| Walikota serahkan bingkisan ke petugas |
TEGAL - (Media Rakyat) Walikota Tegal KMT Hj. Siti
Masitha Soeparno memimpin kegiatan
Monitoring Malam Takbiran bersama anggota Forkopimda dan didampingi Kepala SKPD
di Lingkungan Pemkot Tegal pada malam 1 Syawal 1437 H, Selasa (5/7) malam.
Dalam kegiatan itu, Walikota dan
anggota Forkopimda menyerahkan bingkisan untuk para petugas posko keamanan
sebanyak 6 bingkisan untuk 6 posko dengan rute yang telah ditentukan.
Monitoring Malam Takbiran
merupakan program yang diadakan selalu oleh Pemerintah Kota Tegal bersama
Forkopimda dengan mengadakaan pemantauan khususnya pada malam takbiran.
Untuk rute dimulai dari Balaikota
Tegal-Alun-alun-Jl. Pancasila- Posko Stasiun (1)– Jl Semeru – Jl Abimayu - Jl.
Perintis Kemerdekaan – Posko Lintasan KA (2)– Jl. Martoloyo – Jl. Yos Sudarso –
Jl. MT Haryono – Jl. Gajahmada- Jl. Sutoyo – Posko Maya (3) – Jl. Kol Sugiono –
Jl. Cipto Mangunkusumo –Jl. Ki Hajar Dewantoro – Sumurpanggang- Kalinyamat
Wetan – Kalinyamat Kulon – Jl. Cik Di Tiro -Makam Debong Kidul (4) - Jl. Teuku
Umar – Jl. KS Tubun –Pos Polisi Perempatan Kejambon (5) - Jl. Sultan Agung –
Posko Lintasan KA (6) –Jl. AR Hakim – Jl. Kartini- Jl. KH Ahmad Dahlan -
Alun-alun dan finish di Balaikota.
Kepala Kesbanglinmas Kota Tegal
Drs. Soeripto mengatakan rute monitoring berubah dari rencana rute awal. Sebab
ada ruas jalan yang macet total di Pantura tidak dilewati seperti rencana.
Antara lain JL. Cipto Mangunkusumo – Kaligangsa – putar arah jembatan
Kaligangsa- Kaligangsa-Posko Dishub (6)- Posko Terminal (7) – Jl. Mataram (8) -
Jalingkut-Jl. Hang Tuah – Jl. Letjen Suprapto-Jl. DI Panjaitan – Jl. Ahmad Yani
tidak dilewati. “Jalur itu sedang macet kalau kita lewat nanti tidak bisa
bergerak,” ungkap Soerpto.
Walikota Tegal KMT Hj. Siti
Masitha Soeparno menyebut mudik tahun ini menuju ke Jawa Tengah, sangat padat
dan Kota Tegal menjadi daerah lintas. “Salah satu koordinasi yang dilakukan
dengan menurunkan semua armada dengan sarana dan prasana memadai, serta sebagai
bentuk perhatian kepada petugas yang bekerja selama 24 jam non stop sehingga
diharapkan memberikan semangat kepada petugas untuk dapat bekerja dengan baik,
yang terpenting suasana berjalan dengan kondusif,” tutur Walikota disela-sela
kegiatan Monitoring Malam Takbiran.
Kemacetan yang terjadi di Kota
Tegal, diungkapkan Walikota memang diluar perkiraan. Pemudik tahun ini lebih
banyak daripada yang diprediksi. “Sebetulnya dari sarana dan prasarana serta
fasilitas sudah sangat memadai, kita juga mengantisipasi titik-titik rawn yang
bisa mengantisipasi kemacetan namun ternyata pemudik membludak sehingga masih
terasa kemacetan, tetapi bisa lebih terurai malam ini (Selasa malam, red). Kita
harapkan besok pagi semua warga yang mudik bisa sampai di kampung halamannya
dan bisa melaksanakan sholat ied di daerahnya masing-masing” harap Walikota.
Sementara mengenai persoalan krusial
akibat macet adalah kekurangan BBM bagi kendaraan pemudik. Walikota menyatakan
ketersediaan BBM sudah diupayakan koordinasi Pemkot Tegal dengan Pertamina untuk
SPBU. “Sehingga sampai saat ini ketersediaan masih sangat cukup dan yang sudah
dilaksanakan oleh setiap posko menjemput bola dengan menyediakan jerigen,
pasukan mengambil di SPBU dan menyerahkan
kepada para pemudik yang membutuhkan,” tutur Walikota.
Diakui Walikota, tentu saja ada
keterbatasan dalam pelaksanaan delivery BBM. Namun kendaraan yang penting tidak
stuck dan berheni atau macet dijalan,” sebutnya. (Daryani/MR/99)