JAKARTA – (Media Rakyat). Setelah sukses dengan Pencanangan Kota Tegal Sebagai Kota Kuliner, kini
saatnya Kota Tegal lebih mengembangkan destinasi wisata yang berada di
wilayahnya.
“Untuk mengembangkan
pariwisata kita lihat dulu dari, analisis situasi, formulasi strategi dan
implementasi strategi, mulai dari destinasi, akses dan apa yang layak untuk
diangkat yang akhirnya menjadi sumberdaya manusia dan sumber pendapatan,”
ungkap Walikota Tegal.
“Sehingga dengan yang sudah kita lakukan ini dilengkapi
dengan strategi strategi pemasaran yaitu akan sebgera dibentuk tim percepatan
pengembangna pariwisata dengan melibatkan semua jajaran yang ada di Pemerintah
Kota Tegal,” ucap Walikota.
Ketika audiensi
pembentukan tim percepatan pariwisata Kota Tegal di Kementrian Pariwisata yang
di kemas dalam bincang bincang hangat Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha
Soeparno dengan Dadang Rizki Ratman,
Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementrian
Pariwisata.
Disampaikan oleh Walikota
untuk mengembangkan pariwisata tidak hanya parsial, karena pariwisata adalah
satu kesatuan dimana pariwisata ini adalah diperlukan dari semua unsure.
“Dinas PUPR untuk akses
infrastrukturnya, jalannya, listrik, Humas pemkot untuk promosinya, Dinas
lingkungan hidup untuk kebersihan sampahnya dan semua yang terlibat didalam tim
ini sesuai dengan tugas dan fungsinya di tim ini,” ungkap Walikota.
Dalam kesempatan
diwawancarai oleh Wartawan dari Tempo, Ratna dan Roma, Walikota Tegal
menyampaikan bahwa Kota Tegal mempunyai realisasi target wisatawan mancanegara
650 dan diharapkan 2017 dengan program serta terbentuknya tim bisa menjadi ada
peningkatan 100 %.
“Dimana kiat kiatnya
kita juga akan menambah kegiatan kegiatan event dan dimana perlu promosi dan yang
paling efektiv adalah melalui Media social,” ungkap Walikota.
“Untuk meningkatkan
wisman 100%, selain wisata alam dan religi, juga lewat wisata buatan seperti
pusat perbelanjaan, Mall, event event yang sifatnya perdagangan, Expo, fair
melalui bidang pendidikan dan kebudayaan dan olahraga, karena kita mempunyai
lapangan olahraga yang memadai dimana 2 tahun yang lalu kita mengadakan turnamen
tenis internasional yang tentunya banyak sekali mendatangkan wisatawan
mancanegara , termasuk event sepeda,” ucap Walikota.
“Dari 27 kelurahan yang
mempunyai potensi disesuaikan dengan letak kelurahan tersebut misalnya dekat
dengan pantai maka pengembangan wisatanya dengan menjual keindahan alam dan
kuliner dengan hasil olahan dari laut bisa ikan, kepiting , udang dan lainnya,
sedangkan untuk kelurahan yang berada di pusat kota bisa dengan rumah makan
yang dekat dengan pasar tradisionalnya, dimana wisatawan selesai makan bisa
langsung berbelanja di pasar tersebut, juga dengan kelurahan yang dekat dengan
taman,” tambah Walikota terkait pertanyaan dari Tempo tentang pengembangan
wisata disetiap kelurahan.
Dadang Rizki Ratman, Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri
Pariwisata bahwa Diperlukan analisis situasi tentang perwilayahan
kepariwisataan berdasarkan PP No. 50 tahun 2011 dan pemetaan produk
dan pasar wisata Kota Tegal.
“Diperlukan formulasi
strategi yaitu target pariwisata Kota Tegal tahun 2015 – 2019, proyeksi devisa Kota Tegal tahun 2019,” ungkap Dadang Rizki Ratman, Deputi Pengembangan
Destinasi dan Industri Pariwisata,” ungkap Dadang.
“Implementasi strategi melalui pengembangan destinasi,
pengembangan pemasaran pariwisata,
pengembangan sdm serta dari masyarakat dan industri pariwisata,”
ucap Dadang.
Dibahas juga pemetaan
produk mulai dari core; destinasi wisata kuliner, wisata bahari, supporting; destinasi wisata
sejarah, wisata ekologi.
Pasar utama untuk
wisatawan domestic, dan potensial dari Malaysia, asia tenggara serta komponen destinasi mulai dari atraksi seperti wisata
kuliner alun alun kota tegal, pantai alam indah, akses dan amenitas
mulai dari hotel, fasilitas air
bersih, kesehatan, keamanan dan listrik (Daryani/MR/99).