| Walikota saat memberikan pesan kepada peserta KKN |
TEGAL – (Media Rakyat). Mahasiswa diminta untuk menggunakan metode komunikasi yang tepat santun dan
luwes, sesuai dengan adat istiadat masyarakat. Hal tersebut
agar pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai pendampingan masyarakat dalam
hal pengembangan kapasitas dapat dilaksanakan secara maksimal.
Hal tersebut diungkapkan Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno saat
menerjunkan 183 Mahasiswa KKN Universitas Pancasakti Tegal (UPS) di Pendopo Ki
Gede Sebayu Kota Tegal, Senin (18/7). Mahasiswa itu akan terjun ke
kelurahan-kelurahan di Kota Tegal dan membantu program Pemerintah Kota Tegal.
“Tetapi
yang juga tak boleh dilupakan adalah tetaplah berada pada aturan dan rambu-rambu
yang telah ditetapkan oleh pihak Universitas,
sebagai lembaga yang menaungi saudara. Selain itu tetaplah menjaga komunikasi
yang baik dengan aparat pemerintah, baik Sipil, Polisi,
maupun TNI di tingkat kelurahan dan kecamatan,” pesan Walikota.
Dalam kesempatan itu, Walikota mengingatkan para mahasiswa UPS peserta KKN
untuk menjaga
nama baik almamater Universitas. “Jangan
sampai ada perilaku atau kegiatan yang mampu memicu permasalahan di tengah masyarakat, seperti halnya tindak asusila,
kegiatan politik praktis, juga kegiatan yang bertentangan dengan agama,” tutur Walikota.
Karena jika hal-hal
tersebut sampai terjadi, Walikota mengingatkan, maka
nama almamater akan tercoreng di tegah masyarakat. Dan akan butuh waktu cukup
lama untuk mengembalikan nama baik tersebut. “Itulah
makanya perlu saya tekankan hal ini, demi
kebaikan bersama,” kembali Walikota mengingatkan.
Rektor UPS Kota
Tegal, Prof. Dr. Wahyono, SH, MS menyebut KKN melatih
interaksi mahasiswa dengan masyarakat kecuali bagi yang sudah bekerja. “Itulah
pendidikan yang paling utama di lapangan. Kecuali bapak ibu yang kuliah sudah
bekerja,” sebutnya.
| Penyerahan Atribut KKN |
Disebutkannya, KKN merupakan
upaya mengapilkasikan ilmu yang udah didapat di fakultas sesuai dengan
kebutuhan masyarakat. “Kita tidak akan merubah program yang sudah ada di kota
dan kelurahan tetapi kita membantu program. Sudah ada pedoman dalam
pelaksanaannya. Tahun ini UPS akan kembali melaksanakan KKN Posdaya dengan
mengembangkan potensi daerah, seperti pendidikan, kesehatan ekonomi dan lingkungan
hidup,” jelasnya.
Diungkapkan Wahyono, tahun lalu saat melaksanakan KKN, UPS mendapat subsidi
dari Yayasan Danmandiri. Namun untuk tahun ini, UPS melaksanakan KKN dengan
pemberdayaan dari diri sendiri.
“Mahasiswa hanya punya ilmu namun tenaga tidak punya, 90 persen mahasiswa
murni. Mereka hanya mampu memberikan pemikirannya saja. Untuk itu, ide-ide
mereka nanti dituangkan dalam kegiatan KKN,” ungkap Wahyono.
Wahyono juga berpesan kepada mahaiswa untuk tidak hura- hura, namun dengan
niat membantu program Pemerintah Daerah dalam melaksanakan KKN. (Imam Safi'i/Daryani/MR/99)