PEMALANG
- (Media Rakyat). Kalau kita mengikuti perkembangan informasi tentunya
beberapa saat yang lalu sering mendengar kecelakaan di jalan raya
Pemalang-Purbalingga, tepatnya di jalan berliku dan terjal ikut Desa
Beluk Kec.Belik Kab.Pemalang, mulai dari Kecelakaan bus dengan korban
delapan orang meninggal, kecelakaan truck yang membawa genteng,
kecelakaan bus beruntun dengan korban luka berat dan yang terakhir
kecelakaan bus pariwisata yang membawa siswa SD dengan bus besar.
Penyebab
dari kecelakaan rata-rata karena pengemudi tidak hafal medan wilayah
Belik, mereka lewat jalur Belik dengan alasan karena jalan di jalur
selatan tepatnya di wilayah Bumiayau rusak, jika dipaksakan melawati
jalur selatan akan berjam-jam sampai tujuan sehingga memutuskan untuk
lewat jalur alternatif Belik, namun mereka kurang berhati-hati sewaktu
melewati jalur Belik, khususnya diwilayah Desa Beluk, dimana jalan
berkelok-kelok naik turun serta minim rambu-rambu, penerangan juga
kurang maksimal, ada lampu jalan namun kebanyakan mati, sedangkan
jembatan penyelamat ditumbuhi semak belukar tak terurus.
Sebagai
antisipasi terulangnya kejadian kecelakaan serupa, Polsek Belik bersama
Satlantas Polres Pemalang serta instansi terkait mendirikan Pos
pemantauan lalu lintas di jalan raya Beluk Kec.Belik Kab.Pemalang, dalam
prakteknya petugas dari Satlantas Polres Pemalang secara bergantian
melakukan pemantuan di Pos sementara, diharapkan dengan didirikanya pos
tersebut dapat mengendalikan arus lalu lintas dan mencegah kecelakaan
lalu lintas.
Masalah ini sudah di koordinasikan dengan unsur dan
dinas terkait, dan direncanakan adanya pengusulan Pos Polisi permanen
dijalur Beluk, mengingat jalur di wilayah Polsek Belik merupakan jalur
penghubung antara jalur pantura dengan selatan yang sudah padat, terang
Kapolsek Belik Akp Hartono, S.h sewaktu melaksanakan patroli bersama
anggotanya di jalan raya Beluk Selasa (14/03/2017). (Heri/MR/99).
