JAKARTA – (Media Rakyat). Untuk lebih memajukan pariwisata di
Kota Tegal, Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno, Plt.Kepala Dinas
Kominfo Kota Tegal, Drs. Hendiati Bintang Takarini, M.M. beraudiensi dengan Dadang Rizki Ratman, Deputi Pengembangan Destinasi
dan Industri Pariwisata.
Walikota Tegal
dan Dadang sependapat tentang bagaimana memajukan pariwisata khususnya di Kota
Tegal.
“Teman
teman di Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kota Tegal harus menguasai
betul wisata di Kota Tegal itu siapa saja, karena wisatawan datang ke destinasi
yang ada di kota tersebut,” ungkap Walikota.
“Kita punya
garis pantai 8 KM, PAI dan Pantai Muarareja akan kita kemas dan tata lebih baik
lagi, juga dengan destinasi buatan dimana kita punya pusat perbelanjaan yang
menarik wisatawan, termasuk pusat perbelanjaan baru yang direncanakan
diresmikan bulan April mendatang,” tambah Walikota
| Walikota bersama deputi pengembangan pariwisata |
Lebih
lanjut dijelaskan bahwa untuk mempermudah dan menjadikan pariwisata itu
berkembang diperlukan adanya Pemasaran yang mempunyai tugas Branding,
advertising dan selling.
“Biasanya
yang banyak menarik wisatawan adalah festival yang bisa melibatkan peran
pemerintah dan swasta,”ungkap Dadang.
Sedangkan
Destinasi adalah bisa berbentuk atraksi baik alam, budaya ataupun buatan dan
untuk aksesibilitas diantaranya infrastruktur transportasi dan infra informasi
baik udara laut maupun darat, tak kalah penting adalah amenitas seperti
prasarana umum, listrik, air, pengelolaan limbah dan telekomunikasi, juga
fasilitas umum seperti perbankan, parker, toilet, rumah sakit dan polisi
pariwisata serta fasilitas pariwisata yang terdiri dari akomodasi, restoran,
TIC, papan informasi dan souvenir.
“Destinasi
konsepnya bisa Negara, provinsi, pulau, kota bahkan bisa sampai ke desa
wisata,Kenalilah destinasi yang ada di Kota Tegal, bisa alam budaya, buatan dan
yang lebih penting adalah para pelaku usaha harus kompak, SDM, dan masyarakat,
dari 3 komponen ini wisatawan nanti dikuasai oleh bidang pemasaran atau
promosi.”ucap Dadang.
Dijelaskan
pula bahwa Master plan untuk menata 5, 10 atau mungin 20 tahun kedepan yang
berarti kita sudah meletakan pondasi, ini semua berjalan juga atas dukungan
investor, juga adanya peningkatan sdm dengan peningkatan kapasitas dan sertifikasi
profesi dari para pelakunya, masyarakat juga diperlukan sebagai masyarakat yang
sadar wisata dan masyarakat sebagai pelaku usaha pariwisata, serta industry
dengan standard dan sertifikasi usaha,
mengakhiri audiensi yang dikemas dalam bincang bincang penuh keakraban. (Daryani/MR/99).