TEGAL- (Media Rakyat). DPPKBP2PA
Kota Tegal adakan pelatihan peningkatan produktifitas ekonomi perempuan (PPEP)
kegiatan peningkatan produktifitas ekonomi perempuan di gedung eks Samsat
komplek Balaikota, 14-15 Maret 2017.
Dra. Yanti Susanti, mengatakan bahwa trend saat ini
banyak pelaku usaha tidak memiliki toko/kios tapi cukup dengan produk yang difoto dengan apik kemudian dipasarkan menggunakan media sosial sebagai media usaha.
"Tidak perlu harus ada tempat berjualan, cukup tersedia produk di rumah
saja", katanya saat memberikan materi kepada peserta pelatihan.
Dia juga menambahkan ada empat tahapan sebelum memulai
usaha, yaitu sebelum membuka usaha harus
mengetahui pangsa pasar. Sasaran utama konsumen siapa. Sebagai contoh, krupuk
mau dijual dimana, apakah di supermarket, pasar tradisonal, warung lalu
penikmat krupuk ini apakah orang dewasa atau anak-anak. Produk sesuai dengan
siapa yang akan membeli, konsumen produk kita itu siapa.
Selain mengetahui pangsa pasar, pelaku usaha juga
memperhatikan kemasan."Dari sisi kualitas
sudah bagus namun jika dikemas dalam kemasan yang kurang menarik, maka produk
kita tak akan pernah dilirik konsumen", imbuhnya
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Daiah mengatakan kegiatan pelatihan seperti
ini sangat bagus. Terutama memberikan informasi kepada pelaku usaha khususnya
ibu rumah tangga yang akan memulai usaha dan sudah jalan usahanya.
"Acara ini bagus, kita lebih tahu bagaimana memulai usaha, memberikan pengetahuan
dalam pemasaran produk apalagi kebanyakan pelaku usaha adalah Ibu-ibu rumah tangga", pungkas Ibu asal
Tunon, Kec. Tegal Selatan, juga sebagai pelaku usaha catering. (Daryani/MR/99).
