TEGAL – (Media Rakyat). Masyarakat Kota Tegal adalah masyarakat yang
majemuk terdiri dari berbagai agama, etnis, dan budaya. untuk menghadapi
kemajemukan itu kita harus membangun
kebersamaan, saling menghormati, serta saling menghargai perbedaan
masing-masing. kemajemukan harus disikapi dengan penuh rasa syukur. keragaman
yang kita miliki harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan yang Maha Kuasa.
dengan demikian pluralisme pada akhirnya akan mengantar agama-agama untuk
kembali pada panggilan dasarnya.
Hal disampaikan oleh Walikota Tegal Ketika memberikan
sambutan pada saat peringatan Natal bersama umat kristiani, Badan Kerja Sama
Gereja ( BKSG Kota Tegal ) di Gereja Pantekosta di Indonesia jemaat Mahanaim,
Kamis (5/1) malam.
“ Atas nama pribadi
dan Pemerintah Kota Tegal, saya menyampaikan salam hormat dan salam bahagia
kepada umat Kristiani di seluruh Kota Tegal yang merayakan Natal tahun 2016.
semoga perayaan natal 2016 yang lalu membawa kebahagiaan, kedamaian, dan
kesejahteraan kepada segenap umat kristiani, dan kepada kita semua, masyarakat Kota
Tegal.” Ungkap Walikota
“ Saya juga bersyukur dan berterimakasih atas kerjasama semua pihak
karena perayaan Natal tahun 2016 berjalan khidmat, tertib dan damai. umat Kristiani
di seluruh penjuru Kota Tegal dapat merayakan ibadah dengan tenang. saya
berharap suasana seperti ini terus dapat kita jaga di Kota Tegal, menuju ke
kehidupan yang makin aman, makin tenteram, dan makin damai.” Imbuh Walikota.
Disampaikan oleh Walikota bahwa renungan natal yang
disampaikan di gereja-gereja, mengajak umat kristiani untuk menjauhkan diri
dari rasa kebencian. renungan natal yang disampaikan, juga mengajak umat
kristiani untuk meningkatkan kualitas keberagamaan, sekaligus partisipasi dalam
pembangunan bangsa.
“ Melalui renungan-renungan Natal saya berharap seluruh umat manusia
menyadari pentingnya penerapan prinsip humanisme, pluralisme, dan toleransi,
dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi bersama.” Ucap Walikota.
“ Merayakan Natal bukanlah hanya sekedar
kebiasaan atau tradisi semata, melainkan harus benar-benar murni pengakuan iman
atas kuasa tuhan yme sehingga natal akan membawa makna bagi diri sendiri, bagi
keluarga, bagi umat kristiani dan masyarakat. di sisi yang lain, perayaan natal
merupakan bentuk aktualisasi iman dan kasih kepada tuhan dan sesama, melalui
berbagai tugas dan pengabdian sesuai karunia dan talenta dimiliki agar
dapat saling melengkapi, menciptakan
keharmonisan, saling memaafkan, membina kerukunan dan kedamaian.” Tambah
Walikota.
Walikota berpesan dan menyampaikan bahwa dengan berlalunya tahun
2016 biarlah berlalu juga segala kesedihan, kepahitan, kecemasan, kebimbangan
dan luka-luka di hati, biarlah segala luka-luka dan segala bentuk kesedihan
kecemasan itu lenyap.
“ Biarlah semua menjadi ciptaan yang baru dalam tuhan. yang lama
sudah berlalu, yang baru sudah datang.” Ucap Walikota.
“ Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati ibu/ bapak jemaat memasuki
tahun 2017 ini dengan hati yang penuh semangat, penuh kekuatan, penuh percaya
diri, penuh pengharapan karena Tuhan-lah yang membuat semuanya itu terjadi.”
Tambah Walikota
Mengakhiri sambutan, Walikota mengajak segenap umat Kristiani di Kota
Tegal untuk senantiasa mensyukuri kemajuan yang berhasil kita raih, seraya
terus melakukan koreksi dan perbaikan atas banyak hal yang belum dapat kita
capai. jadikanlah perayaan Natal sebagai bagian untuk membangun jiwa yang
terang, sikap yang optimis, pikiran yang positif, serta semangat yang kuat
untuk membangun hari esok yang lebih baik.
“ Mari kita songsong tahun 2017 dengan penuh semangat dan
pengharapan. tahun 2016, alhamdulillah telah banyak kemajuan
dan prestasi yang kita raih, dan di tahun 2017 marilah kita tingkatkan
kebersamaan dan kerja keras kita, untuk berbuat yang lebih baik lagi dengan
mewujudkan dan peningkatan pembangunan di Kota Tegal.” Pesan Walikota
mengakhiri sambutannya.
Sementara itu menurut Ketua panitia Peringatan
Natal bersama umat Kristiani, Badan Kerja Sama Gereja ( BKSG Kota Tegal ) di
Gereja Pantekosta di Indonesia jemaat Mahanaim, Orlin Brigita Donda mengungkapkan bahwa Acara ini diselenggarakan setiap tahun sekali yang
diselenggarakan 5 hari setelah Natal tanggal 25 Desember tetapi kali ini di
adakan tanggal 5 Januari 2017 karena berbagai pertimbangan dengan jamaat rata rata dari Kota Tegal, tetapi juga ada
dari luar Kota jumlah jamaat berkisar 700 sampai 800 orang untuk perayaan Natal
ini.
Terkait kehadiran
Walikota di acara Tersebut Orlin mengungkapkan
“ Kedatangan Walikota Tegal dalam Peringatan Natal bersama umat
Kristiani, Badan Kerja Sama Gereja ( BKSG Kota Tegal ) di Gereja Pantekosta di
Indonesia jemaat Mahanaim mempunyai arti penting sebagai pemersatu umat di Kota
Tegal sehingga benar benar bersatu dari berbagai ragam budaya, etnis dan
agama.”
Disampaikan pula oleh Orlin mengutip isi
khotbah yang di bawakan oleh Pendeta. Addi S. Patriabara dari Yogyakarta bahwa Kita
harus menjadi teladan, menjadi terang di tengah tengah dunia ini.
Hal senada juga
disampaikan oleh Ketua Badan Kerjasama Gereja-Gereja (BKSG) Kota Tegal, Pendeta.
Royke Tampi, S.Th.
” Yang patut kita
Syukuri, perayaan Natal sepanjang bulan Desember ini berjalan dengan aman, ini
tidak lepas dari yang turut andil sehingga kami bisa merayakan perayaan natal
yaitu ada dukungaan dari pemerintah setempat Khususnya Pemerintah Kota Tegal.”
ucap Royke.
” Atas nama pimpinan
gereja gereja di Kota Tegal menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kota
Tegal yang sudah membuat kami nyaman untuk mengadakan ibadah dan perayaan Natal.
Imbuh Royke.
(Daryani/MR/99).