TEGAL-(Media Rakyat). Kepala DPU PR Kota Tegal, Sugiyanto, ST,
MT menyatakan dua minggu lagi pembangunan jembatan blanak selesai.
“Dua minggu lagi
jembatan jalan Blanak selesai pengerjaannya” Demikian disampaikan Sugiyanto
pada Acara silaturahmi Walikota Tegal dengan masyarakat Kecamatan Tegal Barat,
Rabu (22/3) malam.
Sugiyanto menyampaikan
hal tersebut menjawab pertanyaan Warga perihal proyek jembatan blanak yang tak
kunjung selesai.
Hadir pada acara
tersebut Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno, Plt Sekda Kota Tega,
Dyah Kemala Sintha, SH.MH, Pimpinan OPD, Camat dan lurah se Kecamatan Tegal
Barat. Acara dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, LPMK, ketua RT dan ketua
RW se-Kecamatan Tegal Barat.
Walikota Tegal, KMT.
Hj. Siti Masitha Soeparno dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada
seluruh masyarakat Kecamatan Tegal Barat, atas dukungannya dalam pelaksanaan
pembangunan.
“Saya mengucapkan
terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada seluruh masyarakat Kota Tegal,
khususnya masyarakat Kecamatan Tegal Barat, yang selalu mendukung pelaksanaan
pembangunan” ungkap Siti Masitha.
Menjawab pertanyaan
warga terkait tunggakan SPPT PBB yang banyak dikeluhkan Warga, Walikota
menghimbau agar kewajiban pajak di tahun 2017 agar dilunasi agar dilunasi.
Masalah tunggakan akan dicari jalan keluar terbaik.
“Silahkan PBB tahun
2017 dibayar dulu, masalah tunggakan akan kita cari solusi terbaik. Prinsipnya
kami tidak akan memberatkan masyarakat” ucap Siti Masitha.
“Pemerintah tidak akan
mengambil sesuatu dari masyarakat yang tidak semestinya,” imbuhnya, disambut
riuh tepuk tangan warga yang hadir.
Terkait dengan minimnya
para kaula muda untuk menjadi pegurus RT dan RW, yang mungkin disebabkan oleh
rendahnya operasional RT RW seperti yang disampaikan oleh Ketua Paguyuban RT/RW
dan Lurah Se Kecamatan Tegal Barat yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua RW.
01 Kelurahan. Tegalsari, Sri Sujarno
“Insyaallah kedepan
untuk kenaikan operasional ketua RT/RW akan kita sesuaikan dengan UMK, sehingga
ada gairah dari para kaula muda untuk bisa berkiprah di RT/RW maupun
kepengurusannya” ungkap Walikota.
Mau’idoh Khasanah yang
di isi oleh KH. Misbakhul Mustofa tentang filosofi lagu Gundul Gundul Pacul
dengan lirik.
“Gundul
gundul pacul-cul, gembelengan…Nyunggi nyunggi wakul-kul,gembelengan…
Wakul
ngglimpangsegane dadi sak latar…
“Gundul
pacul Artinya bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi
mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan
kesejahteraan bagi rakyatnya,” ungkap Misbakhul Mustofa.
“Orang
Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas), artinya bahwa:
Kemuliaan
seseorang akan sangat tergantung empat hal, yaitu bagaimana menggunakan mata,
hidung, telinga dan mulutnya”, ucap Misbakhul Mustofa
“
Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat, Telinga digunakan untuk
mendengar nasehat, Hidung digunakan untuk
mencium wewangian kebaikan, Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil, Jika
empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya,” tambah Misbakhul Mustofa
dalam menjelaskan penggalan syair lagu ciptaan Kanjeng Sunan Kalijaga.
Pemberian
Operasional RT/RW se Kecamatan Tegal Barat yang diserahkan secara simbolis oleh
Walikota Tegal dilanjutkan dengan Do’a yang di bawakan oleh KH. Kholil Khanafi,
SH. (Daryani/MR/99).