“
Kehadiran saya adalah melepas rasa rindu dan juga sebagai ajang silaturahmi
kepada pengurus dan anggota pwri yang dulu pernah berkunjung ke Balaikota untuk
menemui walikota.” Ungkap Walikota
“
Bapak Ibu sekalian adalah mentor saya orang tua saya , guru, pembimbing saya
sehingga semua yang disampaikan dan doa yang dipanjatkan insya Alloh di
kabulkan untuk kita semua.” Tambah Walikota
Tentu
saja semua pencapaian pembangunan di Kota Tegal hari ini berkat dukungan dari
ibu bapak sekalian , pemerintah tidak dapat bekerja dan berjalan sendiri tanpa
dukungan dari seluruh warga dan khusunya ibu bapak yang tergabung dalam PWRI “Jadi
intinya anak tidak boleh kualat sama orang tua” Ucap Walikota
“
Mohon ibu bapak dengan saya ada kedekatan agar kita selalu sharing memberikan
masukan yang saya butuhkan untuk semata bagaimana kita bisa membangun kota
tegal kedepan ini lebih baik lagi itu yang paling utama.” Pinta Walikota.
Mohon
doa terkait dengan program program karena masih banyak sekali yang harus
dikerjakan , di implementasikan , prinsipnya kepada SKPD lakukan program
inovasi yang langsung menyentuh kepada masyarakat dengan tetap mengutamakan
aturan dan undang undang yang berlaku sehingga dalam menjaankan program
pemerintahan ini semuanya selamat dan kedepan aka nada program yang langsung ke
masyarakat sehingga masyarakat akan bisa merasakan manfaat dari pada program
tersebut paling utama adalah menuju kota tegal Kota Layak anak , dengan
mendorong seluruh SKPD terkait tentunya , yang pertama adalah sarana prasarana
, 1 kelurahan diwacanakan akan punya RTH sehingga anak itu akan kembali kea lam
, tidak menjadi anak anak yang konsumtif , tidak terlalu focus kepada gadgaet
dan informasi dunia maya yang tidak difilter.
Terkait
dengan pertanyaan dan usulan dari Ketua PWRI cabang Kota Tegal, Sutikno tentang
keinginan punya gedung sendiri yang bukan tanah miik KAI harapannya miilik
Pemkot.
Walikota
menjelaskan akan menelaah dan berkoordinasi dengan SKPD terkait sampai sejauh
mana kebutuhan akan gedung tersebut.
Sedang
usulan dari salah satu anggota PWRI Bagaimana menjadikan pasar pagi ikon , dan
malam hari gelap , padahal jika terang akan menjadi kebangaan , karena ada bangunan
bersejarah,
Walikota
menjelaskan “Kita punya 14 pasar kita ingin menjadikan pasar di Kota Tegal
menjadi pasar tradisional modern , tetap pasar ini untuk warga bertransaaksi
dengan suasana konvensioal tetapi ditata dengan baik sehingga anak anak kita
juga memahami sebelum ke Mall dan lain sebagainya , masih ada pasar.”
“Kita
ambil program dari kementrian dan sudah ada 2 proposal, khusus untuk Pasar Pagi
untuk pembenahan blok B dan blok C dan pasar sumur panggang , terkait dengan
yang bapak sampikan penerangan akan segera ditindak lanjuti untuk menjadi ikon
, untuk masalah hukum pasar pagi yang selama puluhan tahun seudah selesai dan
sudah menjadi asset milik Pemkot Tegal.” Imbuh Walikota
Pembangunan
trotoar,biasanya untuk parkir sepeda
motor sehingga orang yang lalu lalang didpan trotoar itu kesulitan , mohon
ditata degan baik, PWRI ingin membangun kursus tetapi terhambat sarana
prasarana ,
Ukuran
trotoar yang ada di Kota Tegal sudah 3m yang sudah sesuai dengn ukuran trotoar
tingkat kota, dan ada jalur untuk difabel .
Dalam
bekerja Walikota Tegal dan jajaran selalu bekerja dengan system “ Jadi kita
bekerja dengan system apapun orang masuk di dalam system harus mematuhi”
Akan
ada penertiban bahkan alun alun pun akan ada penertiban , aturannya akan kita
pasang apa saja yang dilarang , mau tidak mau kita harus melakukan itu kalau
tidak untuk menyadarkan masyarkat ini bagaimana menjaga lingkungan perlu dengan
aturan , ada aturan tentang penggunaan alun alun , pemeliharaan dan kita ada
Shift pengawasan sehingga seseuai dengan fungsinya , dan untuk trotoar kita
sudah buat aturan yang terkait bahkan sampai ke kali dan sungai dan harus ada
sangsinya”
“Kita
terapkan aturan itu agar ada kesadaran Warga” ungkap Walikota (Daryani/MR/99)