| Walikota pasang atribut secara simbolis |
TEGAL - (Media Rakyat). Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno melantik sebanyak 185
siswa-siswi Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Tegal
Angkatan 54 Tahun Pelajaran 2016/2017, Rabu (03/08) di Lapangan SUPM
Negeri Tegal dalam Upacara Pelantikan. Walikota selaku Pembina Upacara
bersama Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan atau yang
mewakili Dr. Ir. Anthon Anthonny Djari, M.S dan Kepala SUPM Kepala SUPM
Tegal Dominggus Suruan, S.Sos, M.Si, menyematkan Epolet dan Pet secara
simbolis kepada dua perwakilan siswa yang juga mengucapkan Janji Siswa.
Walikota yang juga sebagai Ibu Siswa-siswi menyaksikan serah terima
siswa/siswi dari perwakilan orang tua siswa, Bambang Risyanto, kepada
Kepala SUPM Negeri Tegal Walikota Tegal merasa bangga dan patut
mengucapkan terima kasih setinggi – tingginya kepada SUPM Negeri Tegal,
karena dari 185 siswa baru, 95 siswa datang dari anak pelaku utama
perikanan, seperti putra -putri nelayan yang ada di Kota Tegal.
“Kenapa saya patut berbangga, karena SUPM Negeri Tegal, merespon program Pemkot Tegal dengan ikut mensukseskan wajib belajar, dengan memberikan peluang yang sama kepada anak-anak kurang mampu, anak-anak nelayan untuk ikut merasakan pendidikan yang terbaik di Kota Tegal,” ungkap Walikota.
“Kenapa saya patut berbangga, karena SUPM Negeri Tegal, merespon program Pemkot Tegal dengan ikut mensukseskan wajib belajar, dengan memberikan peluang yang sama kepada anak-anak kurang mampu, anak-anak nelayan untuk ikut merasakan pendidikan yang terbaik di Kota Tegal,” ungkap Walikota.
Disebutkan Walikota, para siswa itulah yang nantinya akan menjadi
“juru selamat” orang tuanya, dengan bekal skill dan kemampuan. Tidak
hanya menjadi pewaris kecintaan orang tuanya pada dunia kemaritiman,
juga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga, karena alumni SUPM Negeri
Tegal telah menjadi rebutan perusahaan kapal -kapal asing dengan gaji
yang tinggi. Dalam kesempatan itu, Walikota berpesan kepada para siswa -
siswi yang dilantik untuk tingkatkan keimanan dan ketaqwaan, sehingga
menjadi anak yang sholeh dan sholehah, serta berbudi luhur, terus
belajar dengan tekun, serta terus kembangkan ketrampilan dan kreatifitas
yang positif, jaga nama baik SUPM Negeri Tegal, jangan nodai dengan
perbuatan negatif seperti narkoba, minuman keras ataupun perkelahian
pelajar. Jika ketiga aspek ini, dipegang dengan teguh selama menuntut
ilmu di SUPM Negeri Tegal, insya allah kalian akan menjadi manusia yang
berguna, bagi agama, negara dan orang tua, sehingga nantinya kalian akan
sukses, dan menjadi tenaga terampil atau teknisi yang berkualitas, yang
dapat diandalkan dan dibanggakan,” tutur Walikota.
Dalam sambutannya, Bambang Risyanto, perwakilan orang tua siswa
menyatakan orang tua telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di
SUPM Negeri Tegal. Sebab, SUPM Negeri Tegal telah terbukti mampu
mencetak tenaga terampil di bidang perikanan. “Diharapkan para siswa
dapat berhasil dengan baik melaksanakan pendidikan selama tiga tahun
sehingga menjadi siswa yang berakhlak mulia dan mempunyai kompetensi di
bindang perikanan,” harap Bambang.
Anthon Anthonny menyambut baik para siswa di SUPM Negeri Tegal karena SUPM Negeri Tegal merupakan salah satu dari 9 SUPM yang ada di Indonesia dan merupakan SUPM tertua. “Saya bangga anak-anak menjadi bagian sektor kelautan dan perikanan yang menjanjikan. Apalagi Kota Tegal juga merupakan Kota Bahari yang sangat mendukung sektor kelautan dan perikanan,” ungkap Anthon. juga menyinggung mengenai potensi perikanan dan kelautan yang menjadi andalan dan poros dunia dan para siswa dididik untuk garap potensi yang luar biasa dari 2/3 wilayah Indonesia. “Untuk itu saya mengharapkan potensi SDM dikembangkan untuk menggarap Sumber Daya Kelautan,” ungkap Anthon. Apalagi, kurikulum SUPM Negeri Tegal menerapkan vokasional dengan praktek 70 persen dan teori 30 persen dan tidak hanya menerima ijazah, tetapi juga sertifikat keahlian yang dapat digunakan untuk bekerja dan mandiri membuka usaha sendiri.
Anthon Anthonny menyambut baik para siswa di SUPM Negeri Tegal karena SUPM Negeri Tegal merupakan salah satu dari 9 SUPM yang ada di Indonesia dan merupakan SUPM tertua. “Saya bangga anak-anak menjadi bagian sektor kelautan dan perikanan yang menjanjikan. Apalagi Kota Tegal juga merupakan Kota Bahari yang sangat mendukung sektor kelautan dan perikanan,” ungkap Anthon. juga menyinggung mengenai potensi perikanan dan kelautan yang menjadi andalan dan poros dunia dan para siswa dididik untuk garap potensi yang luar biasa dari 2/3 wilayah Indonesia. “Untuk itu saya mengharapkan potensi SDM dikembangkan untuk menggarap Sumber Daya Kelautan,” ungkap Anthon. Apalagi, kurikulum SUPM Negeri Tegal menerapkan vokasional dengan praktek 70 persen dan teori 30 persen dan tidak hanya menerima ijazah, tetapi juga sertifikat keahlian yang dapat digunakan untuk bekerja dan mandiri membuka usaha sendiri.
Dominggus Suruan mengatakan program penerimaan siswa baru diawali
dengan sosialisasi ke SMP-SMP di wilayah minapolitan di wilayah Jawa
Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Terutama bagi
anak pelaku utama perikanan. Selanjutnya, proses pendaftaran dan seleksi
siswa baru dilakukan, diikuti oleh 369 peserta tes yang dilaksanakan
pada tanggal 25 s/d 30 Juni 2016.
Dari hasil seleksi penerimaan siswa baru diterima sebanyak 185 calon siswa dan semua siswa melaksanakan daftar ulang. “Dengan demikian calon siswa baru SUPM Negeri Tegal Angkatan 54 Tahun pelajaran 2016/2017 yang dilantik sebanyak 185 anak dengan rincian program Keahlian Nautika Perikanan Laut (NPL) 45 siswa, Program Keahlian Teknika Perikanan Laut (TPL) 56 siswa, Program Keahlian Teknologi Budidaya Perikanan (TBP) 42 siswa dan Program Keahlian Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHP) 42 siswa,” sebut Dominggus.
Sementara penyebaran asal provinsi yakni Jawa Tengah 155 anak, Jawa Timur 5 anak, DIY 1 anak, Bali 3 anak, Jawa Barat 19 anak dan Jakarta 2 anak.
Sebelumnya telah dilaksanakan pengenalan sekolah, budi pekerti, tata kehidupan di asrama, keagaman pada tanggal 13 s/d 18 Juni dan pendidikan fisik, mental, disiplin (PFMD) yang dilaksanakan pada 17 Juli s/d 2 Agustus 2016, yang diisi dengan kegiatan PBB, Outbond dan orientasi kejuruan. Siswa melaksanakan unjuk ketrampilan PBB tanpa Aba-aba dan ketangkasan Kolone Tingkat dan drum band. (Daryani/MR/99)
Dari hasil seleksi penerimaan siswa baru diterima sebanyak 185 calon siswa dan semua siswa melaksanakan daftar ulang. “Dengan demikian calon siswa baru SUPM Negeri Tegal Angkatan 54 Tahun pelajaran 2016/2017 yang dilantik sebanyak 185 anak dengan rincian program Keahlian Nautika Perikanan Laut (NPL) 45 siswa, Program Keahlian Teknika Perikanan Laut (TPL) 56 siswa, Program Keahlian Teknologi Budidaya Perikanan (TBP) 42 siswa dan Program Keahlian Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHP) 42 siswa,” sebut Dominggus.
Sementara penyebaran asal provinsi yakni Jawa Tengah 155 anak, Jawa Timur 5 anak, DIY 1 anak, Bali 3 anak, Jawa Barat 19 anak dan Jakarta 2 anak.
Sebelumnya telah dilaksanakan pengenalan sekolah, budi pekerti, tata kehidupan di asrama, keagaman pada tanggal 13 s/d 18 Juni dan pendidikan fisik, mental, disiplin (PFMD) yang dilaksanakan pada 17 Juli s/d 2 Agustus 2016, yang diisi dengan kegiatan PBB, Outbond dan orientasi kejuruan. Siswa melaksanakan unjuk ketrampilan PBB tanpa Aba-aba dan ketangkasan Kolone Tingkat dan drum band. (Daryani/MR/99)