Friday, 13 July 2018

PEMKOT MINTA 40 SERTIFIKAT KIOS PASAR PAGI DIKEMBALIKAN


TEGAL - (Media Rakyat). Pemerintah Kota Tegal meminta pihak investor Pasar Pagi,  PT. Sinar Permai untuk segera menggembalikan 40 sertifikat kios Pasar Pagi yang belum dikembalikan ke Pemkot. Hal tersebut disamppaikan Plt. Wali Kota Tegal M Nursholeh saat menerima audiensi Pedagang Pasar Pagi, diruang Kernjanya, Rabu(11/7).
Nursholeh menyampaikan Pemkot terus berusaha sebaik mungkin mencari jalan keluar permasalah Pasar Pagi, Ia mengaku ingin permasalahan segera selesai. Nursholeh juga menyampaikan bahwa Ia akan selalu membela hak-hak pedagang apabila dirugikan. Saat ini pemkot tengah mmenunggu hasil konsultasi dengan pakar hukum dari Universitas Diponegoro Semarang untuk mengambil langkah-langkah lanjutan.
Dalam audiensi tersbut, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Tegal, Budi Hartono menyampaikam bahwa Pemkot sebelumnya sudah melakukan langkah-langkah penyelesaian, selain telah membentuk Tim penyelesaian Pasar Pagi, Pemkot melalui Badan Keuangan Daerah telah menyurati PT. Sinar Permai perihal kewajiban PT. Sinar Permai untuk menyerahkan 40 sertifikat Pasar Pagi yang masih dipegang PT. Sinar Permai, selain itu Pemkot juga berkonsultasi dengan Pakar Hukum dari Universitas Diponegoro, dan saat ini menungu hasil telaah permasalahan Pasar Pagi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Khaerul Huda beranggapan bahwa tidak ada allasan lagi PT. Sinar Permai untuk tidak menyerahkan 40 sertifikat Pasar Pagi, sebab menurutnya persoalan Pasar Pagi sudah selesai setelah pembayaran 12 miliar kepada PT. Sinar Permai.
Sedangkan dari pihak Pedagang Pasar Pagi yang di sampaikan oleh pengacaranya Fredy Hascaryo meminta agar Pemkot segera meminta PT. Sinar Permai menyerahkan 40 sertifikat tersebut dan jika berlarut segera di dead line kapan ke 40 sertifikat tersebut diserahkan kepada Pemkot Tegal. (Daryani/MR/99).


TMMD SASAR PAVINGISASI KELURAHAN PESURUNGAN LOR


TEGAL-(Media Rakyat). Pelaksanaan TNI Manunggal Masuk Desa(TMMD)Sengkuyung Tahap II Kota Tegal tahun 2018 sasar Pavingisasi di Kelurahan Pesurungan Lor Kecamatan Margadana. Hal ini disampaikan Perwira Pelaksana Kapten Infantri Krisnawan dalam laporan pada upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II tahun 2018, di Lapangan Bung Karno Kelurahan Pesurungan Lor, Selasa (10/7).
Selain Pavingisasi TMMD sengkuyung Tahap II tahun 2018 juga akan menyasar pembangunan talud di wilayah RT 03 RW 02 kelurahan Pesurungan Lor.
Pekerjaan yang dilaksanakan dalam TMMD di kelurahan Pesurungan Lor tersebut akan dilaksanakan dibeberap titik antara lain, pembuatan talud ukuran panjang 188 m, lebar 140 m dan tinggi 0,95 m, Paving ukuran panjang 90 m, lebar 3 m dan tinggi 0, 27 m, Paving ukuran panjang 246 m, lebar 1,20 m  dan tinggi 0,27 m, Paving ukuran panjang 76 m, lebar 1 m, tinggi 0,27 m, dan pembuatan Plat beton ukuran panjang 1,50 m, lebar 3 m dan tinggi 0,12 m.
Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, pra kegiatan sudah dilaksanakan dimulai dari (28/6 sampai (7/7) dan dilanjutkan selama tiga puluh hari kedepan selama 30, mulai (10/7) sampai (8/8), dengan melibatkan 110 orang personil yang terdiri dari unsur TNI 40 orang,  Teknisi PU 5 orang, Linmas 10 orang, Korpri 5 orang dan dari unsur masyarakat sebanyak 50 orang.
TMMD sengkuyung tahap II ini mengunakan anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Jateng Rp. 150.000.000,- dan APBD Kota Tegal Rp. 229.000.000,-.
Sementara itu dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dibacakan oleh Plt. Wali Kota Tegal, M Nursholeh menyampaikan bahwa TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga betapa penting dan luarbiasanya semangat gotong-royong membangun bangsa. Gubernur Jawa tengah akan selalu mendukung kegiatan yang mengutamakan kegotongroyongan, sebab menurutnya Jiwa gotongroyong merupakan karakteristik bangsa Indonesia. (Daryani/MR/99)

TIM PENILAI APRESIASI KERJA KEMANUSIAAN TBM SAKILA KERTI


JAKARTA-(Media Rakyat). Tim penilai kompetisi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), pada Kamis (12/7) di Ruang Sriwijaya I Kantor Kemenpan RB, menyampaikan apresiasi atas kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti dengan Layanan dengan Inovasi Simultan untuk Pengasong Masyarakat Lansia Terminal (“Ladis Song Malam”).
Seperti yang disampaikan tim penilai Prof. Siti Zuhro, yang mengungkapkan rasa salut kepada inovator, Ia bisa turut merasakan betapa sulit dan butuh kesabaran untuk mengajak warga terminal untuk mau belajar.
Menurut Prof. Siti Zahro, Inovator (Yusqon) telah melakukan inovasinya dengan dua pilar utama, yakni Smart People dan Smart Environment, dan yang menarik menurutnya adalah user dari inovasi ini adalah masyarakat Grass Root dimana kalangan masyarakat inilah yang sebetulnya membutuhkan sentuhan dari Pemerintah, dan Negara harus hadir disana.
Sementara itu, Tim Penilai Wawan Sobari, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan pekerjaan yang mulia. Wawan menambahkan, jika inovasi ini diteruskan dan dikembangkan dengan baik tidak menutup kemungkinan inovasi ini menjadi program yang sifatnya nasional, sebab menurut Wawan target dari penerima manfaat kegiatan “Ladis Song Malam” ini adalah masyarakat miskin dan masyarakat marjinal, dan dengan inovasi ini bisa menambah pengetahuan mereka baik Pendidikan secara informal dan Pendidikan kewirausahaan.
Dalam kesempatan yang sama Plt. Wali Kota Tegal M. Nursholeh yang hadir secara langsung dalam paparan didepan tim penilai menyampaikan bahwa, inovasi Ladis Song Malam ini ingin mengubah image Terminal, yang selama ini terkesan kotor, kumuh dan warganya cenderung bodoh menjadi sesuatu yang berbeda, mengentaskan kebuta akasaraan warga terminal, mengajarkan bagaimana berwira usaha yang lebih menguntungkan, menghindarkan para pedagang darijerat rentenir dan Pendidikan informal lainnya. Plt. Wali Kota, menyampikan komitmennya untuk terus mendorong mengembangkan inovasi ini,
Senada dengan Plt. Wali Kota, Inovator “Ladis Song Malam”, Yusqon menyampikan TBM Sakila Kerti merupakan tempat pendidikan informal untuk pengasong dan pengamen di Terminal Kota Tegal. Sekolah yang berada di Terminal Kota Tegal dan sudah didirikan dari tahun 2011 silam ini menjelma sebagai lembaga nonformal pembelajaran bagi warga terminal, dimana Warga yang setiap hari mencari penghidupan di lokasi itu bisa melanjutkan pendidikan dan mendapatkan ijazah.
Yusqon berharap melalui “Ladi Song Malam” itu bisa memutus kebodohan, memutus ketergantungan terhadap orang lain dan sebagainya. (Daryani/MR/99).

Thursday, 5 July 2018

MINIMNYA CCTV PASAR PAGI JADI LADANG JAMBRET

TEGAL-(Media Rakyat). Keramaian diarea pasar pagi sepertinya masih menjadi lahan empuk bagi pelaku tindak kejahatan jambret, Terbukti sampai saat ini masih sering terjadi aksi jambret dan mayoritas korbannya adalah ibu-ibu. 
Rabu 4/7/18 kemarin kembali terjadi aksi penjambretan diarea perbelanjaan pasar pagi kota Tegal yang menimpa Dwi Aryanti (32) warga kelurahan Tunon Rt 3 Rw 01 Kecamatan Tegal Selatan yang mengaku menjadi korban penjambretan saat hendak membeli bahan (kain) sekitar Pkl 11.30. setelah menyadari dirinya dijambret Dwi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada keamanan pasar dan meminta untuk diputarkan camera cctv pada petugas keamanan, namun apa daya hasil rekaman cctv tidak bisa menunjukan gambar korban pada saat kejadian yang dialaminya karena dilokasi kejadian tidak ada camera pemantau yang terpasang.
"Begitu kejadian saya laangsung melapor ke petugas keamanan, saya minta untuk memutar camera cctv tapi saya merasa kecewa ketika melihat hasil rekaman tersebut, sebab dilokasi pas saya kejambret ternyata tidak ada camera pemantau yang terpasang padahal dilokasi tersebut yang paling rame pengunjung, ahirnya laporan saya teruskan ke pihak Kepolisan." Tuturnya
Atas kejadian yang dialaminyan terpaksa Dwi harus merelakan dompet yang berisi Uang, Hand Phon (HP) dan lainnya.
Dari salah satu petugas keamanan Pasar Pagi (MR) mendapat keterangan bahawa Camera cctv didalam lokasi pasar pagi masih sangat minim, ditambah susahnya pedagang pasar yang sulit diatur, karena kebanyakan pedagang yang menempatkan Almari tinggi sehingga menghalangi pantauan camera cctv. Terangnya. (Rid/Dar/MR1)

MARINES CYCLING COMMUNITY KAMPANYE BIKE TO WORK

Dispen Kormar (Jakarta) Sejumlah daerah di Indonesia dan dunia sudah masuk ke masa transisi menuju era new normal, atau disebut juga denga...

Popular posts