Wednesday, 1 March 2017

SILATURAHMI JAMIAH SE KEL BANDUNG



TEGAL – (Media Rakyat). Banyak upaya yang dilakukan untuk menjalin sebuah komunikasi antar umat manusia. Salah satunya melalui silaturahim, seperti yang dilakukan oleh Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha beserta Plt. Sekda Kota Tegal, Dyah Kemala Sintha dan jajaranya melakukan silaturahim  kepada Paguyuban Jamiyah Kelurahan Bandung bertempat di depan rumah bapak Nur Warji RT.01 RW. 4  Jalan Samadikun, Gang. Anyer. Kelurahan Bandung. Hadir tamu undangan dari unsur Pemerintah Kota Tegal, Kecamatan Tegal Selatan dan Kelurahan Bandung. Jum’at (24/2).
Dalam kesempatannya ketua panita menuturkan bahwa jumlah yang hadir untuk tamu undangan sekitar kelurahan Bandung berjumlah 300 orang. Dan menyampaikan ucapatan terimakasih karena kepada Pemerintah Kota Tegal dalam pembangunan mengalami kemajuan, seperti penerangan jalan yang saat ini sudah cukup merata. ‘’Jalan sekarang sudah baik, dan Kota Tegal makin terang karena banyak terpasang lampu disepanjang jalan Kota Tegal’’. Terang Caryono.
Penyampaian ceramah disampaikan oleh H.Suwarso dengan memberikan pemahaman tentang  unsur-unsur silaturahmi. ‘’Kita kadang – kadang lupa, kita sudah punya kunci yang diberikan oleh agama tapi kunci yang kita miliki kadang-kadang tidak dipakai. Kunci yang diberikan agama adalah silaturhami. Ketemunya hati dengan hati dengan lainnya, ketemunya hati antara pimpinan dan anak buah, ketemunya hati dengan hati antara suami dengan isti, ketemuanya hati masyarakat dan masyarakat. Pada hari  ini walikota dalam rangka silaturhmi, menemukan hati dengan masyarakat Kota Tegal. Dengan tersebut nantinya akan muncul saling menghargai, mencintai demi kepentingan bersama, dengan  demikian masyakat Kota Tegal menjadi masyarkat yang aman saling menghargai’’.
Sementara itu, Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno dalam sambutanya mengungkapkan keberadaan program pembangunan Kota Tegal saat ini sudah mulai terasa karena  berkat doa dan dukungan dari masyarakat kepada pemerintah. ‘’Apabila tidak ada doa dan dukungan yang bapak  ibu berikan kepada pemerintah, apabila tidak ada dukungan dari masyarakat maka  program pemerintah tidak  bisa berjalan. Masyarakatlah yang memberikan dukungan dan menyutujui serta menyakini bahwa yang dijalankan pemerintah betul – betul program pro rakyat’’.
Walikota juga menghibau kepada jajarannya mulai dari pimpinan OPD kota sampai lurah dan camat untuk selalu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Walikota juga mengajak masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal di segala bidang keahlian masing-masing. Dalam kesempatannya Walikota juga memberikan bantuan kepada Paguyuban Jamiyah Kelurahan Bandung (Daryani/MR/99).

NASABAH KSP PENDOWO DATANGI RUMAH GUSTOYO

PEMALANG - (Media Rakyat). Selasa tanggal 28 Februari 2017, sekitar 20 (dua puluh) nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Pandawa yang dipimpin oleh . H. WARDAN dari Desa Randudongkal Kecamatan Randudongkal,  siang ini sesuai rencana pukul 13.00 WIB mendatangi rumah   Pimpinan kelompok/ leader KSP. Pandawa Group GUSTOYO di  Dukuh Bengkeng Desa Mereng Kecamatan Warungpring.
20 (dua puluh) nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Pandawa bermaksud untuk meminta pengembalian uang yang sudah di investasikan ke KSP. Pandawa melalui Leader GUSTOYO.
Kedatangan H. WARDANkerumah GUSTOYO ini merupakan kedatangan yang kedua,  yang pertama  pada tanggal 18 Februari 2017 sekira pukul 10.00 wib  H. WARDAN pernah datang ke rumah Sdr. GUSTOYO bersama 20 orang lainya dan meminta agar GUSTOYO mengembalikan dana Investasi yang sudah di berikan pada KSP. Pandawa melalui leader GUSTOYO, dan saat itu  GUSTOYO memberikan jawaban bahwa akan diusahakan tetapi sampai saat ini GUSTOYO belum bisa mengembalikan dana Investasi  tersebut, karena GUSTOYO belum mengembalikan uang dana Investasi kepada  para Nasabah makan H. WARDAN menyatakan  akan datang kembali  datang kerumah GUSTOYO  pada hari selasa  tanggal 28 Februari 2017.
Saat ditemui GUSTOYO mengatakan  “Dana yang di investasikan oleh para Nasabah kepada KSP. Pandawa kurang lebih sebesar 26 Milyar rupiah dengan jumlah nasabah 314 orang yang tersebar di beberapa wilayah Pemalang, Pekalongan dan Purbalingga” Ungkapnya.
Untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan Polres Pemalang menurunkan 25 personilnya yang terdiri dari 5 anggota Sat Reskrim, 3 Anggota Sat Intelkam 9 Anggota Dalmas dan 9 Anggota Polsek warungpring.
Kapolres Pemalang AKBP Kingkin Winisuda melalui Kapolsek Warungpring Akp Prisandi Tiar menghimbau kepada para Nasabah KSP Pandawa yang merasa dirugikan agar melaporkan diri ke Posko Pengaduan KSP Pandawa yang ada di Polres Pemalang dan tidak perlu datang langsung ke rumah GUSTOYO karena permasalahan KSP Pendawa sudah ditangani oleh Sat Reskrim Polres Pemalang.
Sampai saat ini Musyawarah antara GUSTOYO dan 20 Nasabah KSP Pandawa yang dipimpin H. WARDAN masih berlangsung, situasi aman dan kondusif. (Heri/MR/99).

PEMKOT TIDAK PERNAH MENYATAKAN AKPER KOTA TEGAL AKAN DI TUTUP



TEGAL- (Media Rakyat). Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tegal  tidak pernah mengeluarkan pernyataan secara resmi jika Akademi Keperawatan Kota Tegal akan di tutup. Hal itu diungkapkan walikota saat melakukan tatap muka dengan para mahasiswa dan dosen Akper Kota Tegal Senin. (27/2).
Walikota mengatakan , terkait status Akper Kota Tegal Pemerintah telah menerima berbagai masukan dari mahasiswa, orang tua dan dosen akper.  “Berbagai aspirasi tersebut akan disikapi secara bijak oleh Pemkot Tegal demi kebaikan para mahasiswa Akper,”ucap walikota.
Namun walikota menegaskan, ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh mahasiswa dan dosen bahwa dalam UU No. 20 Tahun 2003, UU No.23 Tahun 2014,maupun dalam UU No.12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi, serta Peraturan Pemerintah No.4 tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi,    tidak ada satupun peraturan tersebut yang membolehkan  Pemerintah Daerah memiliki yayasan.
Karena itu walikota mengajak kepada mahasiswa dan dosen untuk tetap melaksanakan kegiatan perkuliahan seperti biasa, sambil menunggu tindak lanjut dari Surat dari Kementrian Dalam Negeri tgl 17 Feb 2017.
“Pemkot saat ini menunggu dan tetap berupaya mencari informasi, untuk mencari solusi yg terbaik .  ujarnya . “Dan ini berlaku untuk semua daerah yang memiliki Akper ,tidak hanya  Kota Tegal,”imbuhnya. 
Namun walikota kembali menegaskan tidak ada yang perlu ditakutkan , walikota menjamin bahea mahasiswa yang sunguh sungguh belajar dengan disiplin dan berilaku baik akan lulus dan mendapatkan ijazah yang sah dan diakui.
Sementara itu terkait aksi demontrasi yang dilakukan para mahasiswa walikota menilai hal itu itu sebagai bentuk aspirasi dari para mahasiswa yang dilanda kekhawatiran berlebih akan nasib mereka. “Disitulah peran para dosen diperlukan untuk memberikan pemahaman, karena pada dasarnya mahasiswa harus  belajar sampai lulus”,jelasnya
Walikota berharap agar para mahasiswa tidak mudah terkena  provokasi, intimidasi serta dilanda kekhawatiran yang berlebihan, sehingga mereka tidak  melakukan aksi-aksi yang seharusnya tidak perlu dilakukan. (Daryani/MR/99).

WALIKOTA MENYAPA HARI PERS NASIONAL



TEGAL – (Media Rakyat). Media massa memiliki arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Media masa tidak hanya menjadi pengawal demokrasi, tapi juga menjaga keutuhan negeri. Tanpa mendia massa kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi kurang pas.
Pers merupakan sebuah lembaga sosial yang sangat penting dan sangat diperlukan bagi masyarakat maupun suatu Negara yang menganut system demokrasi. Pers dalam kehidupan masyarkat yang demokratis mempunyai peranan yang penting. Sebab dengan adanya pers, maka masyarakat dapat mengetahui dengan cepat, tepat, dan mudah suatu informasi yang diperlukan ataupun berita berita yang sedang berkembang.
Selain itu pers, dalam hal ini media massa juga dapat menjadi media komunikasi dua arah, yakni dari masyarakat ke pemerintah dan juga dari pemerintah ke masyarakat.
Kalimat pembuka yang disampaikan oleh Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno, ketika mengadakan dialog interaktif di Radio Sebayu dalam rangka Hari Pers Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 November, Senin ( 27/2/2017 ) pagi.
Hadir mendampingi Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno, Plt. Ka. Dinas Komunikasi dan Informatika, Drs. Hendiati Bintang Takarini, M.M, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Drs. Johardi dan dari Sekretariat PWI Kota Tegal, M. Sekhun, Drs Thomas Budiono, , Riyadi KS serta perwakilan siswa dari SMK dan SMA dari Kota Tegal.
“Pers di Kota Tegal sudah sangat sangat baik, bersama dengan elemen masyarakat, elemen pemerintah. Sehingga masyarkat bisa terinformasi dengan baik,”, ungkap Walikota.
“Terkait dengan pemberitaan yang ada di Kota Tegal, baik dari aspek Pemerintah, ekonomi pendidikan, pelayanan kesehatan dan lain sebagainya. untuk itu saya mengapresiasi kinerja pers di Kota Tegal yang selama ini menjalin kerjasama yang baik khususnya kepada Stakeholder dalam hal ini pemerintah,” ucap Walikota.
“Dalam hal program mencerdaskan masyarakat itu adalah peran pers didalamnya itu adalah betul-betul sesuatu yang membanggakan,” tambah Walikota.
Masyarakat Kota Tegal yang dikenal sangat dinamis dan tidak tertinggal oleh informasi yang disajikan baik media cetak maupun elektronik juga mendapat apresiasi Walikota Tegal
“Masyarakat Kota Tegal berkembang luar biasa sekali, bahwa keinginan untuk mengikuti informasi perkembangan ini bisa di lihat di berbagai media cetak ada berbagai kolom pendapat para pembaca, disana sering ada aspirasi dari masyarakat yang bisa menyampaikan keadaan lewat media.” ungkap Walikota.
“Informasi jendela dunia sangat terbuka luas dan aksesnya sangat luas, sehingga masyarakat bisa meletakan pada proporsinya untuk tidak juga tertinggal informasi dari media yang juga merupakan sarana untuk edukasi masyarakat.” tambah Walikota.
“Dengan adanya media sosial bagaimana masyarakat menyikapi, kita masyarakat yang cerdas harus bisa memilah dan memilih terkait dengan pemberitaan, kemudian juga mengambil langkah langkah konfirmasi terkait dengan pemberitaan tersebut. Ini adalah peran media pers untuk menyajikan berita yang komprehensif factual dan akurat itu,”, pesan Walikota.
Terkait maraknya pemberitaan palsu, bohong atau Hoax, seperti disampikan oleh Walikota bahwa masyarakat kota tegal mempunyai kepedulian yang sangat tinggi dalam memerangi  terkait maraknya pemberitaan pemberitaan yang cenderung destuktif yang sifatnya HOAX.
“Marilah kita sama sama perangi yang namanya hoak, jangan sampai terjadi indikasi untuk bisa memecah belah suatu daerah suatu Negara dengan hasutan hasutan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan,”, ungkap Walikota.
“Disamping itu mari kita jadikan media ini sebagai mitra kita, sebagai penghubung antara masyarkat dengan pemerintah, stakeholder begitu juga sebaliknya, pemerintah ke masyarakat untuk mempercepat penyampaian informasi yang akurat factual dan komprehensif, dengan tetap menjalin komunikasi yang baik.”,ucap Walikota.
“Dengan demikian saya yakin bahwa semua informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, informasi yang ingin disampaikan ke pemerintah bisa di mediasi dengan adanya peran pers di kota tegal ini, saya mengapresiasi kinerja PWI dan seluruh teman teman media yang selama ini berpartisipasi aktif didalam pemberitaan yang komprehensif.”, tambah Walikota.
“Mari kita jaga kerjasama ini dengan baik dan mari kita menjadi warga yang betul-betul bisa memilah memilh dan dengan bijak, kita kembalikan kepada diri kita sendiri untuk bisa melihat apakah  pemberitaan ini betul betul factual ataau memang ada tujuan yang memecah belah,  marilah kita menjadi masyarkaat yang cerdas, bijak dan sama sama menjunjung tinggi asas hukum agar kita betul betul menjadi warga Negara yang bermartabat.” pungkas Walikota.
Dalam kesempatan dialog interaktif tersebut terkait dengan media yang sekarang ini berkembang di Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Andi dari Kelurahan Kraton yang menanyakan tentang media yang sudah terverifikasi dan terungkap dari beberapa ribu media yang ada baru ada sekitar ratusan yang terverifikasi.
Berkaitan dengan itu Andi menyampaikan bagaimana sikap Pemerintah Kota Tegal mensikapi keadaan ini.
“Untuk kebijakan Pemerintah Kota Tegal terhadap hasil dari verifikasi dewan pers untuk media massa dari Pemerintah Kota Tegal tetap melakukan kerjasama selama ini baik media masa lewat Advertorial, advertising. Kita kerjasama dengan media yang terverifikasi, namun demikian karena ini masih proses sehingga kedepan kemungkinan aka nada pengembangan kerjasama media.”, ucap Bintang ketika menjawab pertanyaan tersebut.
Sementara itu menurut Riyadi KS dari sekretariat PWI Kota Tegal menyampaikan bahwa Pers itu diatur oleh undang undang pokok pers no 40 tahun 1999 di dalamnya ada butir butir yang mengatur perjalanan pers, bagaimana pers bersikap, pers harus melaksanakan tugas.
“Pers juga dalam melaksanakan tugasnya harus sesui Kode Etik Jurnalistik, ini merupakan rambu rambu untuk wartawan, wartawan tidak bisa seenaknya dalam melaksanakan tugas tetapi di ikat oleh aturan aturan, lakukan cek dan re cek, benar apa tidak berita yang di angkat oleh wartawan, tidak lewat media lain lalu di kembangkan tanpak dicek kembali, ini sudah melakukan kesalahan.”, ungkap Riyadi.
Dikatakan juga oleh Drs Thomas Budiono bahwa Wartawan saat ini memang sudah menjadi komponen penting dalam perkembangan suatu bangsa dan Negara begitu juga untuk perkembangan suatu daerah, seperti yang disampaikan oleh Walikota, wartawan merupakan penghubung antara masyarakat dan pemerintah, dan pemerintah kepada masyarakat.
“Menjadi seorang wartawan tidak semudah yang kita bayangkan, saat ini ada berita hoax baik dalam bentuk tulisan foto maupun video, kita harus mengenali berita hoax, ciri berita Hoax, tidak rasional, tidak jelas sumbernya, biasanya dalam bentuk tulisan dibawahnya pasti ada semacam himbauan mohon di Share, kalau tidak di Share akan mendapat musibah, tunggu beberapa menit.”, ungkap Budiono.
“Dan yang paling penting kita sebagai pengguana media sosial jangan sampai ikut berdosa gara gara ikut men share atau mengedarkan berita berita Hoax tersebut, mari kita menjadi pengguana media sosial yang cerdas jangan libatkan kita menjadi bagian dari orang yang menerima dosa karena kita ikut menshare menyebarkan berita hoax,” ucap Budiono
Rani nur fitriani dari SMK Muhamadiah satu info yang menghasut memfitnah kelompok tertentu apakah terjadi hanya di Indonesia saja
Ketua PWI Kota Tegal, M. Sekhun, juga menyampaikan melalui moment Hari Pers Nasional ( HPN ) tahun 2017, sekaligus Hari ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) ke 71. Dewan Pers bersama organisasi profesi, di dalamnya PWI menyatakan Perang melawan berita berita Hoax..
“ Untuk menghasilkan berita berita yang profesional, dengan tetap mengedepankan kode etik jurnalistik. Maka PWI Kota Tegal mengajak kepada semua insan pers dan semua elemen masyarakat untuk menyatakan perang melawan berita-berita palsu atau bohong alias ‘Hoax’ yang marak bermunculan akhir akhir ini,”, ungkap Sekhun
“Sebab tugas utama jurnalis adalah menyampaikan kebenaran.kebenaran ini dicemari oleh berita hoax. Sehingga wartawan harus menyatakan perang melawan ‘hoax’, bukan ikut larut melakukan hoax. Sebab berita hoax benar benar mencederai profesi wartawan.” Tambah Sekhun
“Berita hoax tidak hanya menyebarkan kebohongan, tetapi juga menebar kebencian, fitnah, dan ketidak percayaan, termasuk kepada lembaga public. “ Hoax ” dibuat dalam situs situs yang seolah olah situs berita lalu disebarluaskan ke berbagai media social. Sehingga media harus berperan aktif menyampaikan kebenaran, dengan menyampaiakan pemberitaan oleh wartawan yang mempunyai kompetensi dan memegang teguh etik profesi.” Pungkas Sekhun (Daryani/MR/99).

SEBANYAK 24 PGOT TERJARING RAZIA


TEGAL- (Media Rakyat). Sebanyak 24 orang terdiri PGOT terjaring razia rutin gabungan yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Tegal bekerjasama dengan Kepolisian Resor Tegal Kota dan Satpol PP Kota Tegal, Senin (27/2).
Berbeda dengan razia sebelumnya,  razia kali ini menyasar pengemis, anak punk, dan pengamen yang biasa beroperasi di perempatan jalan-jalan protokol dan pusat-pusat keramaian di Kota Tegal seperti Terminal Bus, Pasar Pagi Kota Tegal, area Alun-alun, depan Stasiun Kota Kogal, jalan Pancasila, Jalan Ahmad Yani, Jalan AR. Hakin, Jalan Kol. Sugiono, Jalan Jendrakl Sudirman, Kawasan Balai Kota Lama dan berakhir di kantor Dinas Sosial Kota Tegal.
Kepala Dinas Sosial melalui Kabid Rehabilitasi Bantuan Sosial dan Perlindungan Jaminan Sosial
Dinsos Kota Tegal Imam Teguh Sutopo mengatakan tujuan operasi kali ini mewujudkan kenyamanan pengguna jalan yang melintas di Kota Tegal. “Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin untuk mewujudkan ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan yang melintas di Kota Tegal”, kata Imam
Mereka yang terjaring akan didata dan diberikan pembinaan serta mengisi surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan lagi.  “Jika mereka tertangkap lagi, Dinsos akan mengirim mereka ke Panti Rehabilitasi di Comal, Kab Pemalang, Pungkas Imam.
Selain didata, PGOT yang terjaring razia dicek kesehatannya kesehatannya oleh Tim Medis dari Dinas Kesehatan Kota Tegal dan RSUD Kardinah. dr. Lenny Herlina mengatakan pemerikasaan yang dilakukan oleh pihaknya adalah untuk memastikan kondisi kesehatan para PGOT yang terjaring. “Pemerikasaannya meliputi pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan HIV, Sipilis dan Kusta”. Pungkasnya. 
Selain dari Kepolisian Resor Tegal Kota, Razia kali ini juga diikuti Bagian Humas Setda Kota Tegal, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Dinas Kesehatan dan RSUD Kardinah Kota Tegal.

MARINES CYCLING COMMUNITY KAMPANYE BIKE TO WORK

Dispen Kormar (Jakarta) Sejumlah daerah di Indonesia dan dunia sudah masuk ke masa transisi menuju era new normal, atau disebut juga denga...

Popular posts