Wednesday, 9 August 2017

GELAR RAZIA DALAM RANGKA MENDUKUNG OPS CANDI 2017

PEMALANG - (Media Rakyat). Dalam rangka mendukung giat Kepolisian, Ops Jaran Candi 2017, Sat Lantas Polres Pemalang Polda Jateng menggelar Razia Kepolisian di Jl. Jendral Sudirman timur tepatnnya Komplek Pasar Pagi Pemalang, Rabu (09/08/2017).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Pemalang AKP Riswanto, S.H. dengan melibatkan seluruh anggota yang terlibat Ops Jaran Candi 2017, serta melibatkan anggota Polri yang berpaikaian preman.
Menurut AKP Riswanto, tujuan dilaksanakan Razia Kepolisian tersebut untuk menjaring adanya barang bukti kendaraan yang mungkin masih bersliweran di wilayah Pemalang, baik roda 2 (dua) maupun Roda 4 (empat) yang berkaitan terhadap kejahatan bermotor.
“Disamping untuk mendukung Ops Jaran Candi 2017, Satlantas Polres Pemalang juga melaksanakan Ops Razia rutin dimana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat didalam berlalu lintas dan untuk mematuhi Undang-undang Republik Indonesia khususnya Undang-undang Republik Indonesia No 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan jalan,” tambahnya.
Hal tersebut, menurutnya karena masih banyak warga masyarakat yang bisa beli motor baru namun menyepelekan kelengkapan surat-surat kendaraannya termasuk Surat Ijin Mengemudi (SIM). (Heri/MR/99).

PEREMPUAN TANPA IDENTITAS MENINGGAL USAI TERSEREMPET KERETA

PEMALANG - (Media Rakyat). Seorang Perempuan tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di KM 115,1/2 Dusun Kaladana Desa Pedurungan Kecamatan Taman Pemalang setelah terserempet Kereta Api barang, Selasa (08/08/2017)
Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.20 wib saat kereta api barang Nomor lokomatif  2061348  No seri KA 2504 dengan Masinis Tri Soekristijono dan Asisten Andika Satria, keduanya alamat Poncol Semarang  melaju dari arah barat/Jakarta menuju ketimur.
Saat itu Masinis melihat perempuan/korban dari jarak yang cukup jauh berjalan di sebelah selatan rel. Selanjutnya Masinis membunyikan klakson/peringatan kepada korban namun tidak memperhatikan dan akhirnya terserempet KA tersebut hingga terpental masuk sawah dan meninggal di TKP.
"Sebelum kejadian kami sempat melihat perempuan itu  berjalan dari barat di jalan raya selanjutnya berjalan menyeberang ke timur melewati rel sebelah selatan, " ujar Masradi, petugas palang pintu KA Gandulan.
Kapolsek Taman Resor Pemalang AKP Kabul Santosa membenarkan meninggalnya Seorang Perempuan tanpa identitas dengan ciri-rici kulit sawo atang, umur kurang lebih 40 th, memakai baju warna merah, berkerudung   dengan kondisi luka sobek kepala bagian belakang 10 cm, diduga terserempet KA.
Untuk penyelidikan lebih lanjut jasad korban masih berada di RS Siaga Medika Pemalang. (Heri/MR/99).

LAKA LANTAS BELUM TERUNGKAP TRUK DAM TABRAK LARI

PEMALANG - (Media Rakyat). Selasa (8/8/17) hari Senin tanggal 7 Agustus 2017 jam 20.30 Wib di mapolsek Bantarbolang telah dilaksanakan mediasi antara warga masyarakat Dukuh semiliran desa Bantarbolang Kabupaten Pemalang dengan PT Waskita terkait dengan aksi pencegatan truk dump yang memuat proyek jalan tol.
Aksi tersebut dipicu adanya kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang mengakibatkan warga Desa semiliran meninggal dunia. Seorang Pelajar Tewas Seketika di Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Raya Lenggerong
Awalnya warga berharap bisa berdialog dengan PT Waskita tentang peristiwa tabrak lari tersebut namun tidak kunjung ditanggapi, sehingga marah dan menghadang truk dam yang memuat proyek jalan tol pt Waskita.
Akhirnya Senin (7/8/17), PT Waskita menghadiri tuntutan warga yang diwakili John Peang, Yana, Narendra Aryo Sigit dan Nursalim.
Warga yang diwakili oleh 10 orang menyampaikan tuntutan antara lain:
Agar truk proyek memperhatikan keselamatan warga masyarakat yang dilewati dan tidak kebut-kebutan.
Pihak PT Waskita agar mempunyai etika baik datang ke keluarga korban turut Bela sungkawa.
Pihak Kepolisian agar membantu pengurusan Jasa Raharja dan keluar penuh
Proses hukum kasus lakalantas dipercayakan sepenuhnya kepada Polri.
"Poin poin tuntutan warga tersebut disepakati PT Waskita dan Polri siap membantu pengurusan jasa keluar penuh," jelas Kapolsek Bantarbolang, AKP Sriyanto.
Kemudian pukul 21 00 WIB rombongan PT Waskita datang di rumah Ahli Waris kurban lakalantas dan Turut Bela sungkawa dan memberikan uang bantuan kepada keluarga yang berduka dan diterima oleh ayah dan ibu kandung kurban yang disaksikan oleh Kadus ketua RT dan RW Tetangga dan perwakilan Pemuda dan Tomas. (Heri/MR/99).

SEORANG ANGGOTA KOMPLOTAN MALING MOTOR DIBEKUK TEAM SERGAP

PEMALANG - (Media Rakyat). Setelah bekerja keras melakukan penyelidikan dan pengejaran selama kurang lebih 3 bulan akhirnya team Reskrim Polsek Ampelgading berhasil membekuk pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), sabtu  sore (05/08/2017).
Tindakan penyelidikan tersebut sesuai dengan laporan polisi Erna Nuraini, warga desa kebagusan kec. Ampelgading tertanggal 25 Mei 2017 yang melaporkan rumahnya disatroni maling dengan barang yang hilang satu unit sepeda motor Honda mega pro, satu buah telpon genggam/handphone dan satu ekor burung kacer kicauan dengan taksiran kerugian sekitar hampir delapan juta.
"Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara team reskrim mencurigai dan mengantongi nama-nama beberapa pelaku, namun karena pelaku berpindah pindah tempat team reskrim agak membutuhkan kesabaran, hingga akhirnya salah satu dari ketiga pelaku yang bernama SJ alias tengel warga dukuh Prompong Desa Kauman Comal dibekuk didesa Pendowo saat sedang makan di warung swike," jelas Kanit Reskrim Polsek Ampelgading Aipda H. Sugeng Riyadi, SH yang memimpin langsung penangkapan mengatakan
"saat kami sergap pelaku tidak sempat melakukan perlawanan dan setelah kami interogasi langsung menunjukkan keberadaan sepeda motor yang dicuri," tambahnya.
Menurutnya, kedua pelaku lain yang berinisial DT dan S warga dukuh Prompong Comal sedang dilakukan pengejaran.
"Keberhasilan team reskrim polsek Ampelgading mendapatkan sambutan positif dari warga Desa kebagusan termasuk Erna Nuraini sendiri yang sangat bersyukur sepeda motornya bisa kembali dan malingnya berhasil diketahui dengan harapan para pelaku jera atas perbuatan yang dilakukan dan tidak mengulanginya lagi setelah keluar bui," jelas Kapolsek Ampelgading, AKP Heryadi Noor. (Heri/MR/99).

CABULI MANTAN DI TENGAH HUTAN DILAPORKAN POLISI

PEMALANG - (Media Rakyat). Sat reskrim Polres Pemalang mengamankan MR, yang telah melakukan pencabulan terhadap YT (16), seorang pelajar, warga Desa Glandang RT 1/1, Kec. Bantarbolang Kab. Pemalang di hutan Desa Semiliran, Jumat (5/8/2017).
Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Akhwan Nadzirin, S.H., M.H, perbuatan pelaku dilakukan saat YT pergi berboncengan dengan temannya, Dwi Nugroho, ke toko Buku di Randudongkal.
Saat perjalanan kembali ke rumah, tiba - tiba pelaku datang dari belakang dengan menggunakan sepeda motor dan menghadang sepeda motor Dwi Nugroho hingga dia menghentikan kendaraannya. MR langsung menarik tangan YT dan memaksanya membonceng. MR juga mengancam memukul Dwi Nugroho karena mencoba menghentikannya.
Akhirnya korban menuruti kemauan MR karena ia berjanji akan mengantarkannya pulang ke rumah. Di tengah jalan pelaku mengajak korban masuk ke dalam hutan Desa Semiliran Kec. Bantarbolang Kab. Pemalang yang jauh dari pemukiman warga.
Di sana pelaku mendorong YT hingga terjatuh dengan posisi tidur. Pelaku memegangi tangan korban dan menduduki pahanya.
Korban mencoba berontak tetapi pegangan pelaku terlalu kuat. Pelaku kemudian berusaha mencabuli korban. Namun karena korban memberontak dengan menampar wajah dan punggung pelaku akhirnya MR menghentikan aksinya. Korban juga menangis dan mengancam akan menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya.
YT kemudian menelepon Dwi Nugroho untuk menjemputnya di depan SD 7 Bantarbolang.
Setelah sampai di rumah, ia menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Merasa tidak terima, ayah korban, Waluyo (40) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pemalang.
Pelaku mengaku nekad melakukan tindakan cabul tersebut, karena korban memutuskan cintanya. Ia berharap dengan melakukan hal tersebut korban mau kembali padanya.
Pelaku telah diamankan di Polres Pemalang beserta barang bukti berupa satu buah sepatu flat shoes warna abu - abu, satu buah kerudung segi empat warna cokelat, satu buah celana jeans warna biru tua, dan satu buah celana dalam untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. (Heri/MR/99).

DUA PENJAJA SEKS DIAMANKAN POLSEK PEMALANG

PEMALANG - (Media Rakyat). Senin (7/8/2017) pukul 00.15 wib, Waka Polsek Pemalang Polres Pemalang Polda Jateng AKP Eko Hartono memimpin giat Operasi Penyakit Masyarakat (Operasi Pekat) bersama Kanit Sabhara Aiptu Parjono dan anggota di lokalisasi sebelah utara Terminal Induk Pemalang.
Dalam giat Operasi tersebut, Polsek Pemalang berhasil menjaring 2 (dua) Wanita Tuna Susila yang bernama Siti (45 th) , Moga Pemalang dan Sunarni , (37 th) ,Peterongan Semarang. Saat petugas memasuki salah satu warung yang ada di lokalisasi Terminal Induk Pemalang  tepatnya di Dukuh Siwareng Kel.Pelutan Kec/Kab.Pemalang, keduanya saat itu sedang melayani tamu.
Selanjutnya dua orang PSK tersebut langsung diamankan ke Polsek Pemalang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan keduanya mengaku belum lama menjalani profesi sebagai penjaja seks komersial dan terpaksa melakukan hal tersebut karena himpitan ekonomi, sudah cerai dengan suami, "Ujar kanit Sabhara Aiptu Parjono.
Polsek Pemalang akan terus melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat,  hal ini dilakukan untuk  menekan sekecil mungkin  dan menghindari hal-hal negatif di masyarakat , karena kalau dibiarkan akan menimbulkan masalah yang lebih besar sehingga mengganggu keamanan masyarakat."himbau Parjono
"Tindakan Pre emtif (penyuluhan), preventif (pencegahan ) harus tetap dilaksanakan oleh anggota Polsek Pemalang,"tegas Kapolsek AKP.Tarhim,SH dan  represif (penindakan )  bila memang diperlukan, yang penting sesuai prosedur atau SOP,"Imbuh Kapolsek. (Heri/MR/99).

POLSEK TAMAN TERIMA KUNJUNGAN TEAM SUPERVISI DARIMPOLRES

PEMALANG - (Media Rakyat). Team Supervisi dari Polres Pemalang Polda Jawa Tengah melakukan pengecekan ke polsek-polsek jajaran, Supervisi dilaksanakan dalam rangka pembinaan, pengawasan, dan pengendalian pelaksanaan tugas-tugas, Tim supervisi kali ini melaksanakan kunjungan ke Polsek Taman Senin (07/08/2017).
Dalam giat supervisi kali ini dipimpin oleh Kasub Sarpras Polres Pemalang AKP Sukarno yang didapingi, Kasi Propam Iptu Sahrani Rahadi, Kasiwas IPTU Teguh Hadi, S.H., IPDA Timbul Wilopo, S.H. Kasi Keuangan dan 4 anggota staf.
Dalam arahannya Kasubag Sarpras mengingatkan kepada anggota jangan elek-elekan, tingkatkan kedisiplinan karena tingkat kesejahteran semakin meningkat, Supervisi ini jangan dijadikan  momok akan tetapi kunjungan ini dilaksanakan dengan tujuan agar tugas operasional di polsek sesuai juklak dan juknis maupun prosedur yang berlaku. ”ujar Sukarno
“Pengecekan dilakukan diawali pemeriksaan sikap tampang dan kelengkapan surat-surat identitas diri meliputi KTA,SIM dan KTP selanjutnya administrasi yang mencakup semua fungsi di antaranya Provost, Sabhara, Intel, Reskrim dan Sium ” ungkap Kapolsek Taman AKP Kabul Santosa
Dengan adanya supervisi atau pemeriksaan awal dari Polres Pemalang diharapkan Polsek-Polsek dapat melakukan perbaikan dan pembenahan guna meminimalisir kesalahan atau kekurangan saat ada Suvervisi dari tingkat Polda."pungkas Kabul Santoso. (Heri/MR/99).

2 HEKTAR LAHAN DISAMPING HOTEL REGINA TERBAKAR

PEMALANG - (Media Rakyat). Kebakaran melanda lahan kosong yang terletak di sebelah barat Hotel Regina, Kamis (3/8/2017).
Sore hari, sekitar pukul 5, Kasatpol PP Pemalang, Drs. Wahyu Sukarno sedang melintas di jalur pantra Petarukan saat melihat kobaran api yang cukup besar di lahan sebelah barat hotel Regina.
Melihat besarnya kobaran api tersebut, ia langsung menghubungi tim pemadam kebakaran Pemalang untuk segera menuju ke lokasi guna mencegah kebakaran merembet ke hotel dan warung-warung di pinggir jalan Pantura.
Tim Damkar menerjunkan 3 armada dan 15 personel karena api kebakaran yang cukup besar. Dalam waktu 2 jam, akhirnya kobaran api dapat dipadamkan.
Petugas agak kesulitan karena lokasi di sekitar kebakaran yang gelap dan sulit. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menurut Wakapolres Pemalang, Kompol Drs. Muh. Samdani, kebakaran yang melahap 2 hektar lahan tersebut dipicu oleh warga yang bermaksud membakar sampah dan ilalang, namun karena cuaca dan angin yang besar akhirnya api menjalar kemana-mana.
Polres Pemalang melakukan pengamanan saat berlangsung usaha pemadaman yang dipimpin langsung oleh Wakapolres dengan menerjunkan anggota dari Polsek Petarukan, Polsek Taman, 1 regu Dalmas, anggota Sat Lantas dan pemadam kebakaran. (Heri/MR/99).

PULUHAN WARGA TERJARING DALAM OPERASI YUSTISI DI PEMALANG

PEMALANG - (Media Rakyat). Puluhan warga masyarakat terjaring dalam Operasi Yustisi yang diadakan di Jalan Piere Tendean Taman oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, Jum'at (04/08/2017)
Operasi Yustisi yang diadakan kali ini adalah yang pertama di Kabupaten Pemalang yang melibatkan personil gabungan dari Satpol PP 13 Personil, Polsek Taman 2 Personil Kanit Sabhara Aiptu Suaryono dan Kasi Humas Aiptu Sudiro serta Diskucapil  3 orang.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk (Disdukcapil) Kabupaten Pemalang yang diwakili Momo S. menyatakan dalam operasi Yustisi ini warga yang tidak membawa KTP tidak dikenakan sangsi/denda namun hanya didata atau dilakukan pembinaan.
Penyidik Pegawai Negeri Sipil 'Edy menjelaskan untuk kedepannya apabila warga masyarakat yang terkena operasi yustisi bila tidak membawa KTP sesuai dengan Perda No 1 tahun 2014 pasal 55 akan dikenakan sangsi/denda Rp.50.000, namun demikian tergantung Hakim yang akan memutuskan.
Kapolsek Taman melalui Kasi Humas Aiptu Sudiro yang juga ikut membantu dalam giat operasi tersebut menyatakan setiap warga yang keluar rumah atau bepergian hendaknya selalu membawa identitas baik KTP ataupun surat-surat lainnya.
"Hal ini penting karena untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan misalnya terkena musibah/kecelakaan dijalan akan cepat teridentifikasi," jelasnya. (Heri/MR/99).

LAPANGAN KERJA PETANI TERBERANGUS KARNA MESIN COMBINE TIDAK DBATASI

PEMALANG - (Media Rakyat). Sejumlah warga Desa Nyamplungsari melakukan musyawarah dengan pemilik mesin combine pemotong padi di Balai Desa Nyamplungsari, Jumat (4/8/2017).
Kapolsek Petarukan AKP Amin Mezi S, SH, MH. bersama anggota melakukan pengamanan acara diskusi.
"Untuk mencegah tindakan anarkis," jelasnya.
Sebelum acara dimulai Kapolsek Petarukan memberikan pengarahan dan meminta seluruh peserta mensikapi segala permasalahan dengan bijak.
"Jangan mementingkan diri sendiri atau kelompoknya, gunakan bahasa yang sopan dan tertib dalam menyampaikan aspirasi," tambahnya.
Menurut AKP Amin mezi,keberadaan alat modern dalam hal ini mesin combine tetap harus melihat kearifan lokal tapi tetap mendukung program pemerintah guna menuju swasembada pangan.
"Jangan sampai ada tindakan anarkis, kalau ada akan berhadapan dengan hukum," tegasnya.
Perwakilan dari warga, Khalim dan Darwisi, menyampaikan tentang tidak adanya lagi lapangan pekerjaan semenjak adanya mesin potong padi combine tersebut.
"Kami meminta agar jumlah mesin Combine dibatasi dua mesin saja," pintanya.
Kades Nyamplungsari menjelaskan bahwa mesin Combine merupakan terobosan dari program pemerintah.
"Namun yang punya Combine jangan sewenang-wenang dan para buruh panen padi jangan semaunya
saja," jelasnya.
Musyawarah tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan bahwa mesin Combine yang beroperasi 4 saja, dengan disesuaikan jumlah kelompok tani. Mesin combine yang dari luar tidak boleh masuk di persawahan wilayah Nyamplungsari. (Heri/MR/99).

Thursday, 3 August 2017

MALING HP DI RS SANTA MARIA TERTANGKAP BASAH OLEH KORBANNYA

PEMALANG - (Media Rakyat). MS (24) seorang karyawan swasta asal Desa Pagergunung RT 1/3 Kecamatan Ulujami, Pemalang akhirnya harus  menyerah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah tertangkap tangan melakukan pencurian HP di lingkungan RS Santa Maria Pemalang, jl. Pemuda Kel. Mulyoharjo Kec./Kab.Pemalang, Jumat (28/7/2017)
Kejadian berawal ketika pada hari yang sama yaitu Jum'at (28/7) pukul 09.00 wib Merza Lisdian Yusvika (54) seorang karyawan honorer asal desa Karangasem RT 1/3 Kec.Petarukan Pemalang sedang menunggui anaknya yang sakit di ruang Alamanda 3 RS Santa Maria. Ia sempat keluar ruangan. Saat masuk kembali ke dalam ruang Alamanda 3 tersebut, ia berpapasan dengan MS di depan pintu masuk ruangan.
Merasa tidak kenal dan curiga, Merza langsung mengecek laci almari di ruangan, dan ternyata HP dan dompet miliknya sudah tidak ada. Seketika ia berteriak  maling....maling! dan mengejar MS.
Pelaku berhasil diamankan oleh Sutriyono dan Doni, keduanya petugas keamanan (Satpam) RS Santa Maria yang saat itu sedang bertugas. Setelah digeledah ternyata di dalam saku MS ditemukan sebuah Handphone merk Oppo A 39 warna Gold serta sebuah dompet warna coklat berisi uang 1 juta milik korban.
Tidak hanya sampai disitu.
Pada saat bersamaan Evie Agustina (23), seorang guru asal Desa Semingkir RT 8/4 Kec.Randudongkal Pemalang yang saat itu juga sedang menunggui anaknya yang sedang sakit dan dirawat di ruang Alamanda 2 RS Santa Maria begitu mendengar teriakan "Maling" dari Merza, perasaannya juga tidak enak.
Ia langsung  mengecek barang barang di ruangan dan ternyata Handphone miliknya sudah tidak ada.
Saat itu Evie juga langsung ikut mengejar pelaku.
Ternyata saat digeledah oleh Satpam RS.Santa Maria selain ditemukan HP merk Oppo dan dompet berisi uang sebesar 1 juta milik Merza, juga ditemukan HP Merk ASUS seri ZENFONE Go warna hitam milik Evie Agustina.
Merza Lisdian Yusvika dan Evie Agustina melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pemalang.
Kapolsek Pemalang, AKP Tarhim, S.H. sangat mengapresiasi atas kesigapan petugas Satpam di RS.Santa Maria yang telah berhasil membantu tugas Polri dalam menangkap tersangka pelaku pencurian HP.
"Hari ini Senin (31/7) kasusnya berikut tersangka dan barang bukti akan kami serahkan ke Polres Pemalang," ujar Kapolsek Pemalang. (Heri/MR/99).

37 TENDA MENGHIASI LAPANGAN DESA KARANGANYAR

PEMALANG - (Media Rakyat). Rabu (2/8/17) sebanyak 357 siswa 45 guru dan 43 pendamping telah melaksanakan kemah Bakti Asih di desa Karanganyar Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang.
Kemah Bakti Asih diadakan oleh SMK Islam Pagaran Kabupaten Pemalang selama 3 hari mulai Senin hingga hari Rabu (1-3 /8/17).
Perkemahan tersebut dengan menggunakan 37 tenda, terdiri dari 26 peserta kemah dan 11 tenda guru dan pendaki.
"Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain Bakti sosial seperti kerja Bakti lingkungan pemberian bantuan mushola dan masjid memberikan bantuan SD dan dan madrasah, yatim piatu sebanyak 50 orang, memberikan sembako kepada masyarakat sebanyak 200 paket, memberikan memberikan bantuan kepada karang taruna berupa seperangkat alat sholat dan alat olahraga, bantuan kepada ibu-ibu PKK di lingkungan kemah, mengadakan servis gratis sepeda motor," jelas Kepala SMK Islam, Drs.wiyono yang ikut langsung dalam kegiatan tersebut untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.
Acara dibuka dengan api unggun dan ditutup dengan pengajian.
Kepala Kepolisian Sektor Bantarbolang yang diwakili Aiptu Solihun memberikan pesan-pesan Kamtibmas kepada para siswa yang melaksanakan untuk selalu Waspada terhadap kejahatan. (Heri/MR/99).

TMMD SENGKUYUNG TAHAP KE II BERHASIL BANGUN JALAN TEMBUS PENGGARIT - PENER

PEMALANG - (Media Rakyat). Kegiatan TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Sengkuyung tahap II yang telah berlangsung selama 28 hari ditutup di lapangan desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Rabu (2/8/2017).
Acara penutupan TMMD yang bertema “Dengan Semangat Kemanunggalan TNI Dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan Di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI" dihadiri oleh Bupati Pemalang, H. Junaedi, S.H,.M.M., Kapolres Pemalang yang diwakili oleh Waka Polres Pemalang, Kompol Muh. Samdani, M.H., Dandim 0711 Pemalang Letkol Inf Edi Supriyadi, S.S,.M.M,.M. Tr (Han) yang bertindak sebagai inspektur upacara, OPD Kab. Pemalang, Camat se - Kab. Pemalang, Kapolsek se-wilayah hukum Polres Pemalang, Kepala Desa / Lurah se - Kab. Pemalang.
Pasukan upacara terdiri dari Unsur TNI, Polri, Korpri, Perwakilan siswa/i SMA, SMP, dan SD di wilayah Kec. Taman Kab. Pemalang.
"Danramil 02 Taman Kapt Inf Mukahir kepada jajaran Forkopimda Kab. Pemalang memberikan pemaparan tentang pembuatan ruas jalan tembus dari desa Penggarit ke desa Pener Kec. Taman Kab. Pemalang sepanjang ± 950 meter yang langsung diresmikan oleh bupati Pemalang," jelas Kasubbag Humas Polres Pemalang, AKP Lies.
Jajaran Forkompompida selanjutnya melakukan pengecekan jalan tembus tersebut.
"Kegiatan TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) sengkuyung tahap II tahun 2017 tersebut dilaksanakan selama 28 hari dimulai dari tanggal 04 Juli s/d 01 Agustus 2017," tambahnya. (Heri/MR/99).

MARINES CYCLING COMMUNITY KAMPANYE BIKE TO WORK

Dispen Kormar (Jakarta) Sejumlah daerah di Indonesia dan dunia sudah masuk ke masa transisi menuju era new normal, atau disebut juga denga...

Popular posts