![]() |
| Bupati dengan nelayan Mojo |
PEMALANG - (Media Rakyat). Rodshow Bupati yang kesekian kalinya di
Kecamatan Ulujami, sengaja menemui kelompok tani nelayan di TPI Mojo.
Kamis (5/11) di ruangan yang bersebelahan dengan tempat lelang.
Sejumlah nelayan di Desa Mojo Kecamatan Ulujami yang biasa melelang
hasil tangkapannya di TPI Mojo, meminta agar pemerintah daerah
mengusahakan pendirian SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan). Hal ini
disebabkan untuk mendapatkan bahan bakar, mereka harus membeli di eceran
dengan harga sekitar Rp 10 Ribu, karena jarak SPBU yang harus ditempuh
terlalu jauh dan menambah biaya yang terlalu besar, sehingga para nelayan
mengusulkan pada Bupati untuk dibangunkan SPDN.
Dalam pertemuan tersebut salah seorang nelayan Desa Mojo kepada Bupati Pemalang H.Junaedi, SH, MM yang didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Munthohir SP,
mengatakan " jumlah nelayan di TPI Mojo kurang lebih mencapai 800
nelayan, dan setiap hari melaut menghabiskan bahan bakar sekitar 50 - 60
liter, seandainya di TPI dibangun SPDN petani nelayan Mojo akan
Berkurang biaya bahan bakarnya.
Sementara itu menurut
seorang petugas TPI Mojo, sejak diserahkan dari pemerintah provinsi ke
daerah terjadi peningkatan pesat dalam jumlah raman. Bahkan hingga Bulan
September sudah mencapai Rp 5 Miliar lebih, begitupun untuk jumlah
nelayan yang biasa sandar.
Bupati Pemalang, H Junaedi, SH, MM menyatakan memahami alasan para nelayan meminta pendirian SPDN, sehingga ia pun akan mengusahakannya melanjutkan pembangunan di tahun 2016 mendatang. Dimana dengan rencana akan dilakukan melalui Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), untuk diajukan pada Pertamina agar bisa terrealisir. "Begitupun untuk mercusuar apalagi mushola, karena itu merupakan sarana untuk beribadah maka sangat penting untuk dapat direalisasikan."(Heri/MR/99)
Bupati Pemalang, H Junaedi, SH, MM menyatakan memahami alasan para nelayan meminta pendirian SPDN, sehingga ia pun akan mengusahakannya melanjutkan pembangunan di tahun 2016 mendatang. Dimana dengan rencana akan dilakukan melalui Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), untuk diajukan pada Pertamina agar bisa terrealisir. "Begitupun untuk mercusuar apalagi mushola, karena itu merupakan sarana untuk beribadah maka sangat penting untuk dapat direalisasikan."(Heri/MR/99)
