SLAWI (MEDIA RAKYAT)- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemkab Tegal masih memberikan layanan rekam data E-KTP bagi warga yang belum melakukan rekam data pada jadwal yang diatur di setiap desa. Untuk bisa melakukan rekam data pada Disdukcapil, hanya membawa surat pengantar yang diketahui oleh Desa. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal Nur Ma'mun SH MHum melalui Sekretarisnya Yosinta Wulandari SH MM mengatakan, rekam data dilakukan sesuai surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 471.13/5184/SJ Perihal Pelaksanaan Perekaman e-KTP Secara Reguler. Isi dari surat edaran tersebut, salah satunya menyatakan, adanya dispensasi pelayanan penerbitan E-KTP tanpa mensyaratkan surat keterangan pindah sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 471.13/5266/SJ tanggal 30 Desember 2011, diperpanjang masa pemberlakuannya sampai 31 Oktober 2013.
Dan kegiatan tersebut sebagai upaya menjembatani warga yang belum sempat melakukan rekam data, di desanya. Karena saat ini, setiap KK hanya mendapatkan dua anggota keluarganya, anggota keluarga lain yang berkepentingan, bisa melakukan rekam data sendiri pada Disdukcapil.
Yosinta menambahkan, sejak diberlakukannya rekam data, bagi warga yang membutuhkan dan tidak terdaftar saat rekam data yang dilakukan sesuai jadwal, diberi kebijakan bisa rekam data langsung pada Disdukcapil. Sedikitnya sudah ribuan warga yang sudah secara langsung melakukan rekam data tersebut. Ini semata demi membantu warga yang membutuhkan E-KTP secara mendesak untuk sebuah kepentingan. Pihaknya sudah memberitahukan kepada seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tegal untuk segera membagikan E-KTP ke desa-desa di wilayahnya, serta menghimbau agar E-KTP bisa diterimakan kepada warga yang berhak. Sementara, jumlah penduduk wajib E-KTP di Kabupaten Tegal sebanyak 945.958 orang, sedang pencapaian perekaman hingga sekarang sekitar 640.981 orang atau baru sekitar 70 persen. Sedangkan yang sudah jadi dan didistribusikan ke masing-masing kecamatan sebanyak 45 persen. “Kami setiap hari melayani sekitar 50 sampai 100 warga yang ingin rekam data. Bahkan pegawai sampai lembur kerja, karena selesainya bisa sampai pukul 17.00, bahkan nyampai malam” ujarnya, (FARID)
Thursday, 17 January 2013
HINDARI SEPEDA MOTOR MOBIL BOX TERBALIK
SLAWI (MEDIA RAKYAT) - Mobil Box Isuzu Nopol G-1614-KG muatan minyak goreng teguling setelah menyeruduk motor Honda Supra di Jalan Raya II tepatnya di sebelah selatan Gardu Induk (GI) PLN Kebasen, Kabupaten Tegal, Rabu (15/1) sekitar pukul 13.00 WIB. Mobil yang dikendarai Fery Adriyanto (23th) warga Desa Kemurang RT. 04/ 02 Tanjung Brebes dan kernetnya Eko Abdilah (19th) warga Desa Cimohong RT. 02/03 Bulakamba Brebes. Sedangkan pengendara sepeda motor Tri Hartati (34th) Najwa Nuraini (7th) dan Sri Hartuti (30th) yang ketiganya warga Jalan Merpati RT 5/2 Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.
Akibat kejadian ini, Ferri, Tri Hartati, Sri Hartuti dan Najwa Nuraini mengalami luka-luka. Sedangkan, Najwa mengalami luka serius pada bagian kepalanya sampai harus mendapat 10 jahitan. Para korban dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam (RSI) Pusat Kesehatan Umum (PKU) Muhammadiyah Singkil Kabupaten Tegal.
![]() |
| Mobil yang terguling menjadi perhatian warga yang melintas. |
Menurut sopir mobil Box Fery, kedua kendaraan melaju dengan arah yang sama dari utara dengan kecepatan 70-80 Km/jam, namun saat mobilnya mau menyalip sepeda motor tiba-tiba dia tidak bisa melihat dan terasa menjadi gelap seperti ada yang menutupi matanya, tak lama matanya bisa kembali melihat ternyata sudah ada motor persis di depan mobilnya. “ dan saya langsung langsung menginjak rem, namun tabrakan tidak bisa terhindarkan, hingga mobil saya tergelincir ke bahu jalan.” Terangnya.
Saat ditemui Media Rakyat Kapolsek Talang AKP Dwija Putra SH mengatakan, mobil truk dari arah utara dengan kecepatan 70-80 km/jam dengan kondisi gerimis. Dari arah bersamaan juga melaju sepeda motor, namun tiba-tiba truk menyeruduk hingga pengendara jatuh tersungkur, dan Mobil oleng yang akhirnya terbalik. “ anehnya saat anggota dari Polsek tiba di lokasi kami tidak melihat adanya motor Honda Supra di tempat kejadian. Menurut informasi warga motor di amankan oleh warga setempat, tapi saat ditanya keberadaanya motor tersebut tidak ada yang mengetahui” Pungkasnya. ( FARID)
Wednesday, 16 January 2013
PERNYATAAN SIKAP PWI PEMALANG TERKAIT DEMO WARTAWAN
PEMALANG – (Media Rakyat ) Terkait Aksi demo Wartawan dan LSM yang merupakan merupakan buntut dari pernyataan Setda Pemalang Drs. Budi Rahardjo yang dilansir media cetak Rabu (9/1/2013) Dalam sebuah berita berjudul ‘Sistem Kegiatan Perlu Dirubah’ Budi mengatakan, ke depan tidak ada lagi broker – broker proyek yang mengaku dari LSM atau wartawan. Pernyataan inilah yang dinilai melecehkan profesi wartawan.
Aksi demo wartawan tersebut menjadikan pertanyan di kalangan masyarakat tentang tugas dan fungsi Wartawan terutama pada organisasi wartawan yang menaunginya.
Perwakilan PWI Jateng VII Riyadi ks menjelaskan “ Tugas Wartawan adalah mencari berita , menulis dan mengirim berita secara professional, kalau wartawan demo terkait dengan berita yang di tulis wartawan, itu tidak punya etika. Wartawan boleh aksi tapi mengarah yang positip. Dan wartawan anggota PWI sudah dibekali dunia jurnalistik yang baik dan benar. Jika ada wartawan PWI ikut aksi itu akan kami undang.” Jelasnya.
Ketua Forum Ormas dan LSM Kab. Pemalang melalui Sekretaris Ulil Albab dalam penjelasannya mengatakan bahwa terkait pemberitaan di media cetak tanggal 9 januari 2013 tentang Broker – Broker proyek yang mengaku dari LSM atau Wartawan. Forum Ormas dan LSM Kab. Pemalang berpendapat bahwa secara bahasa tidak ada yang salah hanya beda penafsiran. Dan itu menurutnya tidak perlu diperdebatkan dan diperpanjang.
Bahkan secara substansif sangat mendukung sikap tegas Pemda atau Sekda agar kedepan broker-broker proyek benar-benar tidak diberi tempat atau ruang. Karena hal tersebut dapat mengganggu tatanan pembangunan dan mengurangi kualitas pekerjaan/proyek.
Tugas dan ruang lingkup kerja LSM adalah Pemberdayaan Masyarakat, Advokasi dan Kontrol social, bukan mencari –cari proyek/pekerjaan ,yang itu adalah kewenangannya rekanan/kontraktor.“ Kepada para SKPD, kami menghimbau agar jangan memberikan pekerjaan /proyek kepada yang bukan ahlinya, dengan mengaku-ngaku dari komponen masyarakat apapun, apalagi karena rasa takut, asalkan para SKPD melakukan kegiatannya secara transparan dan jujur kami rasa tidak ada masalah “ tegasnya. (Heri)
Friday, 11 January 2013
BPBD KAB. TEGAL DINILAI LAMBAN MENANGGULANGI BENCANA
Slawi (Media Rakyat)- Tinginya curah hujan yang disertai angin yang melanda wilayah Kabupaten Tegal diawal bulan Januari 2013 menimbulkan beberapa bencana seperti banjir yang melanda di beberapa desa di daerah Pantura yang merendam ratusan rumah dan bencana angin Puting beliung yang baru saja melanda melanda Ds. Batumirah dan Ds. Guci kec. Bumi jawa Rabu (9/01) yang mengakibatkan kerugian dan kesengsaran masyarakat yang tertimpa musibah tersebut.
Menurut Ketua DPRD Kab.Tegal H Rojikin AH. SH. SE Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) dinilai lamban menangani permasalahan bantuan tersebut..Hal tersebut terlihat saat dirinya menerima laporan kejadian dan langsung bergegas menuju lokasi bencana tersebut untuk melihat kondisi rumah yang porak poranda dan bertemu langsung dengan masyarakat yang tertimpa musibah dan sekedar memberi bantuan secara pribadi guna sedikit mengurangi penderitaan masyarakat yang tertimpa musibah. Namun saat tiba dilokasi yang terlihat hanya tim dari Kodim, PMI, TIM SAR GEGANA dan beberapa masyarakat yang sigap membantu efakuasi bencana, kejadian yang terjadi Pukul 14.00 sampai dengan pukul 17.30 namun belum ada satupun Tim dari BPBD yang datang ikut serta membantu dilokasi kejadian. “ Seharusnya BPBD bekerja secara otomatis layaknya sistim remot yang sigap mendatangi dan menangani bencana karena Pemerintah Daerah Kab. Tegal sudah memberi anggaran yang cukup besar hingga seharusnya tidak perlu lamban menangani setiap bencana yang ada di Kabupaten Tegal“ Jelasnya kepada wartawan disela-sela Rakercab PDI Perjuangan.
![]() |
| Rojikin saat meninjau lokasi bencana angin puting beliung |
Kepala Badan penanggulangan Daerah Kab.Tegal Ir. Eling Susiardi Msi menuturkan kalau dirinya baru menerima laporan pada pukul 18.00 WIB dan langsung menurunkan tim dari BPBD dengan membawa bantuan logistik dan beberapa bahan matrial seperti paku dan sebagainya. tim dari BPBD tiba di lokasi pukul 21.00 WIB . saat di tanya Media Rakyat tentang keterlambatan penanganan Tim BPBD terhadap bencana yang melanda Ds. Batumirah dan Ds. Guci kec. Bumi jawa Eling hanya menjawab “kalau KODIM Dan PMI juga Polres Tegal itu kan punya pasukan dan terlatih sedangkan BPBD hanya mempunyai Tim yang jumlahnya sangat terbatas maka wajar kalau BPBD kalah sigap dengan mereka.“kilahnya. (Farid)
Saturday, 8 December 2012
KEJARI SLAWI SIAPKAN PERINGATI HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA
Slawi ( Media Rakyat), Jelang Peringatan Hari Korupsi Internasional tahun 2012 pihak Kejaksaan Negeri Slawi melaksanakan kegiatan pemasangan spanduk di beberapa titik strategis yang ada di Kabupaten. Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada hari minggu 9 Desember 2012 nantinya pihak Kejaksaan Negeri Slawi akan melaksanakan upacara Peringatan Hari Korupsi Internasional dan dilanjutkan pembagiaan stiker kepada masyarakat yang bertuliskan " BERANI JUJUR HEBAT,KITA BERANTAS KORUPSI SECARA PROFESIONAL,PROPORSIONAL DAN BERHATI NURANI"
Menurut Kajari Slawi Firdos SH.MH mejelaskan bahwa pemasangan sepanduk bertujuan agar masyarakat bisa memahami akan pentingnya pemberantas korupsi. Pria kelahiran Pagaruyung Sumatra Barat tersebut, juga meminta agar masyarakat yang selama ini bersikap dingin terhadap kinerja Kejaksaan nantinya bisa bekerjasama dengan pihak Kejaksaan dalam memerangi dan memberantas Korupsi yang ada di lingkungan Kab Tegal, karena tanpa dukungan dan kerjasama yang baik dengan masyarakat pihak Kejaksaan tidak bisa bekerja maksimal dalam memerangi korupsi yang ada di Kab. Tegal. “ banyak kasus yang selama ini ditangani Kejaksaan Negeri Slawi kebanyakan berasal dari laporan dan pengaduan masyarakat yang peduli dalam memerangi korupsi di lingkunganya “ jelasnya . (Farid)
Menurut Kajari Slawi Firdos SH.MH mejelaskan bahwa pemasangan sepanduk bertujuan agar masyarakat bisa memahami akan pentingnya pemberantas korupsi. Pria kelahiran Pagaruyung Sumatra Barat tersebut, juga meminta agar masyarakat yang selama ini bersikap dingin terhadap kinerja Kejaksaan nantinya bisa bekerjasama dengan pihak Kejaksaan dalam memerangi dan memberantas Korupsi yang ada di lingkungan Kab Tegal, karena tanpa dukungan dan kerjasama yang baik dengan masyarakat pihak Kejaksaan tidak bisa bekerja maksimal dalam memerangi korupsi yang ada di Kab. Tegal. “ banyak kasus yang selama ini ditangani Kejaksaan Negeri Slawi kebanyakan berasal dari laporan dan pengaduan masyarakat yang peduli dalam memerangi korupsi di lingkunganya “ jelasnya . (Farid)
Friday, 9 November 2012
PANITA PENERIMA ALAT PERAGA UPTD DIKPORA KEC.SLAWI ‘ TIDAK PROFESIONAL’
Slawi (Media Rakyat) Datangnya alat peraga ke UPTD DIKPORA Kec. Slawi Kab. Tegal pada hari Kamis (8/11)mengundang banyak perhatian kalangan LSM dan Wartawan hal tersebut dikarenakan tidak transparanya panitia penerima barang. Indikasi tersebut terlihat saat Panitia penerima alat peraga menerima kedatangan barang tidak membawa daftar spesifikasi barang yang sesuai dengan ketentuan, padahal spesifikasi sangat lah penting sebagai acuan apakah barang tersebut bisa diterima atau tidak, hingga tidak timbul masalah dikemudian hari, namun panitia cenderung bersifat menutupi dan hanya menghinghitung jumlah barang yang ada tanpa mengontrol spesifikasi yang ada.
| Jenis alat peraga yang dikirim ke UPTD Dikpora Kec. Slawi |
Dari informasi yang didapat barang tersebut merupakan hasil lelang dari proyek DAK tahun 2011 dan 2012 yang masing masing bernilai Rp 4.988.065.500 (Tahun 2011), Rp 2.711.147.500. Nilai tersebut sangatlah besar dan digunakan untuk kemajuan dunia pendidikan jika tidak dilaksanakan dengan professional maka akan banyak kebocoran hingga bisa menimbulkan kerugian Negara dan dunia pendidikan.
| Panitia menerima dan menghitung barang |
Menurut ketua Laskar Merah Putih Kab. Tegal Agus Ambon, Panita cenderung bersifat apatis dan hanya berfungsi sebagai tukang hitung barang padahal banyak ketentuan dan spesifikasi yang sudah ditetapkan dalam pengiriman alat peraga, diantaranya alat Peraga Pendidikan IPA, Matematika, Bahasa harus mempunyai sertifikat dan HAKI untuk IPS harus ada surat dari Badan Koordinasi dan Pemetaan Nasional untuk peta dan atlas, untuk bola kaki harus sesuai dengan ketentuan dari FIFA.” Kami sudah menghubungi dinas dan akan mencoba berkoordinasi untuk meminta penjelasan yang sebenarnya “ pungkasnya. (Farid).
| Beberapa LSM memantau datangnya alat peraga |
Wednesday, 7 November 2012
SALAH SATU KIOS BELAKANG PASAR PESAYANGAN LUDES TERBAKAR
SLAWI(Media Rakyat) - Toko sembako yang berada dibelakang Pasar Pesayangan Desa Kajen Kec. Talang Kab.Tegal milik H. Cahyono 45, Selasa (6/11) ludes terbakar, menurut Abdullah (48) warga setempat menuturkan ketika kejadian toko dalam keadaan tertutup, seperti biasanya toko tutup jam 16.30 WIB. Namun setelah karyawan dan pemilik warung pulang, sekitar pukul 17.15 muncul asap hitam dari atas genteng yang semakin pekat hingga memaksa warga mendobrak pintu toko tersebut, saat terbuka api sudah mulai membesar dan melahap seluruh isi toko.
| Pemadam kebakaran saat menjinakan api |
Warga segera menghubungi Polsek Talang yang kemudian di tindak lanjuti dari pihak Polsek dengan menghubungi pemadam kebakaran. Tak lama berselang 4 unit mobil Pemadam kebakaran (DAMKAR) tiba dilokasi tersebut dan kebakaran tersebut langsung ditangani dengan menyemprotkan air hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 18.40 WIB.
Saat dihubungi Media Rakyat H. Cahyono mengakui bahwa dirinya tidak berada ditempat saat kejadian termasuk karyawanya, karena pada saat kejadian tersebut toko sudah tutup. Kapolsek Talang AKP. Dwija Utama dalam keteranganya mejelaskan bahwa dugaan sementara terjadinya kebakaran akibat hubungan arus pendek dan kerugian ditaksir mencapai 500 juta, hingga saat ini kasusnya masih ditangani Polsek setempat. “ Kami menghimbau kepada masyarakat agar hati-hati dan waspada ketika mau meninggalkan rumah “ sarannya. (FARID) | AKP Dwija Utama meminta keterangn H cahyono |
Monday, 5 November 2012
PELAKSANAAN PROYEK SPAM BREGAS DINILAI AROGAN DAN TIDAK MENGINDAHKAN DAMPAK SOSIAL MASYARAKAT
Slawi (Media Rakyat)- Proyek SPAM Bregas ( Sistim Penyediaan Air Minum Brebes, Tegal , Slawi ) yang melewati Kabupaten tegal dari awal pengerjaanya menuai banyak masalah di masyarakat, hal tersebut dikarenakan dalam perencanaannya tidak disosialisasikan ke masyarakat dan disaat pengerjaannya tanah hasil galian yang ada ditaruh dipinggir begitu saja tidak disertai rambu maupun tanda peringatan yang memadai, hingga banyak masyarakat menjadi korban, terutama pemakai jalan, banyak pemakai jalan yang terpeleset hingga terjatuh saat melewati jalan yang berdekatan dengan proyek SPAM Bregas tersebut. Pengambilan tanah bekas urugan yang disinyalir dijual keluar juga tidak jelas pertanggungjawabannya, Bekas urugan pipa yang ada tidak disertai pemadatan yang maksimal sehingga merubah sigma tanah di atasnya hingga tanah menjadi lembek dan tidak kuat menahan beban berat serta tidak adanya kantor perwakilan resmi rekanan yang mengerjakan proyek SPAM Bregas di Kab. Tegal hingga masyarakat sulit mendapatkan informasi maupun layanan aduan.
| Bambang Purnama (kiri) dan Ali Fozasa (tengah) |
Menurut direktur PDAB Jateng perwakilan Kab.Tegal Ali Fozasa saat dikonfirmasi Media Rakyat menjelaskan bahwa kantornya tidak berwenang untuk menindak dugaan penyimpangan dan aduan masyarakat , dikarenakan hal tersebut bukan wewenang kantornya, semuanya diatur oleh pemerintah Pusat dan propinsi dikarenakan proyek tersebut menggunakan dana dari APBN dan APBD I serta wewenang penuh proyek tersebut ada pada Pemerintah Propinsi dan kantornya nantinya hanya menerima penyerahan hasil proyek tersebut jika sudah selesai untuk dikelola dan digunakan demi kepentingan masyarakat. Pihaknya hanya bisa memantau dan melaporkan kepada kantor Propinsi jika ada pekerjaan yang diduga menyimpang, jelasnya.
| Galian proyek SPAM Bregas |
Ketua LSM Gerbang Mataram Ir Bambang Purnama menilai bahwa pekerjaan proyek tersebut terkesan arogan karena tidak transparan dari awalnya dan disaat pelaksanaannya dikerjakan asal-asalan hingga masyarakat yang jadi korban, ia juga menyayangkan banyak pekerjaan proyek yang dikerjakan disinyalir tidak melalui kajian teknis yang tepat, terutama pada pipa yang ada digunung dan yang melintasi sungai hingga dikhawatirkan dapak negatif pekerjaan tersebut akan terasa dikemudian hari. “ Saya siap berkoordinasi dan beradu argumentasi dengan tim teknis proyek tersebut tentang titik mana saja yang dianggap tidak tepat “, jelas Pria yang memegang beberapa gelar Insinyur dibeberapa disiplin ilmu yang berbeda. (Tim MR).
| Pipa proyek yang melintas jalan raya |
Tuesday, 3 January 2012
DEMO PETANI BREBES MENOLAK RENCANA PENARIKAN PUPUK UREA KUJANG DAN MENOLAK MASUKNYA IMPOR BAWANG MERAH
Brebes ( Media Rakyat) – Kelompok Tani Sumber Pangan dan Forum Kajian Masyarakat Brebes, melakukan demo dan orasi dihalaman Kantor Bupati Brebes pada hari Kamis, 30 Desember 2011 dengan tuntutan Menolak Rencana Penarikan pupuk Urea Kujang dan menolak masuknya Impor bawang merah, dikarenakan tercium indikasi Pemerintah telah bersekongkol untuk memaksa penarikan urea Kujang dari brebes, yang selama ini sudah digunakan oleh petani Brebes terutama petani bawang merah yang dalam pemakaiannya tidak mengalami masalah sedikitpun bahkan penggunaan urea kujang selama ini telah membawa hasil yang menggembirakan. Kekhawatiran tersebut beralasan dikarenakan saat demplot urea Pusri hasilnya jauh lebih bagus dari urea Kujang, diperoleh kenyataan penggunaan urea Pusri membawa hasil panen lebih sedikit dan dari segi bobot bobot bawang lebih rendah, hingga nantinya pergantian urea Pusri justru akan mambawa dapak negatif bagi petani Brebes terutama petani bawang merah khususnya.
Brebes yang merupakan sentra bawang merah merasa terpukul dengan masuknya bawang impor yang berakibat pada anjlognya harga bawang merah, hal tersebut menunjukan ketidak pedulian pemerintah terhadap Petani serta pemerintah hanya menjadikan petani sebagai obyek dan korban kebijakan. Program ketahanan pangan yang digembar gemborkan dan asosiasi-asosiasi yang berlabel Petani hanyalah kamuflase yang justru menyuburkan praktek KKN di dunia pertanian khususnya Kabupaten Brebes.
Adapun yang menjadi tutuntutan demonstran diantaranya : 1. MENGECAM DAN MENOLAK SURAT PT. PUPUK SRIWIJAYA NO U-9089/A00000.UM/2011 YANG BERDAMPAK RENCANA PENARIKAN PUPUK UREA KUJANG DI BREBES. 2. LAKUKAN INTERVENSI PASAR TERKAIT ANJLOGNYA HARGA BAWANG MERAH. 3. PEMERINTAH DAERAH BREBES PERLU KOORDINASI DENGAN PEERINTAH JWA BRAT PERIHAL EBANJIRNYA IMPOR BAWANG MERAH. 4. JADIKAN KABUPATEN BREBES MENJADI SENTRA BAWANG MERAH. 5. JANGANLAH KAMI PETANI MENJDI OBYEK KEBIJAKAN TAPI CIPTAKAN PEBERDAYAAN PETANI YANG MENEPATKAN PETANI SEBAGAI SUMBYEK PEBANGUNAN. 6. KAMPANYEKAN SUKA KONSUMSI PRODUK PERTANIAN DALAM NEGERI. Masa yang dikawal oleh Dalmas Polres Brebes melakukan orasi dengan tertib dan santun serta ditemui beberapa pejabat teras Pemkab Brebes, serta masa meminta segera ditindaklanjuti tutuntutanya. ( R1)
Monday, 6 June 2011
NELAYAN GRINTING-BULAKAMBA KAB. BREBES GELAR SEDEKAH LAUT
Brebes (Media Rakyat)- Sebagai bentuk ungkapan rasa sukur kepada Sang Pencipta, Masyarakat di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Senin pagi (6/6), tadi menggelar acara sedekah laut dan balong. Sedekah laut bagi warga Grinting terutama yang bekerja sebagai Nelayan merupakan tradisi yang secara turun temurun telah dilaksanakan setiap tahunya, yaitu dengan melarung sesaji yang berisi hasil bumi dan kepala kerbau yang sebelumnya di do’a kan oleh sesepuh desa tersebut.
Sesaji yang diletakan didalam miniature Perahu tersebut diarak oleh warga dari kantor desa grinting kecamatan Bulakamba menuju utara desa yang selanjutnya dibawa menggunakan perahu nelayan untuk dibawa ketengah laut, dalam perjalananya menuju laut sesaji di kawal dengan puluah Perahu nelayan yang membawa masyarakat Desa sekitar yang memang ingin menyaksikan acara pelarungan sesaji secara langsung.
Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, MSi melalui Kadinlautkan Kabupaten Brebes Ir. Slamet Riyadi berpesan pada para nelayan se-Kabupaten Brebes khususnya yang berada di Desa Grinting, agar dalam upaya pengolahan hasil alam menjauhkan diri dari cara – cara yang merusak alam. ”Saya berharap para nelayan di wilayah Kabupaten Brebes tidak akan pernah menggunakan bom ikan, pukat grandong, racun dan strum listrik untuk menangkap ikan. Karena cara – cara tersebut pada jangka panjang dapat merusak ekosistem di perairan dan lingkungan sekitar, sehingga justru akan berdampak merugikan nelayan dan masyarakat luas”, kata Bupati Brebes.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD H. Asmawi Isa, SH menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Grinting yang telah bersama membangun Desa Grinting menjadi lebih baik.(Met)
Tuesday, 5 April 2011
KOTA TEGAL CANANGKAN PROGRAM CERDAS 2011
Tegal (Media Rakyat) Anggota Dewan Perwakilan Daerah ( DPRD ) kota Tegal meminta Pemkot Tegal di bawah kepemimpinan Wali Kota Tegal membuktikan program Tegal Cerdas 2011.
” Pemerintah tidak membuat program mimpi-mimpi dan mengawang-awang yang justru pada akhirnya tidak mampu diterapkan secara baik, namun program yang sesuai realita dan kebutuhan masyarakat,” kata Fraksi PAN Peduli rakyat DPRD Kota Tegal Harun Abdi Manaf.
Menurutnya , program terbaru pemerintah kota Tegal yang mencanangkan Tegal Cerdas 2011, dapat diterapkan dengan benar.
Ia mencontohkan, masih banyaknya warga kota Tegal yang sebagian besar masih kesulitan melanjutkan sekolah anak-anaknya.” Mudah mudahan dengan program Tegal Cerdas 2011 ini, semua pihak turut serta untuk mewujudkannya,” tuturnya, belum lama ini. (W-01/W-02)
Subscribe to:
Posts (Atom)
MARINES CYCLING COMMUNITY KAMPANYE BIKE TO WORK
Dispen Kormar (Jakarta) Sejumlah daerah di Indonesia dan dunia sudah masuk ke masa transisi menuju era new normal, atau disebut juga denga...
Popular posts
-
PEMALANG - (Media Rakyat). Untuk meningkatkan kemampuan menjelang Pilka serentak tahun 2018 dan menghadapi unjuk rasa, Satsabhara Pol...
-
PEMALANG - (Media Rakyat). Guna menciptakan suasana yang aman,nyaman dan kondusif, Kepolisian Sektor Pulosari melalui Bhabinkamtibmas m...
-
Siswa Penyandang cacar sedang belajar (illustrasi) Pemalang (Media Rakyat), Berangkat dari kepedulian terhadap anak penyandang caca...






