JOGJAKARTA – (Media Rakyat). Program adipura adalah
program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertujuan untuk
mendorong kepemimpinan Pemerintah Kota/ Kabupaten dalam membangun partisipasi
aktif masyarakat serta dunia usaha untuk mewujudkan wilayah yang berkelanjutan
secara ekologis, sosial dan ekonomi
Untuk mewujudkan itu Pemerintah Kota Tegal dalam hal ini Plt. Walikota
Tegal, Drs. H.M. Nursholeh, M.M.Pd yang akrab di sapa Kang Nur beserta jajaran
dari Pemerintah Kota Tegal mulai dari Asisten Pemeritahan, Drs. Imam Badarudin,
Kepala Bagian Humas dan Protokol, Dra. Hendiati Bintang Takarini, Plt.Kepala
Dinas Lingkungan Hidup dan staf terkait melakukan kunjungan ke Kota Jogjakarta
sebagai bekal dalam upaya pembenahan dan perbaikan perlu juga mempelajari dan
mencontoh pengeloaan lingkungan yang dilakukan kabupaten kota lainnya yang
memiliki klasifikasi sama seperti KotaTtegal dan telah memperoleh penghargaan
adipura, Jumat (3/11/2017).
Secara langsung Kang Nur dan rombongan dari Pemerintah Kota Tegal di
terima oleh Wakil Walikota Jogjakarta, Drs. Heru Purwadi yang didampingi kepala
Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogjakarta, Ir. Suyana diruang rapat Walikota
Jogjakarta.
Disampaikan oleh Kang Nur bahwa maksud dan tujuan kedatangannya beserta
rombongan dari Pemerintah Kota Tegal adalah menimba ilmu untuk bisa Kota Tegal
mendapatkan piala adipura sebagaimana Kota Jogjakarta mendapatkannya.
“Kemarin Kota Tegal baru dapat sertifikat Adipura, artinya kita nyaris
mendapat piala adipura, oleh karenanya kita perlu belajar dari daerah atau kota
yang sudah mendapatkan adipura,” ucap Kang Nur mengawali sambutan.
“Oleh karenanya kami dari Kota Tegal meminta bagaimana kiat dan strategi
yang bisa membawa Kota Tegal mendapat piala adipura,” tambah Kang Nur.
Terkait dengan yang disampaikan oleh Kang Nur, Wakil Walikota
Jogjakarta, Drs. Heru Purwadi
menyampaikan bahwa faktor utama yang menyebabkan Kota Jogjakarta
berhasil mendapatkan piala adipura adalah di pengelolaan Tempat Pembuangan
Akhir sampah yang sudah memadai, peran serta semua elemen baik dari unsur
Pemerintah dan masyarakat untuk sama sama bagaimana Kota Jogjakarta mendapatkan
piala Adipura.
“Untuk pengelolaan sampah kita pakai TPA
regional dan dilakukan oleh Sekretariat Bersama Kartamantul
(Sekber Kartamantul) yakni pengelolaan TPA Piyungan. Adapun sumber pendanaan
TPA ini dilakukan dengan cara Development Sharing, yaitu dengan berbagi
alokasi anggaran dan besarnya biaya operasional didasarkan pada jumlah sampah
yang dibuang pada TPA tersebut,” ucap Heru Purwadi.
Sedangkan untuk peran serta semua
pihak yang juga merupakan pertanyaan dari Asisten Pemerintahan, Drs. Imam
Badarudin dan Plt. Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, M. Rudy Herstyawan dapat
dijelaskan oleh kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogjakarta, Ir. Suryana b
“Kami punya tim dari Walikota hingga lurah jadi tim adipura yang
terdiri dari Tim pengarah Tim teknis dan
Tim Penyusun manajemen adipura, Nilai rata rata fisik kita adalah 72.99. Kita
terbantu nilai non fisik sistem manajemen 79.68,” ucap Suryana
“Pemberdayaan dan pendampingan masyarakat supaya tetap jalan, Karena
tidak terus menerus melakukan pendampingan, Maka kami adakan fasilitas kelurahan
sebanyak 180 orang di setiap kelurahan dengan melaporkan hasil kinerjanya ke
DLH setiap periode. 98.67 persen pelayanan sampah kita sudah kita terlayani”
ungkap Suryana
Ditambahkan oleh Suryana bahwa keberadaan bank sampah harus ada di tiap
RW walaupun reduksi sampah kecil sekitar
1 persen tapi paling tidak memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk
mengolah dan memilah sampah dan untuk yang dipasar DLH berdayakan kelompok
kelompok pengelola pasar.
“Semua bersemangat gotong royong memajukan Jogjakarta. Setiap bagian
harus berperan dan secara periodik kita
pantau, bank sampah, komposter dan lainnya yang mendukung tercapainya adipura
agar masyarakat tidak lupa bahwa Jogjakarta juga siap untuk tahun 2017 2018
untuk dapat adipura lagi,” pungkas Suryana.
Sedangkan untuk pertanyaan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Humas
dan Protokol Setda Kota Tegal, Drs. Hendiati Bintang Takarini yang menyoroti
peran media dalam rangka adipura, Suryana kembali menjelaskan bahwa untuk
setiap hari senin dan kamis secara periodik ada kegiatan Walikota menyapa
disinilah peran humas maupun media berperan dalam mengingatkan pentingnya peran
semua pihak untuk menuju adipura baik dari pemerintah itu sendiri maupun dari masyarakat.
Acara dilanjutkan penyerahan plakat dan kenangkenangan dari pemerintah
Kota Jogjakarta melalui Wakil Walikota, , Drs. Heru Purwadi kepada Plt.
Walikota Tegal, Drs. H.M. Nursholeh, M.M.Pd. (Daryani/MR/99).