MAGELANG – (Media
Rakyat).
Berdasarkan Surat Penetapan Pemerintah 1946 No. 11/Oem, BPK
didirikan pada 1 Januari 1947. Sebagai Ketua BPK yang pertama diangkatlah R.
Soerasno, Dr. Aboetari sebagai anggota, dan Djunaedi sebagai Sekretaris BPK.
Tempat kedudukannya untuk sementara di Magelang, Museum BPK diresmikan pada 4
Desember 1997 , luas bangunan yang digunakan 163,80 meter persegi. Kemudian
mengalami pengembangan pada tahun 1999, luasnya menjadi 260,16 Meter persegi.
Pada tahun 2016 , dengan memperhatikan
tren Museum Post –Modern, Museum BPK kembali mengalami pengembangan dan
perluasan . bahkan luasnya bertambah , sebagian gedung kantor Bakorwil 2 Kedu
dan Surakarta di hibahkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk
pengembangan museum, sehingga saat ini luas museum BPK mencapai 3.880 meter
persegi .
Kini Museum BPK dengan tagline BPK
Pengawal Harta Negara dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum BPK,
pengelolaannya berada di Bawah Biro Humas dan Kerjasama Internasional BPK,
itulah sejarah singkat tentang BPK dan Museum BPK serta perkembangannya.
Ini terlihat pada acara peresmian
Renovasi Museum BPK dan Peluncuran Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN)
2017 serta Aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut (SIPTL), Senin
(9/1) di Komplek Museum BPK , Magelang.
Museum BPK tersebut diresmikan oleh
Wakil Ketua BPK Sapto Amal Damandari, turut mendampingi Gubernur Jawa Tengah Gajar
Pranowo, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Rukma Setyabudi, Walikota Magelang,
Sigit Widyionindito, Bupati Magelang, Zaenal Arifin dan mewakili Auditor Utama
BPK, Bahtiar Arif, acara juga dihadiri keluarga besar dari pimpinan BPK periode
sebelumnya.
70 tahun BPK RI berdiri adalah untuk
memastikan uang Negara dipergunakan dan dipertanggung jawabkan bagi kemakmuran
rakyat, BPK juga mengalami dinamika kelembagaan organisasi dan profesi untuk
dapat mengawal harta Negara seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua BPK Sapto
Amal Damandari “ Komitment BPK RI mengembangkan Museum adalah sebagai
perwujudan menjaga kelestarian warisan pendahulu bangsa dan mengajak semua
komponen bangsa untuk ikut mengawal harta yang menjadi amanah bersama ” ungkap
Sapto
“ Museum ini juga bisa dijadikan tempat
untuk mengetahui sejarah dan nilai ke BPK an , media pelestarian nilai budaya
bangsa dan destinasi Wisata yang mendidik public mengenai arti penting lembaga
pemeriksa dalam tatanan Negara” Imbuh Sapto.
Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (
SPKN ) tahun 2007 setelah 10 tahun digunakan sebagai standar pemeriksaan perlu
disempurnakan, yang semula perkembangan standar dari berbasis pengaturan detail
( Rule – based Standards ) menjadi pengaturan berbasis prinsip ( Principle –
based Standarts). “ Kini dengan Sistim Informasi Pemantauan Tindak Lanjur
(SIPTL) menjadi transparan dan Akuntael.” Ungkap Sapto pada saat menjelaskan
kepada audiens tentang perubahan system yang digunakan oleh BPK.
“ Dengan SIPTL ada imbal balik kepada
entitas yang selama ini telah mendukung e – Audit sehingga meningkatkan sinergi
antara BPK dengan entitas, ini merupakan hasil dari reformasi birokrasi
sebagaimana Perpres No. 81/2010 tentang Grand Design RB 2010 – 2015.” Tambah
sapto.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Gajar
Pranowo menyatakan wisata ini mendorong wisata yang lebih edukatif.
Terkait dengan SIPTL Ganjar
mengungkapkan bahwa kita dituntut makin transparan “ Kita para penyelenggara
Negara diminta untuk menandatangain Pakta integritas, kita manfaatkan system ini
semuanya untuk perbaikan” pungkas Ganjar di sela sela menyampaikan sambutan
Kota Tegal, selain sebagai kota awal berdirinya Sekolah Angkatan
Laut (SAL). Juga merupakan cikal bakal terbentuknya korps Marinir Angkatan
Laut, 15 November 1945 dengan nama Korps Armada IV ALRI yang saat itu bermarkas
di tegal. Tanggal 15 November 1945 selanjutnya dijadikan sebagai hari lahir
Korps Marinir.
Balai Kota Lama awalnya merupakan Kantor Residen, dibangun tahun
1729-1898, pernah menjadi pangkalan IV ALRI tanggal 11 Oktober 1945 dan kantor
Walikota (Balaikota) dan sekarang gedung DPRD.
monumen Bahari selain juga perwujudan
penghargaan kepada para pendahulu kita yang telah meletakkan dasar sektor
Kebaharian di Kota Tegal, Melihat begitu pentingnya arti sejarah maka di Kota
Tegal direncanakan pada tahun 2017 akan berbenah dengan menata Museum Bahari
menghadiri acara Peluncuran Standar
Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) 2017 serta Aplikasi Sistem Informasi
Pemantauan Tindak Lanjut (SIPTL), Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha
Soeparno, Plt. Sekda Kota Tegal, Dyah Kemala Sintha, SH, MH, Plt. Inspektorat
Kota Tegal, Ir Nur Effendi
Dikutip dari Walikota Tegal, KMT. Hj.
Siti Masitha Soeparno, Plt. Inspektorat Kota Tegal, Ir Nur Effendi menyatakan bahwa
Pemerintah Kota Tegal menyambut baik acara tersebut mengingat pentingnya
sejarah “ Kota Tegal akan dibikin museum bahari yang merupakan cikal bakalnya
Angkatan Laut ( TNI AL ) sepertihalnya cikal bakalnya museum BPK di Magelang.”
Ungkap Nur Effendi.
“ Ini akan dilanjutkan dengan
pembicaraan dari Konsultan dari Universitas Indonesia untuk melaksanakan kajian
kajian tentang museum bahari, 2017 diharapkan sudah bisa dilaksanakan” tambah
Nur Effendi.
Berkaitan dengan SIPTL Kota Tegal juga
sudah menyiapkan dengan tindak lanjut MOU penerapan SIPTL secara online “ Mou SIPTL
akan dilakukan dalam waktu dekat oleh Walikota Tegal dengan BPK.” Ungkap Nur
Effendi
Kesiapan ini juga dilakukan Inspektorat
Kota Tegal dengan menyiapkan sarana dan prasarana baik perangkat lunak,
perangkat keras maupun kesiapan Aparaturnya.
“ Kita sudah Siap dan Harapannya kita
mendapatkan kategori WTP.” Pungkas Nur Effendi.
(Daryani/MR/99).