TEGAL-(Media Rakyat). Tema pada peringatan hari tb
sedunia tahun 2017 adalah "Gerakan masyarakat menuju Indonesia bebas
tuberkulosis (TB)". di sini
terkandung maksud agar pemerintah dan masyarakat harus bersatu dalam penanggulangan TB, serta menempatkan TB
sebagai isu utama di semua sektor masyarakat. selain itu penyebarluasan
informasi tentang TB kepada masyarakat akan meningkatkan pengetahuan dan
kepedulian untuk mencegah penularan TB yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.
“Saya memberikan
apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Tegal, yang memiliki perhatian luar biasa
terhadap persebaran penyakit tuberculosis (TB), dan aisyiyah berhasil menjadi pioneer
di tengah masyarakat,” ungkap Walikota.
“Upaya-upaya
positif dalam pencegahan dan penanggulangan TB. sungguh ini sesuatu yang luar biasa.
dan tentu pemerintah kota tegal akan sangat terbantu dengan adanya gerakan
masyarakat yang dilakukan oleh Aisyiyah ini, saya berharap gerakan ini bisa terus berlanjut, agar mampu
menginspirasi kelompok masyarakat lain untuk melakukan hal serupa,” tambah Walikota.
Seusai memberikan sambutan
Walikota menandatangani Deklarasi Stop TB yang diikuti oleh Pimpinan Aisiyah
Cabang Kota Tegal Dewi Umaroh, Plt, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, DR.dr.
Suharjo, MM, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat
Acara ini adalah bentuk
kerjasama SSR TB Aisyiyah dengan Dinas Kesehatan Kota Tegal dimana telah
melaksanakan gerakan ketuk pintu dilakukan tanggal 9-19 Maret 2017. Gerakan
ketuk pintu tersebut yakni melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang
penyakit TB sekaligus melakukan skrining terhadap gejala penyakit TB.
Hal tersebut dikatakan
Pimpinan Aisiyah Cabang Kota Tegal Dewi Umaroh ditemui usah peringatan hari TB
Sedunia, Minggu (9/4/2017) di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal
Gerakan ketuk pintu, Dewi
mengatakan dilakukan oleh 11 kader terhadap 1400 rumah warga di empat kecamatan
Kota Tegal. “Gerakan ketuk pintu berhasil menemukan 92 orang terduga TB dan 8
orang sudah positif TB”, imbuh Dewi
Sementara itu, Pelaksana
Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Suharjo melalui Kepala Bidang
Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (Kabid P2P) Yuli Prasetyo mengapresiasi kegiatan
yang dilakukan PD Aisyiah dalam promosi kesehatan terutama gerakan 1400 ketuk
pintu.
Lebih lanjut, Yuli
mengatakan bahwa tahun 2016 ditemukan penderita TB di Kota Tegal sebanyak 303
orang. Padahal Dinkes Kota Tegal memprediksi terdapat 718 orang menderita TB. “Tubercolusis (TB) merupakan penyakit
menular jadi temuan kasus penyakit tersebut harus tinggi. Sebab bila penderita
TB tersebut ditemukan maka dapat segera diobati”, terang Yuli
Yuli mengungkapkan Dinkes
akan terus progesifkan wilayah penemuan kasus sekaligus memberikan pendidikan
ke masyarakat. Sebab bila ada penderita TB maka resiko penularannya cukup
tinggi. “Resiko penularan tersebut pada wilayah dengan kepadatan yang tinggi,
sanitasi yang kurang baik, pencahayaan kurang, kelembaban udara kurang bagus”,
pungkasnya. (Daryani/MR/99).