| Razia Pelajar di game onine |
TEGAL - (Media Rakyat). Sebanyak 21 pelajar yang diduga membolos saat
jam sekolah dirazia oleh tim gabungan yang terdiri dari Kantor Kesatuan
Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota
Tegal, Dinas Penidikan, Satpol PP dan Polresta Tegal.
Para pelajar yang
terdiri dari 16 orang laki-laki dan 5 orang perempuan sedang asyik
bermain di game online dan di Pantai Muarareja, Selasa (30/8). Razia
tersebut bertujuan untuk melaksanakan program peningkatan pemberantasan
penyakit masyarakat bagi pelajar dan pembinaan pelajar Kota Tegal.
Kasi
Perlindungan Masyarakat Kantor Kesbangpolinmas Kota Tegal Suligi, SIP
mengatakan pembinaan dan pengarahan dilakukan kepada para pelajar agar
disaat jam sekolah hendaknya tidak berada diluar lingkungan sekolah.
“Jika ternyata harus keluar saat jam pelajaran, harus bisa menunjukan
bukti dari sekolah bahwa siswa sedang mendapat tugas,” ungkapnya.
Dalam razia yang di gelar oleh tim gabungan, didapatkan pelajar yang
tengah asik bolos main game online di sekita Jl. Asemtiga dan di Pantai
Muarareja. Razia tidak membedakan berasal dari mana pelajar bersekolah.
Ada yang kena razia dari luar Kota Tegal, selama dia berada diluar saat
jam pelajaran maka kita akan jaring,” ungkap Suligi.
| Pelajar yang terjaring dalam razia |
Tim yang berjumlah
17 orang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama mengambil rute
daerah yang patut diduga pelajar sering bolos. Yaitu Pantai Alam Indah
(PAI), Hutan Cemara Bumi Perkemahan, Alun-alun, Stasiun, Gor Wisanggeni
dan Pasifik Mal. Sedangkan tim kedua menyasar ke daerah Pantai
Muarareja, sekitar SMA 2 Tegalsari, Warnet Jl. Kapten Ismail, Warnet Jl.
Merpati, Rita Mall dan SMP Muhamadiyah 2 Margadana Oleh Kantor
Kesbangpolinmas Kota Tegal, para pelajar yang berhasil dijaring kemudian
didata dan diidentifikasi satu persatu dari sekolah serta daerah mana
mereka berasal.
“Kita data satu persatu, mengisi surat pernyataan, jangan sampai
mengulang perbuatan lagi, ini untuk membuat efek jera,” ungkap
Suligi.Kesbangpolinmas kemudian akan menyerahkan sepenuhnya siswa yang
terjaring razia kepada guru dan sekolah masing masing. “Kita hanya
sebatas pembinaan, pengarahan dan pendataan mengenai hukuman bagi siswa
yang membolos dan terkena razia akan diserahkan kepada sekolah
masing-masing bentuk dan jenis hukumannya,” pungkas.(Daryani/MR/99)