TEGAL– (Media Rakyat). Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian Warisan
Budaya baik benda dan tak benda Indonesia dan Kota Pusaka serta memamerkan
kekuatan produk budaya Indonesia dari berbagai daerah dan Komunitas kepada
masyarakat luas maka Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan dan Kementrian dalam Negeri Republik Indonesia mengadakan Pekan
Produk Budaya Pekan Produk Budaya Nusantara Expo dan Forum 2016.
Acara
yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (19/10) menampilkan
berbagai kesenian yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya dari
Toraja Utara Provinsi Sulawesi selatan Tari Pagelu, dan dari Papua dengan Tari
Tifa.
Acara
di mulai pada hari Rabu, 19 Oktober 2016 dan penutupan tanggal Minggu, 23
Oktober 2016 dengan jumlah peserta kurang lebih sekitar 220 terdiri dari 27
Provinsi, 15 Kementrian dan Lembaga 148 Kabupaten Kota dan 30 Dunia usaha dan
Komunitas, salah satu Kota yang ikut diantaranya adalah Kota Tegal, bidang
pameran ada 125 bidang gelar seni dan budaya , 5 bidang konferensi , secara
khusus menampilkan 16 warisan budaya dan alam dunia dan warisan budaya tak
benda
Kegiatan
ini terdiri dari 3 kegiatan yaitu Pameran gelar seni dan budaya , Konferensi
dan Forum “Untuk memeriahkan diadakan lomba karnaval dan kegiatan social”
ungkap ketua panitia yang juga Direktur jendral poliktik dan Pemerintahan umum
bpk Sudarmo ,
Acara
yang bertemakan menuju kemandirian dan kepribadian bangsa yang berbudaya
revolusi mental mengembangkan budaya kreatif untuk ketahanan ekonomi dan daya
saing tersebut dihadiri Menko PMK, Puan Maharani, Mendagri Tjahyo Kumolo,
Mentri desa dan daerah tertinggal , Eko Putro Sanjoyo, gubernur Kalteng , Duta
Besar dari Negara Sahabat, Gubernur Kalimantan Utara , direktur utama pengelola
TMII serta Walikota dan Bupati dan peserta yang lain.
Sambutan
Presiden Joko Widodo disampikan oleh Menko PMK Puan Maharani “ kegiatan ini
merupakan kegiatan strategis dan mendorong pembangunan karakter untuk
mempertegas kepribadian dan jati diri bangsa sesuai dengan amanat tri sakti
sebagaimana menjadi visi pembangunan Nasional saat ini.”
“
Melalui kegiatan ini kita berupaya membangun potensi produk budaya sebagai
kekuatan dalam memperteguh semangat Bhineka Tunggal Ika yang sekaligus juga
memperkuat potensi perekonomian rakyat.” Ungkap Jokowi.
“
Kegiatan ini merupakan gotong royong berbagai pihak tentu saja kementrian dan
lembaga, dan tentunya jika acara ini diadakan tahun depan akan berjalan lebih
baik dan lancar” Ujar Puan.
Acara
secara resmi dibuka dengan dengan pemukulan gondang Sembilan secara bersama
dengan mendagri Tjahyo Kumolo, menteri desa tertinggal gubernur serta dan
jajaran kementrian pusat.
Acara
dilanjut dengan kunjungan stand pameran, salah satu Stand pameran dari Kota
Tegal yang dikunjungi Menko PMK, Puan Maharani, Mendagri Tjahyo Kumolo, Mentri
desa dan daerah tertinggal , Eko Putro Sanjoyo, dan dari jajaran Kementrian,
disambut secara langsung oleh Walikota Tegal. KMT. Hj Siti Masitha Soeparno
yang di dampingi Plt. Sekda Kota Tegal, Dyah Kemala Sinta, SH.MH, Assisten 2, Herlien Tedjo Oetami. SH, Kepala
Dinporabudpar, Drs. R Suprianta dan Jajaran, Kepala Bagian Humas dan Protokol,
Drs. Hendiati Bintang Takarini, MM serta
Sinok Sitong duta Wisata Kota Tegal.
Materi
Stand dari Kota Tegal menampilkan, Wayang Golek Cepak, Batik Tegal, Sarung
Goyor, Foto-foto cagar budaya, Kuliner (sate kambing , Tahu aci, Poci, Pilus,
Krupuk antor, Ponggol, Glotak), alat music Balo-balo, Poci Batik dan lainnya.
Saat
kunjungan tersebut Puan Maharani sempat mencicipi makanan khas Kota Tegal yaitu
Tahu Aci dan Glotak dan Mendagri Tjahyo Kumolo yang juga mencicipi beberapa
tusuk sate kambing muda Khas Tegal yang nikmat dan empuk dagingnya, oleh Walikota
dalam kesempatan itu juga diberikan satu set Poci dan gelas dari tanah khas
Kota Tegal kepada rombongan tersebut.
Stand
Kota Tegal merupakan salah satu Stand yang banyak dikunjungi oleh penonton
maupun dari penjaga stand dari daerah lain, ini seperti diungkapkan Widiastuti
dari Bolongon Utara Provinsi Sulawesi Utara “ saya berterima kasih bisa
berkunjung ke Stand Kota Tegal, Ibu Walikotanya Cantik, Baik, ramah” ungkapnya.
“
Dan untuk satenya rasanya enak, empuk banget, beda dengan rasa dan daging yang biasa
kita makan, agak keras.” Tambah Widiastuti.
Juga
ada dari Sulawesi Selatan, Nurul “
Dagingnya empuk, rasanya enak satenya” ungkapnya
“ Banyak sekali cagar budaya yang perlu
dilestarikan dan dimasukan ke dalam daftar kota pusaka sehingga dari proses
sebelum acara ini sudah ada koordinasi dengan kementrian terkait bahwa Kota
Tegal mempunyai potensi yang sangat besar, dengan bangunan bangunan yang sudah
diatas seratus tahun seperti, gedung DPRD, Stasiun Kereta api Kota Tegal,
Menara PDAM, jadi itulah yang dijadikan potensi agar Kota Tegal bisa menjadi
daftar Kota Pusaka di dunia.” Ungkap Walikota
“sesuai
dengan tema acara ini , potensi potensi local lainnya yang diharapkan menjadi
penunjang program dari potensi kota pusaka.” Tambah Walikota
Selama
acara berlangsung Kota Tegal juga menampilkan Tari Mina Lodra dan Retno Tanjung
yang masing masing dibawakan oleh 9 penari pada hari Sabtu 22 Oktober 2016
Walikota Tegal direncanakan menjadi narasumber
pada Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI), pada tanggal 22 Oktober 2016 sekitar
Pukul 08.30 – 10.00 WIB yang bertempat di Zona Ekslusif – Outdoor Hall, Taman
Mini Indonesia Indah adapun tema dalam dialog tersebut adalah Dialog Nasional
Kebudayaan Indonesia 2016.