TEGAL – (Media
Rakyat).
Ada beberapa titik yang menjadi pemantauan hendaknya mendapat perhatian . titik
titik tersebut adalah terkait dengan infrakstruktur yang kesemuanya masuk
kedalam program penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini terlihat pada saat
Monitoring Wajah Kota Tegal dengan bersepeda dan dilajutkan dialog antara
Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno dengan warga kelurahan Kejambon,
Jumat (18/11)
Diungkapkan oleh Walikota “ Intinya
untuk pembangunan Kota Tegal dalam kurun waktu kepemimpinan Bunda Sitha selama
2, 5 tahun paling utama adalah pembenahan infrastruktur yang meliputi 4
kecamatan dan 27 kelurahan”
Karena besarnya anggaran yang tidak
sedikit untuk membangun infrastruktur di Kota Tegal, Pemerintah Kota Tegal
selalu melakukan koordinasi dengan Provinsi maupun Kementrian Terkait yang ada
di Pusat untuk bisa mewujudkannya “ Bagaimana kota Tegal mendapat anggaran ,
karena tanpa anggaran tidak bisa membangun , koordinasi ke Pusat menyampaikan
bahwa Kota Tegal perlu membangun Jalan, perlu lampu , pembenahan saluran ,
sungainya bersih ini terus menerus dilakukan sehingga Alhamdulillah sudah ada
anggaran untuk bisa membangun sehingga inilah sebagian dari yang sudah
terlihat.” Ungkap Walikota
Terkait dengan keamanan Wilayah Walikota
juga mengingatkan “Kepada semua pihak yang terkait jagalah selalu ketertiban
keamanan lingkungan ,laporan dari setiap RW bahwa siskamling berjalan dengan
baik, kita harus jaga lingkungan kita sendiri.”
Sementara itu terkait pemasangan baner
maupun iklan yang dipasang di pohon dengan cara dipaku Walikota menyayangkan
hal itu terjadi “Saat monitoring bunda masih melihat pohon pohon dilukai ,
jangan kita paku pohon pohon ini kesadaran dari warga sendiri bahwa disekitar
lingkungan ada pohon yang dipaku segera dilepas, ini sama saja kalau kita
dilukai akan terasa sakit , pohon juga begitu, kenapa bunda bicara begitu
karena menanam pohon itu membutuhkan waktu bertahun tahun, itu kita sadari
untuk menjadi contoh anak anak untuk cinta lingkungan.”
Dalam aspirasi yang disampaikan oleh Budi
ketua LPMK Kelurahan Kejambon tentang Penerangan Jalan Umum (PJU) di Daerah Gor
yang masih kuning supaya bisa disesuaikan dengan yang lain yaitu memakai Lampu
LED, PDAM yang sama sekali tidak mengalir, Saluran Drainase sebelah timur GOR
yang tidak ada Saluran.
Disampaikan oleh Walikota Tegal melalui
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tegal Ir. Sugiyanto, MT bahwa sugiyanto
untuk lampu lampu yang kuning akan kita ganti LED semua dan , karena itu sudah diprogramkan oleh
Pemerintah Kota Tegal, PDAM sudah ada program hibah yang didapatkan diharapkan
bisa menyalurkan PDAM ke seluruh warga Kota Tegal dan juga ada peningkatan
anggaran infrastruktur yang dulunya 35 miliar menjadi 165 miliar untuk tahun
pertama dan tahun kedua periode kepemimpinan Walikota menjadi 202 miliar.
Sementara itu terkait aspirasi Ansori
agar diberi pembinaan dan pelatihan untuk Wartekkel disampaikan oleh
Walikota “Wartekkel insyaalloh mendapat
perhatian sehingga saat dirjen Ristek hadir , bunda menyampaikan ini program
TTG harus menjadi Teknologi Tepat Guna yang bisa bermanfaat dan bisa dipasarkan
keluar , program untuk pelatihannya akan diambil dari kementrian terkait asal
ibu bapaknya bersemangat dan terus berinovasi.” ,
diungkapkan pula oleh Kepala BPMPKB, dr,
Moehammad Hafidz, M.Kes “ Pada kesempatan ini untuk menyiapkan dalam minggu
depan akan ada pameran TTG tingkat nasional , dan berharap dari kejambon bisa
produksi untuk mengikutinya, kita juga akan mengembangkan teknologi tepat guna
di masyarakat.” (Daryani/MR/99)