TEGAL- (Media Rakyat). Mengambil
Tema Hari Batik dan Hari Sumpah Pemuda Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha
Soeparno hadir untuk berdialog dengan masyarakat Kota Tegal dalam kegiatan
“Dialog Interaktif Walikota Menyapa” yang diadakan di Radio Sebayu, Rabu
(26/10).
Dalam dialog
tersebut Walikota mengatakan batik telah di akui oleh UNESCO sebagai Hasil
Budaya Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 30 September 2009. Adapun
kaitannya dengan sumpah pemuda dikatakan walikota, batik merupakan kebanggaan,
cerminan, serta identitas bangsa. Generasi Muda Indonesia harus bangga
Indonesia memiliki batik sebagai indentitas bangsa.
Walikota juga
untuk mendukung kelestarian Batik terutama Batik Tegalan yang mempunyai ciri khas
tersediri dengan mengangkat kreatifitas para pengrajin Batik Tegalan melalui pembangunan
Kampung Batik. Selain itu Pemerintah Kota juga selalu mengikutkan Batik Tegalan
dalam setiap ini event pameran dan expo, baik di tingkat daerah maupaun di
tingkat Nasional.
Sementara itu menanggapi
pertanyaan salah satu warga Randugunting Irwan terkait sejauh mana langkah yang
akan diambil pemerintah Kota Tegal dalam mengembangkan Batik Tegal. Walikota
mengatakan Pemerintah Kota Tegal akan membekali para pengrajin pemula yang ada
di Kecamatan Tegal Selatan melalui berbagai pelatihan antara lain pelatihan
pewarnaan manajemen pemasaran maupun kemasan. “Selain itu pembangunan kampung batik
yang saat ini pembangunanya sudah sampai pada pembuatan ruang produksi, kantor,
mck, instalasi pembuangan limbah”.terang walikota
Dilingkungan
Pemerintahan, Walikota juga telah mewajibkan ASN Kota Tegal untuk mengenakan
Batik Tegalan setiap hari kamis pada setiap minggunya. Upaya lainnya adalah
mengikuti kegiatan pameran produk nasional unggulan di berbagai kota di
Indonesia seperti di Semarang, Malang, Jambi, Batam, Ambon, Jakarta serta Aceh.
Bahkan dikatakan Walikota diawal Desember Kota Tegal akan mengikuti pameran produk
unggulan nusantara yang akan selenggarakan di provinsi Nusa Tenggara Timur.
Plt. Kepala
Dinas Perindustrian Perdaganagn Koperasi dan UKM Kota Tegal, Drs Suripto menambahkan
langkah lain yang dilakukan untuk pengembangan Batik Tegalan adalah melakukan
pemasaran via on line di alamat “batiktegalan.tegalkota.go.id”. “Sehingga masyarakat
diluar Kota Tegal jika ingin memiliki tidak perlu repot ke Tegal namun bisa
memesan lewat On Line”.
Selain itu kedepan
akan dilakukan pembekalan kepada para pengrajin melalui kegiatan studi banding,
ke kampung batik yang sudah lebih maju, seperti kampung batik laweyan, dan kampung
batik di Yogyakarta. Harapanya dari langkah-langkah yang telah dilakukan masyarakat Indonesia tidak hanya mengenal
Batik Tegal namun juga dapat memiliki dan menggunakannya.
Sementara itu
Lurah Bandung Pita Romaliah, S.IP mengatakan di Kelurahan Bandung terdapat
sekitar 50 pengrajin namun yang masih aktif hanya 32 pengrajin. Ciri khas Batik
Tegalan dikatakan yaitu pengrajin batik ini mempunyai corak warna yang berani,
dengan pilihan model klasik modern dan klasik. “Adapun motif yang ditampilkan
diantaranya meras mawur, cempaka putih, ugel cantel, gribigan, dapur ngebul, dan
manuk tingkring”. ucapnya.
“Harga yang
ditawarkan untuk klasik modern, 150-200 ribu dan model klasik sampe 500 ribu.
Selain di kelurahan Bandung, Kelurahan Kalinyamat Wetan juga memiliki pengrajin
Batik Tegalan yang produksinya dilakukan secara berkelompok.
Menjawab
pertanyaan M. Riski Siswa SMKN 1 Tegal, Fahriz Siswa SMA N 5, serta Yosi Siswa
SMA N 5 terkait makna hari batik, serta Ekstra Kuri Kuler membatik disampaikan
Kepala Dinas pendidikan Drs. Johardi, MM Ekstra Kurikuler Batik selama ini
sudah ada di beberapa sekolah di Kota Tegal seperti di SD akalinyamat Wetan 1,
SDN Bandung 1 dan 2 SDN Randugunting 1, SMP 13, SMP N19, SMPN1.
Sementara itu
salah satu warga lainnya Aris yang menanyakan langkah pencegahan terhadap
tawuran antar pelajar di Kota Tegal.
Walikota mengatakan hal ini terjadi akibat minimnya ruang berekspresi
bagi para generasi muda. Oleh karena itu walikota akan memberikan ruang bereskpresi,
serta menghimbau agar kegiatan ekstra kurikuler disekolah agar dipadatkan
sehingga tidak ada waktu luang untuk kegiatan yang bersifat merusak.
Disampaikan
walikota fasilitas gedung (Pusat Promosi Informasi Bisnis) yang dimiliki Kota
Tegal akan dijadikan pusat seni dan ekpresi bagi para generasi muda di Kota
Tegal. Selain itu Pemerintah Kota Tegal
juga akan memperbanyak ruang terbuka hijau yang difasilitasi Wi FI yang dapat
digunaka untuk aktifitas anak-anak muda untuk menyalurkan ide-ide kreatifnya
serta berkreasi. “akan desediakan juga fasilitas grafity bagi anak muda yang menyukai seni
grafity”.Terangnya
Bagi yang
menyukai musik band Pemerintah Kota Tegal juga akan menyediakan seperangkat
alat musik band ditiap kecamatan pada tahun 2017 agar anak-anak muda yang ingin
bermain musik band tidak perlu lagi tidak perlu lagi menyewa studio musik. “Dengan
diberikannya ruang dan fasilitas untuk berekspresi harapannya anak-anak muda di
Kota tegal tidak terjerumus narkoba, tawuran, perkelahian”.Imbuh walikota
Sementara itu Kepala
Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas)
Kota Tegal Drs. Suripto menghimbau kepada Pemuda di Kota Tegal untuk menjauhi
tawuran, nakoba, dan perkelahian, hormarti orang tua dan guru. “Tunjukan rasa
cinta kepada Kota Tegal, bawa nama baik Kota Tegal bagi pemuda yang sedang
menempuh pendidikan diluar kota, jangan sampai tercoreng dengan mengikuti organisasi
terlarang”.ucapnya.
Untuk
itu pihaknya telah menyelenggarakan beberapa kegiatan pendidikan bela negara dan
wawasan kebangsaan yang dilaksanakan rutin setiap tahun, dan penyuluhan bahaya
narkoba kepada para pelajar. Harapannya dari kegiatan tersebut muncul kader
untuk menyebarluaskan bahaya narkoba dan tawuran. (Daryani/MR/99)