![]() |
| Penandatanganan prasasti oleh Ditje PAUD dan Dikmas Kemendikbud |
TEGAL- (Media Rakyat). Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud Dr. Erman Syamsudin meresmikan Program "Kopi Literasi" di TBM Publik Sakila
Kerti Komplek Terminal Bus Kota Tegal
Senin (18/7).
Peresmian
dilakukan dengan penandatanganan prasasti oleh Erman disaksikan Asisten
II Sekda Kota Tegal Herlien Tedjo Oetami, SH dan Ketua TBM Sakila Kerti
Dr Yusqon MPd.
Dalam
sambutan Walikota yang dibacakan Asisten II, Walikota menyebut pendidikan keaksaraan merupakan prasyarat untuk belajar
sepanjang hayat. Selain berfungsi untuk mengentaskan kemiskinan, sekaligus mampu
meningkatkan keberdayaan personal untuk memperoleh pencerahan dan ketangguhan
dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Disebutkan Walikota, tumbuhnya Taman Bacaan
Masyarakat (TBM) merupakan mitra
pemerintah, merupakan pendekatan keaksaraan fungsional dengan proses dinamis yang
mampu membuat warga dapat menguasai dan menggunakan kemampuan menulis, membaca
serta berhitung untuk menganalisa dan memecahkan masalah yang dihadapi.
“Sehingga keberadaan TBM mampu membuat warga belajar memotivasi dan
memberdayakan dirinya untuk meningkatkan taraf hidup dan mandiri,” tutur
Walikota.
Keberhasilan TBM di masyarakat dibuktikan dengan meningkatnya jumlah
kelulusan pendidikan kesetaraan Paket A dari 52 orang yang lulus 48 orang di
tahun 2015. Sedangkan Paket B lulus 146 dari 147 siswa. Sementara Paket C Utama
(IPA) dari peserta sebanyak 37 orang yang lulus 30 orang. Dan untuk Paket C (IPS)
dari 263 siswa yang lulus 222 siswa.
“Oleh karena itu, dalam rangka menurunkan angka buta aksara di Kota Tegal,
Pemkot melakukan kerjasama dengan berbagai lembaga mitra pendidikan non formal
seperti muslimat NU, PKK, Asiyiyah, Kowani, Lembaga Keagamaan, Perguruan Tinggi
melalui KKN Tematik dan pusat kegiatan Belajar Masyarakat, sanggar kegiatan
belajar, forum tutor keaksaraan, lembaga swadaya masyarakat sebagai inovasi dan
latihan kecakapan hidup. Pengembangan pendidikan berkelanjutan juga kita
dorong,” tutur Walikota.
Direktur Pembinaan
Pendidikan dan Kesetaraan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud Dr. Erman Syamsudin mengatakan pendidikan
non formal itu suasananya membaur dengan lingkungan sekitar, dengan suasana santai tetapi tidak meninggalkan
kreatifitas tanpa melenceng dari tujuan utama mencerdaskan kehidupan bangsa.
Harapannya
program “Kopi Literasi” menjadi titik awal tercetusnya “Kampung Literasi” yang
akan dikembangkan menjadi sentra kehidupan,
dari pengembangan budaya baca sampai untuk mengasah keterampilan sesuai
tujuan utama pendidikan non formal. “Nantinya TMB diharapkan akan menjadi daya tarik bagi masyarakat yang
telah lanjut usia agar tetap bisa belajar,” ungkapnya.
Setelah
kunjungan di TBM Sakila Kerti, rencananya
Direktur Pembinaan Pendidikan dan Kesetaraan Ditjen PAUD dan Dikmas
Kemendagri bersama rombongan akan melakukan pertemuan di PKBM Sarana
Maju untuk membahas pengembangan TBM selanjutnya.
Peresmian “Kopi
Literasi” dihadiri oleh Ketua TBM Syakila Kerti, Dr. Yusqon, M.Pd, Asisten II Herlien Tedjo Oetami, SH, Kepala
SKB Kota Tegal , Forkopimca, dan warga belajar binaan TBM Publik Sakila Kerti. (Aris/Daryani/MR/99)
