TEGAL-(Media Rakyat). Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha didaulat sebagai Ibu Asuh bagi
Taruna dan Taruni Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Kota
Tegal. Selain itu, Walikota mendapat predikat sebagai Pelopor
Keselamatan Transportasi Kota Tegal. Selama dua tahun kami perlu mencari
sosok figur yang dapat kami banggakan, sehingga kami mempunyai belajar
spirit yang tinggi. Walikota juga sangat antusias sebagai ibu asuh bagi
taruna dan taruni PKTJ Kota Tegal,” ungkap Direktur PKTJ Yudi Karyanto
usai Ceramah Umum oleh Walikota Tegal di PKTJ Kota Tegal, Senin (01/08)
siang. Hadir bersama Wakil Direktur I PKTJ Ir. Herman M. Kaharmain, MSc,
Wakil Direktur II PKTJ Isman Djulfi, ST, MAP dan Wakil Direktur III
PKTJ Rode P. Gagok, SSIT, MT serta jajaran PKTJ lainnya. Ceramah Umum
ini merupakan bagian dari Program Walikota Mengajar yang baru pertama
kali dilaksanakan di Kampus PKTJ Kota Tegal. Usai Ceramah Umum di depan
para Taruna dan Taruni PKTJ Kota Tegal, Walikota mengucapkan
kesediaannya untuk menjadi Ibu Asuh Taruna/Taruni PKTJ Kota Tegal.
“Untuk permohonan menjadi Ibu Asuh, saya bersedia sekali,” ungkap
Walikota dengan mengepalkan tangan penuh semangat.
Dalam kesempatan itu, sebagai prosesi resminya Walikota menjdi ibu
asuh, seorang taruni kemudian menyematkan selempang bertuliskan Ibu Asuh
PKTJ warna hijau kepada Walikota Tegal yang disaksikan oleh Direktur
PKTJ Kota Tegal. Kemudian Yudi Karyanto menyerahkan Piagam Penghargaan
Ibu Asuh kepada Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno sebagai Ibu
Asuh Taruna/Taruni PKTJ Kota Tegal yang ditandatangani sendiri oleh
Yudi Karyanto sebagai Direktur PKTJ.Dalam ceramah umumnya dihadapan para
taruna dan taruni PKTJ Kota Tegal, Walikota menyoroti perkembangan
sarana dan prasarana transportasi di Kota Tegal. Bahkan perkembangan
transportasi terkini menjadi bahan diskusi menarik yang dilontarkan
kepada para taruna. Misalnya apakah sudah perlu adanya kebijakan
mengenai transportasi massal di Kota Tegal, seperti Bus Way atau Trans
Jakarta di Jakarta, apakah dapat diterapkan di Kota Tegal. Bahkan
mengenai transportasi berbasis online seperti gojek, grabjek dan lain
sebagainya. Dalam kesempatan itu, Walikota meminta empat taruna dan
taruni untuk memberikan pendapatnya mengenai perkembangan transportasi
saat ini.
Dari masukan para taruna dan taruni, Walikota menyimpulkan untuk
menjadi evaluasi dan kajian bagi Pemkot Tegal. Untuk itu, Walikota
meminta PKTJ dapat memberi masukan dari hasil evaluasi dan kajian secara
detail bagi arah kebijakan yang diambil Pemkot Tegal, dengan
pertimbangan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan safety untuk
berkendaraan umum dan lebih cepat sampai tujuan. Namun tidak
mengesampingkan global warning, go green, smart city dan ramah
lingkungan. Menanggapi hal tersebut, Yudi Kartono mengatakan PKTJ siap
untuk memberi masukan kepada Pemkot Tegal khususnya Dishubkominfo Kota
tegal. “Kami PKTJ ingin mengabdikan pemikiran kami kepada Pemkot Tegal,
Menurut Yudi, untuk angkutan massal sesuai ini aturan Keputusan Menteri
Perhubungan No. 35 Tahun 2003, diperuntukkan untuk kota dengan penduduk
diatas 500 ribu jiwa. Namun Kota Tegal penduduknya dibawah 300 ribu
jiwa. Tetapi sebetulnya ada dua langkah. Yakni jangka pendek yakni
optimalisasi pelayanan yang ada dengan penataan yang dilakukan oleh
Dinas Perhubungan dan Kominfo. Dan jangka panjang sudah menyiapkan
dengan kota yang kecil namun kalau pertumbuhan tinggi perlu membutuhkan
angkutan yang memadai, Sementara mengenai jembatan layang, Wilayah Kota
Tegal terbelah menjadi dua. Ada beberapa titik yang terkunci maka dengan
kebijakan Walikota untuk meningkatkan akses wilayah Mengenai predikat
Pelopor Keselamatan Transportasi, Yudi meyatakan bahwa tentunya Walikota
Tegal memiliki pemahaman dan motivasi yang sama terkait keselamatan
transportasi. Oleh karena itu, PKTJ memohon kepada Walikota untuk
menjadi pelopor keselamatan Transportasi sehingga apapun pelaksanaan
kegiatan, keselamatan menjadi hal yang utama. Kami semuanya, baik dosen
dan murid mendukung sepenuhunya kebijakan Walikota Tegal terkait aspek
keselamatan,” pungkas Yudi. (Daryani/MR/99)