TEGAL
– (Media Rakyat). Pelaksanaan Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) yang
dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitaian dan Pengembangan
Daerah Kota Tegal
sudah memasuki tahap penilaian. Salah satu peserta yang pada hari Selasa (7/3)
siang dikunjungi oleh tim juri adalah Riyanto, warga Kelurahan Mintaragen yang
ikut serta dalam karyanya di bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Dengan
mengangkat tema Ekosistem Buatan melalui Teknik Kubangan untuk Mangrove di
Pantai Pasir. Teknik yang sudah dilakukan bersama Paguyuban Penyelamat
Lingkungan Kota Tegal ini berlokasi di Pantai Panggung, dimana lahan pantai
pasir yang tadinya hamparan pantai pasir, kini tumbuh menghijau tanaman-tanaman
jenis Mangrove dengan teknik tersebut.
Dalam
kesempatan penilaian, Riyanto menjelaskan bahwa teknik yang di terapkan dalam
pembuatan ekosistem buatan untuk mangrove berawal dari kegagalan penanaman
mangrove di pantai. ‘’Teknik penanaman mangrove melalui gorong-gorong, tanam
langsung dan teknik lain sudah pernah saya coba, namun hasilnya gagal. Pasang
surut air laut tidak dapat diprediksi, semua tanaman habis terbawa air pasang
dan ombak. Oleh karena itu saya tanpa sengaja menaruh bibit mangrove usia 3
bulan di lokasi galian pembutan sumur, setelah berhari-hari bibit mangrove
tersebut bisa bertahan. Dan saya langsung mencoba membuat sebuah kubangan di
pantai pasir akhirnya bibit mangrove tersebut saya teliti, jadilah sebuajh
ekosistem buatan yang saat ini saya lombakan’’, tutur Riyanto.
Ekosistem
buatan untuk mangrove tersebut menempatakan posisi kubangan dengan tinggi
kedalaman 1,5 – 2 meter / sampai keluarnya air. Dengan jarak 15-30 meter dari
bibir pantai. ‘’Kubangan yang sudah digali, lalu menempatkan bambu gebyok
sebagai penahan pasir di kubangan tersebut. Fungsi gebyok yang dipasang di
tepian kubangan berfungsi sebagai penahan kikisan pasir di kubangan. Bibit
mangrove yang sudah siap, dapat langsung di taman dengan bantuan batang ajir (penyangggah batang mangrove) dan
setelah itu kubangan dapat dipenuhi dengan bibit mangrove’’, tambah Riyanto.
Peran
penting masyarakat dalam menjaga lingkungan sangatlah diharapkan. Karena
pelestarian lingkungan dapat menghasilkan dampak positif di kemudian hari. Maka
pelestarian lingkungan terus harus di lakukan. (Daryani/MR/99).