TEGAL - (Media Rakyat). Aksi damai menyikapi gejolak sosial akhir-akhir ini, masyarakat Kota Tegal Forum Umat Islam Peduli Tegal
melakukan Sholat Hajat dan doa
bersama,
Kamis (3/11) malam di Masjid Agung Kota Tegal.
Tak
kurang seribu umat islam menghadiri acara tersebut, mereka hadir dari Kota
Tegal dan kabupaten serta wilayah sekitar.
Hadir
dalam acara tersebut Wakil Walikota Tegal, Drs. H. M. Nursholeh, M.Pd, anggota
Forkopimda Kota Tegal, Para Kyai, Habaib, Ustadz dan Ustadzah,
Ketua MUI, Ketua PCNU Kota Tegal, Ketua PD Muhammadiyah Kota Tegal, dan
beberapa pimpinan ormas lain.
Dalam
sambutan Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno, yang dibawakan oleh
Wakil Walikota Tegal, Drs. H. M. Nursholeh, M.Pd mengapresiasi kegiatan
tersebut. Karena dengan kekuatan doa, semua hajat akan dikabulkan oleh Allah.
“ Sungguh saya mengapresiasi kegiatan pada malam hari ini. yakni menunaikan
sholat hajat berjamaah, dilanjutkan dengan bermunajat kepada allah swt, agar
dikabulkan keinginan dan hajat kita semua. berzikir mengagungkan asma allah,
melantunkan ayat-ayat al quran, bershalawat kepada rasul, serta luruh dalam
kebersamaan memanjatkan doa. karena doa adalah kekuatan yang tak ada
tandingannya.”
Ungkap Walikota
“ Tentu karena negara ini dibangun oleh kiprah besar para ulama, yang
senantiasa berpegang teguh pada syariat islam, dengan mengedepankan kedamaian,
keadilan dan akhlaqul karimah. karena
dengan tegaknya akhlaqul karimah,
kita akan terhindar dari segala bentuk kekerasan dan kejahatan.”
Tambah Walikota.
Walikota juga
berpesan untuk senantiasa menjaga kedamaian dan kesejukan sebagaimana yang
sudah berjalan saat ini.
“ Kepada seluruh masyarakat kota tegal saya berpesan, marilah senantiasa kita
jaga kedamaian dan kesejukan di dalam kehidupan kita, utamanya di kota tegal
yang kita cintai ini. kita hidupkan selalu sikap tenggang rasa dan saling
menghormati, sehingga kita bisa ter-hindar dari kesalah pahaman dan gesekan
antar sesama.”
“ Dengan sikap saling menghormati, tabayyun
atau klarifikasi dan musyawarah, semua persoalan pasti akan terselesaikan
dengan baik,
jika yang kita hadapi
adalah masalah serius yang tidak mampu terselesaikan secara musyawarah, maka
sebaiknyalah kita percayakan kepada aparat penegak hukum untuk menyelesai-kannya.
karena aparat penegak hukum adalah bagian dari ulil amri, yang wajib kita taati.” Ujar Walikota
“ Oleh karenanya sekali lagi saya berpesan, marilah kita jaga selalu budaya
saling menghormati, serta pandai-pandailah kita menjaga perilaku, agar tidak
timbul gesekan-gesekan atau persoalan-persoalan yang semestinya tak perlu
terjadi.”
Pungkas Walikota.
Dalam pidatonya,
Ketua PSNU, dr. Abdal hakim mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengawal
penegakan hukum. “ Tujuan kita mengadakan acara ini adalah Untuk mengawal,
untuk menuntaskan perjuangan kita dalam penegakan hukum atas penistaan agama.”
Ungkap Abdal Hakim.
“ Kita
dilahirkan dari ibu islam di besarkan dengan agama islam, kita menikah dengan
cara islam, kita berkeluarga dengan cara islam, maka apabila kita sehat dan
agama kita islam di hina di nistakan sudah barang tentu kita protes dan membela
agama islam, Islam adalah wahyu dari Alloh SWT yang kita yakini kebenarannya
dan apabila ada orang yang menyatakan kandungan Al quran itu bohong maka orang
itu sedang sakit, kalau orang sakit harus diperiksa supaya tidak tambah besar
dan berbahaya, oleh karenanya kalo hati kita sehat maka sudah barang tentu kita
menuntut untuk memeriksa orang yang mengatakan Al quran itu bohong.” Tambah
Hakim
Lebih lanjut
Ketua MUI, KH. Abu Chaer Annur lebih menegakkan hukum dengan memperlakukan
semua warga Negara di hadapan hukum.
“Bola sudah
menggelinding di tangan polisi, tolong perlakukan Ahok sebagai warga biasa yang
sama seperti kita dimata hukum, jangan dilindungi karena dia mempunyai
kedudukan yang tinggi sebagai seorang gubernur.” Ungkap Abu Chaer.
Kegiatan sholat hajat
ditutup dengan doa bersama dipimpin Al Habib Thohir bin Abdullah Al Kaff. (Daryani/MR/99)