TEGAL- (Media
Rakyat). Akibat
hujan lebat yang mengguyur Kota Tegal dan daerah sekitarnya semalam, sejumlah wilayah di Kota Tegal dilanda
banjir. Kelurahan Sumurpanggang, Krandon, dan Kaligangsa serta beberapa daerah
disekitarnya merupakan beberapa daerah yang paling parah terkena dampak banjir.
Menyikapi hal ini Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha
Soeparno mengatakan, banjir yang
terjadi Kelurahan Sumurpanggang, Krandon
dan Kaligangsa serta beberapa daerah lain di Kecamatan Margadana murni
merupakan banjir kiriman dari selatan Kota Tegal. “Hal ini terjadi karena beberapa bendungan
yang berada di selatan Kota Tegal atau tepatnya di Kab. Tegal tidak mampu
menampung debit dari air hujan yang turun sepanjang malam sehingga arus air
yang turun melalui Sungai Kemiri meluap ke perkampungan,”. Ungkap walikota saat
memantau langsung kondisi banjir di Kec. Margadana.
Namun dirinya mengungkapkan untuk membantu warga yang
terdampak banjir, pihaknya telah melakukan langkah cepat dengan membangun posko
bantuan berupa dapur umum yang akan menyuplai kebutuhan makanan bagi warga yang
saat ini tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. “Sebanyak 700 nasi
bungkus hari ini telah disiagakan di dapur umum yang dikoordinir PMI Kota
Tegal. Tidak hanya hari ini, pemberian bantuan tersebut akan berlangsung sampai
kondisi wilayah yang terkena kena banjir kembali normal,”ungkpanya.
Selain dapur umum dikatakan walikota, Pemkot Tegal melalui Dinas Kesehatan juga
telah menyiagakan sejumlah pos kesehatan, selain itu Pemkot juga akan
menyediakan beberapa titik penampungan di beberapa Musola, Posyandu, dan
sekitar Polder Bayeman, serta beberapa tempat lain yang akan disediakan pihak
kelurahan.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata
Ruang Kota Tegal Sugiyanto ST.MT mengatakan banjir yang melanda Kelurahan
Sumurpanggang, Krandon, dan Kaligangsa serta beberapa daerah sekitarnya murni akibat
cuaca ekstrim yang mengakibatkan hujan turun sangat lebat semalam. Akibatnya
beberapa bendungan yang berada di daerah atas selatan Kota Tegal tidak mampu
menampung debit air hujan, hal ini berakibat arus air yang melalui sungai
Kemiri meluap ke daerah permukiman di beberapa wailayah di Kec. Margadana.
“Jadi permasalahanya bukan karena drainase, namun
murni karena adanya banjir kiriman dari daerah atas di selatan Kota Tegal,”ucapnya. Diungkapkan Sugiyanto, debit air yang ada di
beberapa bendungan di Kab. Tegal sebagian masuk ke Sungai Kaligung, sebagain ke
Sungai Kaligangsa, namun sebagaian besar masuk ke Sungai Kemiri. “Sungai Kemiri
yang tidak lagi mampu banyaknya debit air inilah, air akhirnya meluap ke pemukiman warga,” jelas
sugiarto.
Dirinya menambahkan, untuk menanggulangi permasalahan
banjir agar tidak terulang lagi, Pemkot akan menerapkan beberapa langkah pencegahan
salah satunya dengan memperlebar saluran-saluran air utama yang ada di wilayah
tersebut . Dirinya menjelaskan saat ini
saluran-saluran utama didaerah tersebut hanya selebar kurang dari dua meter.”
Kedepan pemkot akan memperlebar saluran tersebut hingga empat meter, sehingga
harapannya banjir yang selama ini terjadi dapat segera teratasi,”ungkapnya. (Daryani/MR/99).