TEGAL- (Media Rakyat). Proses
penataan ulang Pelabuhan Kota Tegal akan dimulai Februari Tahun 2017. Hal itu
diungkapkan Direktur Pelindo 3 Orias Petrus Moedak saat bertemu Walikota Tegal
KMT Hj. Siti Masitha Soeparno di ruang Adipura, Selasa (11/10). Kunjungan kali
ini terkait proses pengembangan Pelabuhan Kota Tegal dari pelabuhan perikanan
menjadi pelabuhan niaga dan penumpang yang digagas Pemerintah Kota Tegal.
Walikota Tegal mengatakan
Pelabuhan Kota Tegal merupakan salah satu potensi yang dimiliki Kota Tegal
untuk dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu
Pemerintah Kota Tegal ingin Pelabuhan Kota Tegal dapat dikembangkan lebih
lanjut. “Tidak hanya menjadi pusat kawasan perikanan, namun Pelabuhan Kota
Tegal juga harus menjadi Pelabuhan Niaga dan Penumpang.
Selain itu
walikota juga memandang pengembangan pelabuhan ini mutlak dilakukan mengingat dampak
yang akan dirasakan Kota Tegal terhadap pembangunan Jalan Tol Pejagan Pemalang.
“Dengan tidak adanya Exit Tol di Kota Tegal akan berdampak pada mobilitas orang
yang masuk ke Kota Tegal, hal ini tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat Kota Tegal”, ucapnya.
Oleh karena itu menurutnya
potensi pelabuhan harus dimaksimalkan. Selain untuk mengembalikan kebahari-an
Kota Tegal, pengembangan pelabuhan juga untuk mendukung program-program pemerintah
untuk meningkatkan taraf hidup nelayan.
Sementara itu Direktur
Pelindo 3 Orias mengatakan setelah melihat langsung ke lokasi pihaknya merasa
prihatin dengan kondisi pelabuhan Kota Tegal. Oleh karena itu pihaknya akan
memulai proses pembenahan dengan menggeser kapal-kapal nelayan yang selama ini
terparkir di pelabuhan dilanjutkan pengerukan baik dikawasan pelabuhan maupun
di ujung alur pelabuhan. “Kegiatan itu akan dimulai Februari 2017 dan ditarget
selesai selama 1 tahun berikutnya”. ungkapnya.
Orias
menambahkan untuk membuat Pelabuhan Kota Tegal menjadi pelabuhan niaga dan
penumpang pihaknya akan terlebih dahulu melihat potensi industri daerah
sekitarnya. “Oleh karena itu pengembangan akan disesuaikan dengan kebutuhan
daerah-daerah disekitarnya”. ucapnya.
Kepala Bappeda
Kota Tegal Ir. Nur Effendi M.Si mengatakan potensi untuk mengembangkan
pelabuhan Kota Tegal menjadi pelabuhan niaga sangat besar, hal ini didukung
jumlah konsentrasi nelayan Kota Tegal yang mencapai 12.000 orang yang selama
ini tersebar diseluruh Indonesia. Industri perikanan di Kota Tegal saat ini
juga masih terbatas sampai pengolahan bahan mentah. Dengan adanya pengembangan para
pengusaha dapat mengolah hasil perikanannya di Kota Tegal menjadi produk-produk
perikananan jadi lainnya. “Pelabuhan Kota Tegal juga sudah dilirik Investor
dari Korea”. ‘terangnya.
Harapannya
setelah adanya penataan pelabuhan nelayan-nelayan Kota Tegal yang selama ini
tersebar dapat kembali ke Tegal dan memposes hasil tangkapannya di Tegal
sehingga dapat meningkatkan perekonomian Masyarakat Kota Tegal. (Daryani/MR/99)