| Walikota geser tali |
TEGAL – (Media Rakyat). Walikota Tegal KMT Hj. Siti
Masitha Soeparno mewisuda 147 mahasiswa Akademi Keperawatan Pemerintah Kota Tegal
angkatan ke XVI Tahun Akademik 2015/2016 di Auditorium Akper Pemkot Tegal, Rabu
(31/8).
Dari 147 mahasiswa tiga
diantaranya masuk peringkat 3 besar dengan cum laude yakni Ade Sulis Setiani
dengan IPK 3.77, Hija Munaji dengan IPK 3.71 dan Artika Aji Ratna Putri dengan
IPK 3,69.
Walikota dalam kesempatan itu memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik yang didampingi para orang tuanya.
Usai dilantik, seluruh wisudawan
kemudian melaksanakan pengambilan sumpah profesi yang dilakukan oleh Ketua
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Jawa Tengah Edy Wuryanto
SKp., M.KEP.
Walikota Tegal mengucapkan
selamat kepda wisudawan dan mengharapkan para wisudawan harus siap dengan agenda
pengembangan kualitas pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi.
“Menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi saja belum cukup dijadikan modal untuk menjadi perawat yang baik. Perlu diingat, dipahami, ditanamkan
dalam hati sanubari dan diamalkan dalam peruatan bahwa menjadi seorang perawat
berarti harus siap untuk terjun dalam bidang kemanusiaan, yang menuntuk
kepekaan sosial,” ungkap Walikota.
Ditambahkan Walikota, dengan
pekerjaan yang berhubungan dengan kemanusiaan membutuhkan kelapangan hati dan
keihlasan dalam menjalankannya. “Oleh karena itu saya berpesan, untuk selalu
ramah, tersenyum, sopan santun dan mau mendengar keluhan para pasien, apapun
suasana hati kita saat itu,” harap Walikota.
Direktur Akper Wiharto, S.Kep,
M.Si mengatakan Akper Pemkot Tegal yang berdiri pada tanggal 18 Mei 1998 dan
diusianya yang ke-18 ini, akper telah meluluskan sebanyak 16 angkatan dengan
lulusan sebanyak 1.361 lulusan, dengan penyerapan lulusan lebih dari 75 persen.
Disebutkan Wiharto, beban studi yang ditetapkan kepada mahasiswa sebanyak 110 SKS mampu diselesaikan oleh hampir seluruh lulusan, yaitu 96 persen dalam waktu 6 semester atau 3 tahun.
Disebutkan Wiharto, beban studi yang ditetapkan kepada mahasiswa sebanyak 110 SKS mampu diselesaikan oleh hampir seluruh lulusan, yaitu 96 persen dalam waktu 6 semester atau 3 tahun.
“Para lulusan Diploma III Akper
Pemkot Tegal ini sesuai dengan kurikulum dan evaluasi hasil pendidikan telah
dinyatakan trampil dan mampu menyelesaikan masalah keperawatan secara mandiri
dan berkelompom sesuai standar asuhan keperawatan,” ungkap Wiharto.
Program pendidikan yang kami berikan telah dirancang ntuk menumbuhkan
sikap profesionalisme sehingga mahasiwa nantinya siap untuk menjadi perawat
yang berkualitas, melalui pelaksanaan praktek keperawatan di rumah sakit. Rumah
sakit yang digunakan adalah RSUD Kardinah Tegal, dr. Soesilo Slawi, RSUD
Brebes, RSI PKU Muhammadiyah Singkil, RSU Bhakti Asih, RSUD Kraton dan Bendan
Pekalongan serta RS Jiwa Daerah Surakarta.
Selain itu, mahasiswa juga
melaksanakan praktek keperawatan di Puskesmas di Kota Tegal, di masyarakat
sebagai daerah binaan, serta Panti Wreda Bhisma Upakara Pemalang dan Panti
Wreda Purbo Yuwono Brebes. Dosen di Akper sejumlah 18 orang dosen tetap dan
staff tata usaha/administratif sebanyak 19 orang. Untuk meningkatkan kualitas
dosen, jumlah dosesn yang telah S2 dan spesiali sebanyak 8 orang dan yang
sedang menempuh pendidikan lanjut magister keperawatan di Universitas
Indonesia, Universitas Diponegoro dan Universitas Cirebon sebanyak 8 orang.
Tahun ajaran baru ini, tahun
akademik 2016/2017 mahasiswa Akper Pemkot Tegal mendidik mahasiswa sebanyak 441
mahasiswa yang terdiri dari tingkat I 150 mahasiswa, tingkat III sebanyak 147
mahasiswa dan tingkat III sebanyak 144 mahasiswa dengan jumlag laki-laki
sebanyak 93 orang dan jumlah mahasiswi sebanyak 348 orang.
Dalam kesempatan itu, Edy Wuryanto
menyampaikan Orasi Ilmiah tentang Masyarakat Ekonomi Asean yang harus dihadapi
oleh tenaga keperawatan sebagai peluang dan bukan tantangan. (Daryani/MR/99)