kerja ini diselenggarakan penandatangan kerja sama pembelian garam antara Kelompok Petambak Garam di Brebes dengan PT. Colorindo Multi Mitra.

 Selain unjuk kerja dam pendantangan kerja sama, pada acara ini juga dilakukan penyerahan bantuan sarana dan prasarana Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) dari Puslat KP ke Dinas Kelautan dan Perikanan, yang selanjutnya diserahkan kepada Pengelola P2MKP setempat.

 Ke depannya, untuk lebih mengoptimalkan fungsi inkubator bisnis garam sebagai bagian dari Bahari Technopark Tegal, akan dibangun inkubator bisnis garam di atas tanah milik Pemerintah Kabupaten Brebes dengan status pinjam pakai. Di dalamnya terdapat kegiatan penelitian/aplikasi teknologi meliputi berbagai metode pembuatan garam, peningkatan kuantitas dan kualitas produksi garam, pemanfaatan garam untuk kesehatan, farmasi, kosmetik, konsumsi, serta wisata pendidikan garam. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, akan dilibatkan berbagai pihak dari pemerintah, akademisi, bisnis dan kelompok masyarakat.

 Mulyoto berharap dengan adanya inkubator bisnis garam Bahari Technopark Tegal di Kabupaten Brebes dapat meningkatkan kesejahteraan petambak garam, baik di Kabupaten Brebes maupun di seluruh tanah air, sehingga swasembada garam yang telah dicanangkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dapat segera terwujud. (Tim/MR/99)

Thursday, 16 July 2015

MENDEKATI IDUL FITRI PANTURA MENGALAMI KEMACETAN

     
Kepadatan kendaraan disaat mendekati lebaran mengakibatkan kemacetan.

      Brebes (Media Rakyat)- Jelang Idul Fitri jumlah kendaraan pemudik makin menumpuk di pantura Brebes- Semarang hingga mengakibatkan kemacetan panjang kurang lebihnya sekitar 15 km Penumpukan kendaraan terlihat mulai dari pintu tol Brebes mulai pukul 11:00. .Rabu (15/7).
      Kondisi tersebut membuat Tim gabungan dari TNI, POLRI dan RTCM Polda Jateng tepaksa memberlakukan jalur buka tutup. Karena sebaliknya kendaraan yang melaju dari arah Tegal-jakarta juga mengalami hal serupa mulai dari perempatan maya Tegal sampai ke Brebes kondisinya padat merayap.
       Padahal dari pintu Tol 2 Brebes sampai jembatan Kaligangsa sudah di berlakukan tiga jalur untuk kendara dari arah Jakarta, dari hasil pantauan dilapangan diperkirakan sampai malam hinga hari kamis lonjakan kendaraan akan terus bertambah mengingat hari kamis baik karyawan atau PNS yang bekerja di jakarta sudah muali cuti bersama.
         Dari data Sekama pengamatan Posko survei Kaligangsa, hingga pukul 07:30 derasnya arus kendaraan dari semua jenis per 15 menit jumlah nya mencapai 5168 yang melewati jalur pantura. 
(Dar/MR/99)

Tuesday, 6 May 2014

PROYEK PEMBANGUNAN EMBUNG SENILAI LIMA MILYAR "MEMPRIHATINKAN'

Salah satu bagian embung yang sudah jebol.
    Brebes (Media Rakyat) Pembangunan fasilitas embung yang dibangun dengan sumber dana dari APBN dengan menelan biaya sebesar Lima miliar, sangat memprihatinkan karena bangunan yang baru saja dibangun belum bisa dinikmati warga yang berada di Kelurahan Limbangan Wetan Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, bahkan warga sangat kecewa dengan kondisinya bangunan yang sudah jebol/ambrol kurang lebih 20 meter. 
       Jebolnya tanggul yang diperkirakan sudah satu minggu ini diduga karena material yang dipakai tidak sesuai dengan Gambar atau Rencana Anggaran Belanja (RAB), karena sebelumnya bangunan tersebut juga ambruk dan dibetulkan kembali, namun pondasi yang lainya kembali ambruk dan sampai saat ini dibiarkan rusak begitu saja tanpa penanganan lanjut dari pihak rekanan maupun PSDA. 
        Sampai sekarang belum ada serah terima dari pihak rekanan maupun Dinas terkait kepada Desa, hingga warga desa tidak bisa menikmati manfaat fasilitas embung tersebut. Rofikin sekdes limbangan.itu sangat menyayangkan besarnya dana dana yang dikeluarkan Pemerintah  namun menghasilkan bangunan yang kualitasnya buruk. 
     Mujiaro (Kepala bagian sungai wilayah Brebes) saat ditemui diruang kerjanya (5/5/14), membenarkan adanya tanggul embung yang jebol, namun sampai sekarang belum ada klarifikasi dari pihak rekanan, apakah itu masih dalam proses perawatan atau sudah habis massa pemeliharaan." itu belum ada kejelasan karena kami pernah dapat tembusan dari pihak PSDA Pemali comal "Pungkasnya. (dar/MR/99)

MARINES CYCLING COMMUNITY KAMPANYE BIKE TO WORK

Dispen Kormar (Jakarta) Sejumlah daerah di Indonesia dan dunia sudah masuk ke masa transisi menuju era new normal, atau disebut juga denga...

Popular posts