![]() |
| Narasumber foto bersama |
TEGAL - (Media Rakyat). Lembaga Hikmah Kebijakan Politik (LHKP) PD Muhammadiyah Kota Tegal
Menggelar Dialog Politik yang berlangsung di Hotel Karlita, Sabtu (30/7)
dengan mengambil tema menuju Kota Tegal Berkemajuan. Namun dalam dialog
itu hanya 4 narasumber Bakal Calon Walikota Dan Wakil Walikota yang
siap dan berani hadir memenuhi panggilan panitia penyelenggara sementara
9 orang narasumber lain yang diundang tidak hadir dengan berbagai
alasan.
Sebetulnya kita mengundang 13 narasumber, mereka direncanakan menjadi
bakal calon walikota Tegal meramaikan Pilkada Kota tegal mendatang.
Memang pada dialog politik ini memerlukan keberanian untuk tampil di
forum,” Kata M. Mizan Ketua LHKP Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tegal
saat acara kemarin.
Acara forum dialog dihadiri tokoh masyarakat, ormas, unsur akademisi,
tokoh agama, organisasi politik, Kepala sekolah baik SMP-SMK Se Kota
Tegal< unsur akademisi dan LSM. Ke empat narasumber yang hadir
diantaranya Jumadi, Abdulah Sungkar, Letkol Ahmad Mulyadi dan Agil
Riyanto. Sementara yang tidak hadir memenuhi panggilan KMT Hj,Siti
masitha soeparno (Walikota Tegal), HM.Nur sholeh (Wakil Walikota Tegal),
A Ghautsun, Habib Ali ZA, Bambang Irianto, Eri Sujono, Edy Suripno
(Ketua DPRD Kota Tegal), Tanty Prasetyaningrum. Pada kesempatan itu
masing-masing narasumber memaparkan tentang berbagai gagasan politik dan
rencana kedepan untuk Kota Tegal yang lebih maju. Mulai dari penataan
tata ruang kota hingga perkembangan pasar modern yang jumlahnya harus
dibatasi agar pasar tradisional tetap ramai pengunjung juga permintaan
soal adanya terminal khusus untuk truck muatan beras.
Narasumber juga dibatasi waktunya dalam menyampaikan gagasan
politiknya. Dialog politik di moderatori oleh Yana Mulyana, sementara
acara berlangsung lebih dari 5 jam mulai pukul 09.00 WIB hingga
berakhir. Tokoh masyarakat, perwakilan kaum perempuan, perwakilan
akademisi hingga senimanpun turut andil dalam gelaran dialog politik
tersebut. Panitia penyelenggara juga berencana akan menggelar hal serupa
di tahun mendatang dikarenakan kondisi politik di Kota Tegal sangatlah
dinamis.(Daryani/MR/99)
