Pencanangan ditandai dengan pemotongan rangkaian pita
melati dan tumpeng yang dilakukan walikota disaksikan Plt. Kepala Dinas
Kesehatan dr. Abdal Hakim Tohari, beserta seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kota
Tegal. Public Savety Center (PSC) 119 merupakan program Pelayanan Kesehatan
Terpadu Pemerintah Kota Tegal yang bertujuan memberikan pelayanan ke gawat
daruratan medis yang terjadi di wilayah Kota Tegal secara tepat dan cepat.
Jenis pelayanan kesehatan yang dapat diperoleh
masyarakat melalui program ini adalah tindakan pertolongan pertama dan rujukan
kasus yang berkaitan dengan kegawatdaruratan sehari-hari dan bencana, evakuasi pasien dari kejadian ke tempat
rujukan, serta pemberian informasi kesehatan.
Dalam situasi kegawatdaruratan masyarakat dapat
menghubungi nomor 119 dengan menyampaikan informasi seperti kejadian yang
terjadi, gejala tanda yang dialami, lokasi kejadian, nomor telepon yang mudah
dihubungi serta bantuan yang sudah diberikan kepada korban. Oleh operator 119, petugas
dan ambulance terdekat akan diarahkan menuju lokasi kejadian.
Dalam sambutannya walikota mengatakan dalam pembangunan kesehatan saat
ini, kita masih menghadapi tantangan yang besar seiring pertambahan penduduk
dan peningkatan kesehatan. Selain itu, perbaikan mutu dan layanan adalah
tantangan yang tidak dapat kita abaikan terutama menghadapi situasi ekonomi dan
persaingan global.
Kesehatan adalah
prioritas dan merupakan pilar utama tercapainya indeks pembangunan manusia dan
kesejahteraan masyarakat. “Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tegal memberikan
perhatian penuh untuk terwujudnya derajat kesehatan masyarakat
setinggi-tingginya melalui berbagai program”, ucap walikota.
Kepada insan
kesehatan walikota berpesan untuk tetap berfikir dan mempertajam analisis
situasi kesehatan guna menentukan langkah yang efektif dan efisien, bekerja penuh
tulus ikhlas dan selalu menanamkan core
believe dalam menjalankan tugas keseharian, serta memastikan bahwa upaya
promotif preventif menjadi program unggulan pada sektor kesehatan dengan tetap
melibatkan peran serta keluarga dan masyarakat sebagai basis pelayanan. Insan
kesehatan juga harus memberikan pelayanan secara profesional dan menjujung
tinggi etika profesi. “Dengan keberhasilan pelayanan promotif ini, layanan
kesehatan akan semakin efektif”,pungkasnya. (Daryani/MR/99)