TEGAL
– (Media Rakyat). Paska kepemimpinan Walikota Tegal Non Aktif, Siti Masitha
Soeparno, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tegal diharapkan mampu mulai
berbenah diri, dan tidak terkotak-kotakan apakah mereka yang disebut
orang-orang Walikota Non aktif maupun yang tidak, demikian disampaikan Plt.
Walikota Tegal, Drs. M Nursholeh, M.MPd dalam rapat koordinasi ASN kota Tegal
dengan Plt. Walikota Tegal Drs. M Nursholeh, M.MPd yang
juga di hadiri mantan Walikota
Tegal periode 1999 s.d 2009 Adi Winarso dan mantan Sekretaris Daerah dengan
Periode yang sama Raharjo, di Ruang Adipura, Senin (6/11).
Nursholeh
berharap, kedepan ASN kota Tegal bisa meninggalkan masa lalu dan harus selalu
kompak. Senada dengan Plt Walikota, Mantan Walikota Tegal yang hadir dalam
acara tersebut juga menyampaikan bahwa kerja dalam Pemerintah Kota tegal adalah
kerja bersama dengan tim yang solid, jika kerjasamanya bagus maka out putnya akan bagus.
Tidak
lupa Adi winarso juga berpesan, jika ada masalah internal selesaikan segera
didalam, selama itu tidak berbenturan dengan aturan yang ada, jangan ada yang
merasa paling benar dan tidak merasa bersalah jika melakukan sebuah kesalahan.
Adi Winarso yakin jika kerja tim solid dan bekerja sesuai dengan aturan maka
kerja akan hasilnya akan lebih optimal.
Sementara
itu, mantan Sekda Kota Tegal Raharjo dalam kesempatan tersebut, menyampaikan
bahwa peristiwa Operasi Tangkap Tangan Walikota Tegal non aktif merupakan
tamparan besar bagi dirinya meskipun ia sudah non aktif. Raharjo berpesan
kepada ASN Pemkot Tegal untuk selalu memperhatikan apa yang telah kita perbuat, apakah sudah betul atau
salah, memilah-milah apakah yang kita lakukan tersebut adalah benar, dengan
mengukur diri tersebut nisacaya kejadian-kejadian yang terjadi selama masa
kepemimpinan Walikota Non aktif tidak terjadi, Ia mencontohkan kejadian ASN
yang dipensiunkan tanpa gaji tanpa melalui prosedur yang jelas, dan menurutnya
hal tersebut tidak sesuai dengan aturan yang ada.
Raharjo
juga menyinggung budaya malu dari ASN yang harus dimiliki jika telah berbuat
melanggar aturan. Dalam menutup sambutannya Raharjo sekali lagi mengajak ASN
kota Tegal untuk selalu mengukur diri, dengan begitu akan menghindarkan kita
dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik. (Daryani/MR/99).