TEGAL
– (Media Rakyat). Pemerintah Kota Tegal dalam membangun suatu daerah dalam hal ini Kelurahan
akan disesuaikan dengan skala prioritas dan seberapa besar kepentingannya untuk
kesejahteraan warga. Hal ini terungkap dalam dialog antara Walikota Tegal KMT
Hj. Siti Masitha Soeparno dengan warga kelurahan Kaligangsa pada saat
Monitoring Wajah Kota dengan bersepeda di wilayah Kelurahan Kaligangsa, Jumat
(7/10)
Walikota
mengungkapkan bahwa pembangunan yang dilakukan sekarang dan kedepan tidak dari
APBD Kota Tegal “Pasti tidak cukup , oleh karenanya harus ada inovasi , kepala
daerah harus berfikir bagaimana caranya bisa membangun daerahnya , kotanya aman
bersih nyaman dan cantik , hijau , makmur dan sejahtera , banyak harus ke
pusat”
Dari
data tersebut Kota Tegal telah menggunakan dana dari pusat sebanyak kurang
lebih 100 miliar untuk membangun semua yang secara keseluruhan 200 Miliar untuk
infrastruktur , harapannya semua pasti kebagian “Percayalah tidak ada yang
dianak tirikan namun tentu saja bekerja harus dengan perencanaan , action plan
dari 2016 , 2017, 2018 secara bertahap” , Ujar Walikota
“SKPD
tidak ada yang mengumbar janji yang ada adalah realisasi” Tambah Walikota
“Secara
garis besar Insya Alloh semua bisa diselesaikan, saya jamin ibu bapak hanya
masalahnya jadual kerja , Kaligangsa daerah perbatasan akan menjadi daerah
pengembangan luar biasa yang bisa mendatangkan PAD dan mensejahterakan warga
ddisekitarnya” tegas walikota.
“
Jalan gang sedikitpu tidak ada yang boeh berlobang rusak dan harus terang, ini
bermaksud agar mengurangi tingkat kriminalitas , babinkamtbmas sudah dibekali
motor untuk 27 kelurahan” ungkap Walikota.
“Apabila
pembangunan belum sampai ke ibu bapak bukan berarti tidak dikerjakan dan masuk
skala prioritas , tapi ada pekerjaaan yang dilakukan secara bertahap , minta
saling mendukung karena pemerintah tidak bisa bekerja Sendirian.” Pinta
Walikota
Dalam
kesempatan dialog interaktif dengan warga yang di moderator dan di pandu oleh
Camat Kecamatan Margadana, Siswoyo
Seperti
yang disampaikan oleh Ketua LPMK Kelurahan Kaligangsa, Imam Rosadi
mengungkapkan “ Untuk Jl. Mohamad Toha yang sudah dibuat saluran betonnya
banyak yang rusak begitu juga saluran drainasenya tidak berfungsi normal dan
menjadi sarang nyamuk, pagar diperbaiki untuk makam mbah Wakya , sebelah pasar
Krandon ada sungai yang menuju ke utara dan bantarannya sudah di paving tapi
banyak rusak karena sungai lebih tinggi dari paving” dan Ketua RW 6 Kelurahan
Kaligangsa, Hadirin , arah ke Polder banyak yang rusak , Jl Bekasi Selatan,
Masalah PDAM yang belum sampai ke selatan Rel Kereta padahal ada Gorong gorong
sehingga bisa sampai ke Warga RW 6 ada 3 RT, usulan Makam Mbah Kasmu 25x25 M
terlalu sempit dan becek , pengurugan dan tembok keliling
Dijawab
oleh Kepala DPU Kota Tegal Sugiyanto, ST. MT ”Dimohon kerjasamanya dan peran
serta lingkungan dalam merawat Fasilitas yang sudah ada sehingga tidak cepat
rusak dan dapat dimanfaatkan secara bersama akan segera merealisasi , jalan kota tegal 85 persen dalam kondisi
baik dan untuk PDAM kita bikin jaringan distribusinya dahulu sebelum sampai
kerumah warga , jadi mohon kesabarannya , semua sedang dilaksanakan dan
dikerjakan “
Mengenai
Makam yang diusulkan oleh waraga Kepala Tata Pemerintahan dan Plt Diskimtaru Ir
Nunik Pratiwi menjelaskan “ karena tanah makam milik warga maka pemerintah
dalam memberikan bantuan harus dalam bentuk hibah, buat aja proposal , nanti
akan diverifikasi jika memang layak, persyaratannya terpenuhi dan dibutuhkan
maka tahun 2017 akan jadi proritas”
Sedangkan
dari Gapoktan sumber ekonomi RT 8 RW 4Abdul Jalil , saat panen jalan becek , masalah jalingkut
terkena eksesnya tapi sampai sekarang dokumen tanah belum dikembalikan , petani
mau minta kemana tentang kejelasannya dokumen tersebut,
Dari
Kelompok Wanita Tani Kelurahan Kaligangsa, Reni Yuliana , butuh bantuan media
tanam, kelompok ini diampu oleh bapermas kb dan penyuuh dari Dislatan,
Komposter Untuk pembuatan Kompos sendiri hingga bisa mandiri , lahan pertanian
yang lebih luas,
Dijelaskan
oleh Kepala Dislatan Ir. Noor Fuady “ supaya ada mekanisme usulan anggaran di
Musrenbangkel dan minta Lurah mengawal usulan , sehingga bisa terrealisir dan
dianggarkan ,
Dan
untuk system tanam dan lahan Fuady menjelaskan “ untuk lahan bisa dikembangkan
dengan menanam sistim verti kultur yang bisa dikembangkan di masyarakat
sekitarnya”
“Untuk
kejelasan Dokumen tanah ditanyakan ke Tata Pemerintahan” Pungkas Walikota.
Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan Sembako
oleh Walikota kepada Warga Kelurahan Kaligangsa yang membutuhkan. (Daryani/MR/99)