![]() |
| Buka bersama anak 5000 anak yatim |
TEGAL – (Media Rakyat). Walikota Tegal KMT Hj.
Siti Masitha Soeparno bersama jajaran SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal Buka
Puasa Bersama 5.000 Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Alun-alun Kota Tegal, Kamis
(30/6).
Walikota Tegal juga memberikan
tali asih kepada anak yatim dan kaum dhuafa dalam kegiatan tersebut dengan
menukarkan kupon yang diberikan pihak kelurahan dimana mereka bertempat tinggal.
Penukaran kupon dilakukan di masing-masing stand kelurahan yang berada di timur Alun-alun. Pemkot Tegal
menyediakan sekitar 7.000 bungkus takjil dan ponggol dalam acara buka bersama
tersebut.
“Acara ini baru pertama kali
dilaksanakan. Ini sebagai salah satu wujud kepedulian dari Pemerintah Kota
Tegal kepada warga kita yang masih membutuhkan perhatian,” kata Walikota Tegal.
Kegiatan spektakuler tersebut
bertepatan dengan malam Jumat dan malam ke-25 Bulan Ramadhan 1437 H. Kegiatan yang
diikuti oleh Anggota Forkopimda Kota Tegal dan Al Habib Thohir bin Abdullah Al
Kaff, Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Hijrah Kota Tegal, berlangsung tertib.
Meskipun anak yatim dan kaum dhuafa terlihat memenuhi Alun-alun Kota Tegal.
Walikota Tegal mengatakan buka
puasa bersama dengan anak yatim dan kaum
dhuafa merupakan pertemuan untuk saling berbagi, terutama bagi masyarakat Kota
Tegal yang secara materiil finansialnya kurang beruntung, dan bagi
anak-anak yatim.
Disebutkan Walikota, konsep
berbagi kepada sesama juga sebagai implementasi rasa syukur atas semua karunia
dan rezeki yang sudah diterima. “Karena implementasi paling efektif adalah
dengan jalan mempergunakan anugerah dan rezeki di jalan yang benar, serta tak lupa
berbagi dengan orang-orang yang kurang beruntung. Kita juga harus selalu selalu
ingat bahwa begitu banyak saudara
kita yang masih membutuhkan uluran tangan kita,” tutur Walikota.
Menurut Walikota, anak yatim mendapat
perhatian khusus dan dimuliakan Allah SWT. Bahkan Allah SWT menyatakan seseorang
telah mendustakan agama, ketika ia telah nyata menghardik dan berlaku
sewenang-wenang kepada anak yatim sehingga betapa istimewanya anak yatim di
mata Allah SWT.
Oleh karenanya, Walikota mengajak
kepada seluruh masyarakat Kota Tegal agar lebih memerhatikan anak yatim. “Kasihi
dan lindungilah mereka, layaknya mengasihi dan melindungi diri sendiri. Karena
ini adalah perintah Allah SWT. Yang terpenting adalah niatkkan semua yang kita
lakukan sebagai ibadah, membhaktikan diri kita untuk menolong orang lain. Serta
hanya mengharap ridho dari Allah SWT,” tutur Walikota.
Dalam kegiatan buka puasa bersama
yang menggandeng relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal, Walikota
Tegal akan memberikan santunan atau tali asih kepada anak yatim piatu dan kaum
dhuafa yang hadir sekitar 5.000 orang di Alun-alun Kota Tegal. Usai berbuka
puasa bersama, Walikota direncanakan akan sholat Maghrib berjamaah dengan
peserta buka bersama di Alun-alun Kota Tegal.
Salimatun (16), salah seorang
anak yatim dari Panti Asuhan Sukomulyo mengaku buka puasa bersama di Alun-alun
merupakan hal pertama yang dialaminya. Ia mengaku senang karena dapat berkumpul
dengan anak yatim lainnya yang senasib sepenanggungan namun dapat menikmati
kebahagiaan dengan berbuka puasa bersama Walikota dan Kepala SKPD di Lingkungan
Pemkot Tegal.
“Penginnya setiap tahun kegiatan
seperti ini dapat dilaksanakan terus setiap tahun,” kata siswi kelas XI SMK
Astrindo itu.
Sementara Yuli (38) Warga Jl
Salak mengaku berbagai kegiatan yang dilakukan Pemkot dibawah kepemimpinan
Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno mampu menyentuh kaum dhuafa yang
memang memerlukan perhatian.
Habib Tohir dalam tausiahnya menguraikan
keutamaan dan kebesaran Bulan Suci Ramadhan apalagi dapat menyantuni anak yatim
dan kaum dhuafa. Habib Tohir mengatakan siapa yang peduli terhadap anak yatim
besok diakherat kelak bersama Nabi Muhammad, gambarannya seperti dua jari, yang
berarti sangat dekat.
“Alhamdulillah Pada hari ini Ibu Walikota
memberikan amalan sangat indah dan
sangat baik, perlu kita dukung dan Insyallah dapat dilestarikan buka puasa bersama
dengan suadara-saudara, anak-anak kita, mereka yang dhoif, mereka yang dhuafa,
mereka yang anak-anak yatim, insyallah dengan rasa iba dan kasih sayang inilah
Allah turunkan kasih sayangnya kepada kita. Allah perhatikan kita, sehingga
kita Insyallah termasuk umat yang disayang Allah SWT,” kata Habib Toir.
Ditambahkan Habib Tohir, dosa dan
maksiat yang dikerjakan yang mengakibatkan kemarahan Allah SWT, insyallah akan terhindar
dengan kasih sayang sesama manusia. “Inilah ajaran Nabi Muhammad. Lihat lah
mereka gembira dan senang. Insyallah kita disenangkan oleh Allah SWT,” tutur
Habib Tohir. (Daryani/MR/99)
