TEGAL – (Media Rakyat). Penanganan dan pengembangan kampung Nelayan
Tegal Sari akan dipercepat, Proyek yang sebelumnya ditargetkan selesai tahun
2019, namun berdasarkan instruksi Menteri PUPR Republik Indonesi agar
dipercepat, dan ditargetkan 2018 minimal sudah bisa dilihat perubahannya. Dan
saat ini sudah Nampak perubahan wajah perkampungan nelayan Tegal Sari, demikian
disampaikan Menurut Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Ditjen Cipta
Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rina Farida, saat
melakukan tinjauan bersama Plt. Walikota Tegal Nursholeh, di Perkampungan
nelayan Tegalsari, Rabu (8/11).
Menurut Rina Farida pembangunan di kawasan Tegal sari merupakan
Perintah Persiden jokowi yang menugaskan
Direktorat Jendral Cipta Karya untuk membangun kawasan nelayan tepi air. Ia
menjelaskan di tahun 2015, Presiden
Jokowi berkunjung dan melihat kondisi perkampungan nelayan Tegal Sari yang
padat dan kumuh, dan oleh karena itu melalui kementrian PUPR ditugaskan untuk
merubah kawasan kumuh Tegal Sari yang notabene masyarakatnya bermata
pencaharian nelayan, perlu di tata dan dirubah wajahnya.
Saat ini dari yang dulunya digunakan sebagai tempat membuang sampah
dan kini tengah di rubah menjadi Ruang Terbuka Hijau yang bisa di gunakan
anak-anak untuk bermain.
Ia berharap setelah pengelolaannya diserah terimakan ke Pemerintah
kota Tegal dapat dipelihara dengan baik. Saat ini pihaknya terus melanjutkan
proyek ini sampai tahun 2018 mendatang. Ia menargetkan tidak hanya tepi sungai
saja yang dirubah wajahnya, namun di dalam perumahan nelayannya sendiri akan di
tata, melai kegiatan “Kota tanpa Kumuh” (Kotaku), mudah-mudahan wajah kawasan
perkampungan Tegal Sari ini bisa berubah yang tadinya berperilaku hidup kurang sehat
menjadi perilaku hidup sehat.
Sementara itu, Plt. Walikota Tegal ditempat yang sama mengapresiasi senang
dengan adanya program Pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR yang telah
membantu Kota Tegal, Ia melihat langsung betapa kepedulian pemerintah pusat,
atas nama Pemkot Tegal Ia mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat.
Nursholeh mohon kepada pemerintah pusat kedepan pengembangan ini tidak hanya di
kelurahan Tegal Sari saja namun bisa berkembang di kelurahan-kelurahan yang
lain di kota Tegal.
Terkait kendala yang dihadapi terkait dengan pembangunan proyek
Kampung Nelayan Tegalsari dari pihak
Pemkot sebetulnya sudah melakukan pendekatan, dan mudah-mudahan secara persuasi
persoalan beberapa warga yang rumahnya terkena proyek dibantaran sungai sibelis
bisa segera bisa diselesaikan dengan baik.
Nursholeh berharap dengan adanya penataan pemukiman di Kelurahan Tegal
Sari yang notabene sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan ada juga
masyarakat yang memoproduksi kapal, harapannya dengan penataan ini bisa
meningkatkan kesejahteraan rakyat baik dibidang kesehatan, kenyamanan dan
keamanan dan peningkatan sirkulasi ekonomi kerakyatan. (Daryani/MR/99)