| Walikota Tegal memaparkan profil PAUD |
“Visinya adalah bagaimana terwujudnya PAUD holistik integratif
berbasis pelayanan prima,” tutur Bunda PAUD yang akrab disapa Bunda
Sitha tersebut dihadapan juri mengenai visi Bunda PAUD Kota Tegal.
Dengan bekerja sepenuh hati untuk anak-anak generasi bangsa, Bunda PAUD
Kota Tegal mempunyai misi untuk menciptakan budaya belajar dan budaya
prestasi. “Salah satu misi Bunda PAUD agar belajar jadi budaya,
Dijelaskan Bunda PAUD Kota Tegal, arah kebijakan bunda PAUD 2015 sampai
2019, akses pelayanan merata dengan meningkatnya mutu PAUD dengan
difokuskan kepada SDM. Kemudian 2017 SDM berdaya saing nasional dan 2018
mencetak PAUD yang berprestasi sehingga 2019 tercapai visi PAUD
holistik integratif berbasis pelayanan prima Dalam paparannya, Bunda
PAUD. sebagai strategi memajukan PAUD Kota Tegal. “Dengan membangun
sinergitas antar pemangku sekitarnya Kemudian peningkatan akses dan
mutu layanan dan efektifitas birokrasi dan pelibatan publik berbasis
pelayanan prima,”ungkapnya.
Kini pencapaian APK Kota Tegal di tahun 2016 sekitar 70 persen dan
ditargetkan pada tahun 2018 APK mencapai 75 persen. Dengan target satu
PAUD dapat didirikan di setiap RW satu. “Saat ini telah berdiri 196
lembaga sehingga prosentasenya 755 persen, lebih maju lagi dari apa
yang ditargetkan. secara sentral melakukan kerja sama dengan berbagai
stakeholder, ” jelasnya.Usai Paparan selama kurang lebih 15 menit, para
juri melakukan tanya jawab seputar materi yang dipaparkan oleh Bunda
PAUD Kota Tega. Salah seorang Juri Apresiasi Bunda PAUD, Marifah
mengatakan ada tiga komponen atau instrumen dilaksanakan pada Kamis
(20/7). “Dari masing-masing kab/kota yang ikut paparan atau tidak ikut
pemaparan semua sudah dikirimkan. Bobot penilaian profile 40 persen,”
katanya. Sementara penilaian paparan bobot 60 persen. Untuk paparan
telah dilaksanakan tahap I dan II, diikuti oleh Bunda PAUD Kab Pemalang
dan Kab Tegal. Untuk tahap kedua diikuti Bunda PAUD Kota Tegal dan
Kabuaten Batang. Sementara Bunda PAUD Kab Brebes tidak bisa hadir karena
ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan dan tidak dapat diwakilkan.
“Bagi juara I tingkat karesidenan pekalongan akan dilakukan penilaian
lapangan, yang nantinya akan mewakili ke tingkat provinsi tutur
Marifah.(Daryani/MR/99)