TEGAL – (Media
Rakyat). “ Begitu diputar kran nya, kencang
banget aliran airnya.” Ungkap Suharto (60 Th) warga Jalan Ki Ageng Tirtayasa
Gang Kolaka No. 2 RT 3/ RW 4, begitu
senangnya bisa mendapatkan pemasangan saluran air minum gratis dari PDAM Kota
Tegal.
Hal senada juga diungkapkan oleh Supriatin (33 Th)
RT 2 / RW 1, Kelurahan Keturen “
Alhamdulillah, bersyukur, dulu dulunya tidak ada program ini , sekarang malah
dapat pemasangan gratis saluran air bersih dari PDAM.” Ungkap warga tersebut yang
biasanya membeli air bersih dalam jerigen yang setiap bulannya memerlukan biaya
tambahan yang cukup lumayan untuk sekedar bisa mendapatkan air bersih untuk
kebutuhan minum sehari hari
“ Mudah mudahan ini bermanfaat, dan yang penting ini
semua dapatnya gratis, tidak dipungut bayaran.” Ungkap Walikota Tegal sesaat
setelah mencoba saluran PDAM.
“ Siang hari
aja air mengalir begitu deras apalagi kalau malam hari .” ungkap Plt. Direktur
PDAM Kota Tegal, Ir Sugiyanto di sela sela tinjauan langsung bersama Walikota
Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno yang di damping Plt Sekda Kota Tegal,
Dyah Kemala Sintha dan para Asisten Serta jajarannya , forkopicam, tokoh agama,
tokoh masyarakat, media Cetak dan elektronik, serta Warga sekitar yang ingin
melihat langsung, bertegur sapa atau sekedar foto bersama orang nomor 1 di Kota
Tegal tersebut.
Kegiatan ini adalah dalam rangka peningkatan
pelayanan kepada masyarakat Kota Tegal yang dilakukan oleh Pemerintah Kota
Tegal melalui PDAM yang melaksanakan percepatan pelayanan penyediaan air minum
bagi masyarakat berpenghasilan rendah ( MBR ), Rabu ( 11/1) di Pendopo
Kelurahan Bandung.
Dalam sambutannya sesaat setelah menyerahkan secara
simbolis kepada masyarakat yang telah menerima program PDAM peduli
mengungkapkan bahwa hari ini menjadi
istimewa, karena pada kesempatan ini saya akan memberikan bhakti saya kepada
masyarakat Kelurahan Bandung, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar
masyara-kat. karena telah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan
kebutuh-an dasar bagi masyarakatnya. dan untuk maksud itulah hari ini saya
berada di sini.
“ Berdasarkan pemantauan Pemerintah Kota Tegal, masih ada sebagian anggota masyarakat yang belum beruntung memiliki
sambungan rumah PDAM, terutama masyarakat yang
berpenghasilan rendah. tentu hal ini menjadi perhatian bagi saya, dan menjadi
catatan untuk memenuhinya. terlebih air bersih adalah kebutuhan dasar yang
sangat dibutuhkan oleh masyarakat.” Ungkap Walikota
“ Pada tahun 2016 lalu, melalui skala prioritas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tegal, telah dilaksanakan program pemasangan
1000 sambungan rumah baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah, di
seluruh wilayah Kota Tegal. dan syukur alhamdulillah program ini telah berjalan dengan baik dan
lancar. sehingga jumlah masyarakat penerima manfaat pun kian bertambah.”
Tambah Walikota
“ Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tegal melalui PDAM ini adalah program
lanjutan dari beberapa program yang telah berjalan. di awal tahun 2016 lalu,
kami telah melakukan penurunan tarif pemasangan sambungan rumah baru. jika di
masa-masa sebelumnya tarif pemasangan sambungan baru dinilai memberatkan
konsumen / masyarakat, maka di era kepemimpinan saat ini, penurunan tarif
pemasangan baru diharapkan dapat meringankan beban masyarakat.”
Ucap Walikota
“ Kepada seluruh masyarakat Kota Tegal, khususnya masyarakat Kelurahan Bandung untuk mendukung penuh program-program pemerintah, dalam melaksanakan
pembangunan. karena nantinya yang akan merasakan manfaat pembangunan adalah
masyarakat Kota Tegal secara keseluruhan.” Tak lupa Walikota berpesan
“ Saya tidak ingin hanya sebagian masyarakat saja yang bisa menikmati air
bersih dari pdam, tetapi semua lapisan harus memiliki kesempatan yang sama.
oleh karenanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekali lagi saya tegaskan
bahwa Pemerintah Kota Tegal membebaskan semua beban biaya
pemasangan baru.” Walikota kembali menegaskan
Dalam kesempatan itu Sugiyanto juga mengungkapkan
bahwa PDAM adalah perusahaan daerah yang kepemilikannya dimiliki oleh Pemerintah
Daerah Kota Tegal dengan tujuan utama untuk memberikan pelayanan air minum bagi
masyarakat Kota Tegal sehingga pada tahun 1975 dibentuk suatu perusahaan daerah
melalui Perda yang keberadaannya sampai dengan saati ini 2017 telah genap 41
tahun.
“ PDAM dibentuk selain memberikan pelayanan
masyarakat maka diharapkan juga dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah
Daerah Kota Tegal sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku,
dua hal tersebut yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk dapat diwujudkan di
tahun tahun mendatang.” Ungkap Sugiyanto
Terhadap cakupan pelayanan air minum di Kota Tegal
pada periode tahun 1975 sampai 2015 atau 39 tahun berdiri sekitar 15.700 SR atau sekitar 35 %. Artinya
masyarakat Kota Tegal yang menikmati layanan air minum masih sedikit.
“ Namun setelah tahun 2015 sampai dengan tahun 2016
perkembangan sangat pesat berkat dukungan Pemerintah Kota Tegal dan perhatian
Ibu Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno yaitu melalui DAK TA 2016 seninilai
10,250 M untuk meningkatkan cakupan pelayanan melalui pembangunan jaringan
sepanjang 52,7 KM dan sambungan rumah sebanyak 7500 SR dengan total sambungan 22.713
SR atau sebesar 55 %.” Tambah Sugiyanto
Program SPAM BREGAS yang tadinya belum tertangani di
debit 200 Liter / Detik saat ini sudah di manfaatkan sekita 70 liter/detik .
sehingga melalui program lanjutan pada tahun 2017 PDAM menargetkan sambingan
sekitar 8000 SR, apabia dapat terealisasi maka pada akhir tahun 2017 cakupan
layanan air minum di Kota Tegal sudah mencapai 30.713 SR atau 80 % , hal ini
diperlukan kerja keras yang belum pernah di lakukan pada tahun tahun
sebelumnya, hal ini sejalan dengan program pemda bahwa TahunAnggaran 2017
daerah adalah tahun percepatan pembangunan.
“ Pada pagi hari ini berkat dukungan Walikota Tegal
PDAM juga melaksanakan program peduli untuk masyarakat berpenghasilan rendah
melalui sambungan rumah sebanyak 1000 SR untuk wilayah kecamatan Tegal Selatan,
Kecamatan Margadana, dan Kecamatan Tegal Barat yang akan diserahkan secara
simbolis kepada penerima tersebut , hadir masing masing perwakilan 20 orang
sehingga total yag hadir sebanayk 80 orang , dan melalui program DAK sebanyak
744 SR sehingga total 1.744.” pungkas Sugiyanto. (Daryani/MR/99).